Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 128


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kabar kelahiran anak Fajar dan Shena sudah tersebar ke seluruh anggota keluarga yang tak hanya Rahardian Wijaya saja, meski Phiu dan Mhiu adalah dua orang yang pertama kali di beritahu oleh Ayah Keanu karna Bubun sibuk mendampingi menantunya dalam masa pemilihan. Untung saja wanita itu sangat cekatan karna cukup tahu diri ketiga putranya senang sekali 'Bikin' anak.


"Semua ini gak sakit karna Shena kuat, Terima kasih ya," ucap Bubun.


Pasca melahirkan kadang semua orang terlalu fokus pada bayi sampai lupa pada ibunya yang butuh perhatian dan juga bantuan, bantuan yang bukan sekedar fisik tapi juga mental karena lelah berjuang antara hidup dan mati, meski dengan proses Operasi tapi tentu ada resikonya jadi tak kalah dari persalinan normal.


"Bubun bilang Terima kasih terus padahal Shena cuma tiduran aja, tau tau bayinya keluar," kekehnya malu malu, ia merasa berkali-kali lipat di sayang oleh yang bukan ibunya.


"Jadi, Operasi Caesar itu tak semenakutkan yang kamu pikirin kan, Sayang?" goda Bubun yang tahu jika Shena sempat takut.


Shena mengangguk sambil tersenyum, ia jadi malu sendiri jika ingat betapa keras kepalanya ia kemarin sampai menuduh tak lagi di sayang oleh suaminya karna terlalu memaksa juga menurut apa kata dokter di banding dirinya saat itu, Shens begitu sangat kecewa karena terbiasa di prioritaskan oleh Fajar.

__ADS_1


"Yang terbaik kadang bukan yang kita mau, hanya saja memang kita yang terlalu takut mencobanya," kata Bubun saat Shens sudah ada dalam pelukannya.


Fajar yang melihat itu dari sofa sungguh sangat terharu. Ia merutuk dirinya sendiri yang pernah berburuk sangka pada Bubun. Saat ia sadar telah mencintai Shena, rasa ragu mulai terselip jika wanita itu mungkin saja tak di Terima sebab kedua iparnya yaitu Bintang dan Rinjani sangat jelas asal usul latar belakang keluarganya, tak seperti Shena yang saat itu dalam masa pemulihan seorang diri tanpa ada yang menemani, belum lagi statusnya yang seorang JANDA PERAWAN.


"Kamu kenapa A'?" tanya Ayah yang entah kapan sudah kembali karna beberapa menit lalu sempat pamit untuk membeli kopi di kantin rumah sakit.


"Gak apa apa, Yah," jawab Fajar sembari mengusap tengkuknya sendiri.


"Yakin mau ke rumah Abah?" tanya Ayah Keanu memastikan.


"Iya, Shena sudah meminta itu jauh jauh hari. Rumah utama juga sudah ramai, tak apalah jika aku dan Shena yang di sana, Kasihan juga Abah dan Enin," ujar Fajar yang memang benar yang di katakan nya itu.


"Terserah kalian saja, Ayah dan Bubun tak bisa memaksa karena kamu dan kita semua harus memperhatikan Shena juga agar merasa nyaman. Emosinya masih labil apalagi ia masih sangat muda," balas Ayah yang penuh pengertian. Ia selalu memikirkan masalah yang bukan dari satu sisi saja.

__ADS_1


"Terima kasih, Yah."


Ayah mengangguk sambil tersenyum, ia tepuk pelan punggung putra keduanya itu sebelum bangun dari duduk. Langkah Tuan besar Lee tentu kini ke arah dua box bayi yang berdampingan tak jauh dari ranjang dimana ada Shena dan Bubun.


"Hallo, Little Princess. Cantik cantik semua sih, ayo dong bangun, Nak."



Lee ZaRahardian ArShen Wijaya


Lee XaRahardian ArShen Wijaya


🍂 ..fajARSHENandung..🍂

__ADS_1


__ADS_2