
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Sayang, kamu salah paham. Aa minta Maaf kalau kamu tersinggung tapi Aa gak ada maksud seperti yang kamu kira barusan," jelas Fajar yang mulai panik karna Shena sudah meneteskan air matanya.
Ia terluka karna perasaannya sedang sangat sensitif sekali. Mereka yang selalu bersama nyatanya hari ini Fajar justru pergi sendiri untuk belanja banyak barang seorang diri tanpa Shena tahu.
"Aa kan bisa pulang dulu, terus jemput aku sama anak anak," ungkapnya semakin sedih.
Baru beberapa saat tadi ia berputar di depan cermin besar sambil memperhatikan bentuk tubuhnya yang belum kembali seperti semula, kenyataan itu semakin di kuatkan dengan datangnya sang suami dengan membawa barang belanjaan yang di belinya seorang diri.
__ADS_1
Sedangkan bagi Fajar, niat hati ingin menyenangkan sang istru justru jadi petakan untuknya, mana kala shena harus salah paham dengan yang ia lakukan saat ini.
"Maafin Aa, Sayang, sumpah demi apa pun Aa gak ada maksud seperti yang kamu pikirin sekarang, mana mungkin Aa malu bawa kamu keluar jalan jalan dengan anak anak sih?" rayu Fajar sambil terus mencoba meraih tubuh sang istri yang selalu di tepis saat di hampiri.
"Tapi kan aku juga mau jalan jalan, aku nya cape di rumah," keluh Shena yang akhirnya tangis itu kian pecah.
Deg..
"Ya Tuhan! Aa benar benar minta maaf." Fajar yang merasa sangat bersalah tentu kini sedang merutuk dirinya sendiri, ada saatnya ia memang kurang peka dalam satu kondisi yang akhirnya menimbulkan kesalah pahaman diantara mereka berdua.
__ADS_1
Tak di pungkiri, memang dua bulan ini pria dua anak tersebut sangat sibuk hingga tak jarang harus pulang setelah jam makan malam selesai, hingga Shena dan si kembar harus di jaga secara bergantian oleh keluarga karna sampai saat ini mereka masih tinggal di rumah abah dan Enin, dan demi membuang rasa bosan di rumah dengan aktifitas yang selalu itu dan itu, shena jarang sekali menolak saat di ajak jalan jalan walau kadang sekedar makan siang atau membeli keperluan kedua putrinya bersama sang ibu mertua atau kakak iparnya yang bergantian siapa saja yang sempat dan punya waktu menemani Shena.
Apa lagi kini ZaRa dan XaRa sudah besar, mereka seolah mengerti saat bubunnya datang, si kembar akan melakukan aksi ngereog berjamaah ala ala bayi yang sangat menggemaskan hingga wanita itu tak sanggup jika tak membawa kedua cucunya jalan jalan.
"Akhir pekan ini kita jalan jalan ya, Sayang. Aa akan temenin kamu kemana pun kamu mau. Anggap ini salah satu cara Aa untuk menebus kesalahan. Aa pikir kamu sudah cukup bepergian kemarin. Maka itu, saat ada waktu sedikit Aa mampir sebentar untuk beli kan kamu dan si kembar hadiah, maaf ya," ucap Fajar, kini ia tak lagi perduli dengan pekerjaannya, yang ia pikirkan adalah mental dan kewarasan Shena yang harus bahagia karna ia adalah bidadari dalam rumah tangga yag sedang dijalani.
.
.
__ADS_1
.
Sejauh apapun aku pergi, hatiku tetap tertinggal, seramai apapun orang di sekitar , aku teteap merasa sepi karna bukan bersama Aa.. Rasanya akan beda karna sebaik apapun mereka gak akan ada yang sebaik Aa...