
🍂🍂🍂
Satu minggu berlalu, Shena yang hari itu juga di bawa langsung pulang menuju rumah sakit tetap tak ada perubahan yang menggembirakan bagi pihak keluarga termasuk suaminya sendiri.
Tatapan wanita itu kosong dengan lelehan cairan bening yang tak henti dari ujung matanya sekali pun sedang terlelap. Shena yang belum bisa di ajak bicara semakin membuatnya terlihat sangat menyedihkan. Hati suami mana yang tak sakit melihat istri yang begitu di cintai bagai boneka tak bernyawa.
Entah harus bagaimana lagi Fajar meminta maaf atas kelalaiannya hari itu dan merutuk dirinya sendiri.
Andai waktu bisa kembali, ia tak akan membiarkan Shena pergi sendiri dan andai waktu bisa kembali ia tak akan membawa Shena ke tempat yang begitu jauh yang tak semua bisa bersikap baik padanya.
__ADS_1
"Sayang--, lihat aku, ku mohon," bisik Fajar yang sudah tak terhitung sudah berapa kali meminta hal tersebut pasa Shena.
7 hari ini sangat berat di lalui olehnya karna harus berpisah dari ZaRa dan XaRa juga, tangis Fajar akan selalu pecah saat kedua putrinya itu sudah memanggil MAMA, si cantik yang baru bisa bicara sedikit sedikit itu seolah merasakan apa yang sang pemilik surga rasakan.
"Shena masih demam?" tanya Bubun yang ikut terus mendampingi.
"Udah turun, Bun," jawab Fajar sambil menghampus air amat di ujung mata pemilik hatinya.
Fajar yang tak beranjak sama sekali tak perduli lagi dengan dirinya sendiri, semua ia lakukan di rumah sakit tanpa pulang ke rumah utama meski sekedar istirahat dengan nyaman.
__ADS_1
"Kamu belum makan A'?, Enin senjaga buatkan makan siang untukmu," kata Bubun
Tak banyak yang bisa di lakukan sang ibu mertua kecuali memasak masakan kesukaaan cucunya agar Fajar merasakan rasa perduli yang tak bisa di luapkan oleh Enin secara langsung untuk saat ini sebab baru Abah yang datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Shena. Pria baya itu malah dengan sengaja sedikit berbohong agar Enin tak terlalu khawatir, karna jauh sebelum di persunting oleh Fajar, Enin sudah menyayangi Shena layaknya cucu sendiri.
"Aku belum lapar, Bun. Nanti aja," jawab Fajar.
Kadang, saat Shena menangis tanpa suara justru Fajar yang sesegukan sedih karna yang sakit yang di alami sang istri bukan fisik, tapi hati dan mentalnya.
Belum lagi pernyataan Dokter yang cukup mengagetkan semua pihak keluarga, dimana menantu kedua Lee Rahardian Wijaya itu kini sedang mengalami trauma psikologis yang berujung Amnesia, kondisi ini juga dikenal dengan sebutan Amnesia Disosiatif. Meski jarang terjadi tapi Amnesia disosiatif ini selalu dikaitkan dengan tingkat stres yang berlebihan akibat trauma psikologis yang disebabkan oleh pelecehan seksual.
__ADS_1
Pengidap amnesia disosiatif akan kehilangan kemampuan untuk mengingat informasi penting tentang kehidupannya, beberapa kenangan, orang terdekat, momen kebersamaan yang mungkin semua itu hilang dari ingatan termasuk identitas dirinya sendiri.