Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Enak A', mau lagi dong."


Bagai mendapat angin segar, Fajar yang mendengar hal tersebut membola kedua matanya saking tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Shena. Ia yang awalnya hanya sekedar mencoba malah justru di nikmati.


"Kamu--, gak takut?" tanya Fajar dengan tatapan penuh selidik.


"Takut apa?"


Bukan menjawab, Fajar kembali menyerang bibir ranum milik istrinya yang teramat manis di nikmati. Detik tiap detik yang terlewat saat ini ia harap bukan mimpi atau khayalan namun benar-benar terjadi antara ia dan Shena.


"Huft--, Aa kok gak kaya tadi?" protes Shena yang merasa ciuman suaminya kali ini sedikit menuntut dari sebelumnya.


"Maaf, Sayang- Aa--," ucap Fajar yang terpotong karna Shena yang kali ini menciumnya.


Hampir 2 menit saling menyesap, akhirnya kedua daging kenyal itu terlepas lagi karna Shena kembali menarik napas.

__ADS_1


"Tuh, gitu. Kan enak."


Fajar yang mendengar hal tersebut sungguh malu luar biasa namun ada rasa bahagia juga yang tak terkira. Bagaimana tidak? karna hal ini sudah di tinggunya lebih dari 3 tahun, dari si kembar baru bisa duduk sampai kini sudah bisa main ke Neraka.


Tak ingin terburu-buru, Fajar menarik tubuh langsing namun berisi istrinya ke dalam dekapan, ia tenggelamkan wajah yang sudah terpancing birahi itu ke ceruk leher Shena. Dengan lembut dan penuh ke hati hatian karna takutnya wanita itu sadar dengan apa yang sedang ia lakukan.


Dua tanda merah sudah di berikan Fajar sebagai tanda jika Senandung sudah menjadi miliknya lagi secara utuh. Serasa tak ada perlawanan apa lagi tubuh yang gemetar menahan takut, Fajar pun langsung menggendong Shena ala Bridal Style ke dalam kamar.


Di tengah ranjang yang kini tak lagi sehangat dulu Fajar membaringkan tubuh wanita halalnya, ia sibakkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik bidadari dunianya tersebut agar bisa memastikan ekspresi yang akan di berikan Shena saat ia akan melakukan hal yang lebih jauh.


"Ikuti saja kata hati dan naluri mu ya, jangan takut dengan semua sentuhan ku," pesan Fajar yang di iyakan oleh Shena dengan anggukan kepala pelan.


Ciuman dari bibir kini turun lagi ke leher, seperti kata sang suami, Shena mengikuti nalurinya hingga sadar tak sadar ia mendongakkan lehernya agar bibir Fajar bisa dengan leluasa menyusuri setiap inci bagian tubuh itu sebelum akhirnya singgah ke area yang lain.


Aaaargh....


Suara merdu itu terdengar lagi di telinga Fajar saat tangannya mulai menyentuh salah satu bagian daging kenyal yang menantang, rasanya Fajar tak kuat lagi menahan hasratnya untuk kembali bak bayi besar yang ke hausan.

__ADS_1


Senyum lebar terukir di ujung bibir Fajar dengan perasaan luar biasa bahagianya sebagai suami yang baru bisa lagi singgah di lembah hangat yang ia rindukan.


"Boleh ku buka?" Pinta Fajar yang hatinya berdegup hebat antara penasaran akan di izin kan atau tidak.


"Boleh, A," jawab Shena dengan senyum tanpa beban apa lagi takut dan itu membuat Fajar tak akan lagi membuang kesempatan.


Ia yang baru akan menurun kan resleting dress yang di kenalan Shena langsung terlonjak kaget saat pintu di buka dengan Keras dan tiba tiba.


.


.


.


Kakak Adek, Pulaaaaaaang.....


***🍂🍂*** TAMAT 🍂🍂

__ADS_1


Terimakasih semuanya, sudah 4 bulan nemenin Shena dan Fajar.. Terima kasih untuk like komen Vote dan poin terutama koin.. semoga apa yang kalian berikan akan berbalik jadi karma baik untuk kalian lagi.. sampai ketemu di cerita keluarga Rahardian yang lain yaaaa 😘😘😘😘


__ADS_2