Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 133


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Shena yang berputar putar di depan cermin mengeluarkan banyak ekspresi di wajahnya, mulai dari sedih, tak percaya dan senyum yang sedikit di paksakan. Semua ini terjadi karna bentuk tubuhnya yang belum kembali seperti dulu lagi.


"Masih bulet kaya donat," gumam Shena sambil meraba kedua pipinya yang memang berisi.


Ia menoleh kearah ranjang tempat dimana kedua putrinya berada, ZaRa yang belum tidur nyatanya malah mengganggu sang adik yang sudah terlelap lebih dulu.


"ZaRa, jangan dong," kata Shena sambil mengangkat tubuh bayi berusia 7 bulan itu agar sedikit menjauh.


"Adekmu kan lagi bobo, kamu kenapa gak bobo, hem?" tanyanya yang hanya di balas senyum lebar yang langsung memperlihatkan dua gigi bawah yang baru tumbuh.


Di banding XaRa, sang kakak memang jauh lebih aktif tapi si bungsu sedikit rewel yang kadang membuat Shena merasa ia punya bayi lebih dari dua.


**Cek lek**..

__ADS_1


Shena menoleh kearah pintu, ia kaget karena benda bercat putih itu di buka oleh seseorang tanpa mengetuknya lebih dulu.


"Sayang--," panggil Fajar sambil masuk kedalam kamar, di tangannya ada beberapa Paper bag berwarna merah muda dan biru.


"Loh, Aa kok udah pulang?" tanya Shena bingung. Ia sampai melirik ke arah Jam menunjukan pukul dua siang.


"Hem, kangen kalian," jawab Fajar yang terus berjalan ke arah ranjang, tempat dimana kini anak dan istrinya berada.


"Oh, lalu ini apa?" tanya Shena lagi yang fokus matanya justru pada apa yang di bawa sang suami, dari yang ia lihat semua nampak lucu lucu dan menggemaskan.


Bukan senang, perasaan Shena malah mencelos sakit mendengar semua yang di jabarkan oleh Fajar yang katanya mampir sebentar khusus membelikan semua ini.


Shena sampai tak berniat untuk membuka satu persatu isi paper bag yang tadi membuat nya penasaran.


"Aa Tumben belanja sendiri? kenapa gak ajak aku? malu ya?" tanya Shena langsung tanpa basa basi apa lagi pakai kode marah marah tak jelas.

__ADS_1


Fajar yang mendengar petanyaan tersebut malah mengernyitkan dahi, ia bingung kenapa Shena punya pikiran sejauh itu.


"Sayang, maksudmu Aa malu apa?" tanya balik Fajar.


"Iya, Aa sampe pergi sendiri beli semua itu tanpa aja aku, Aa pasti malu sekarang bawa aku, aku gendut, aku lemak semua, pipiku bulet, semua yang ada di tubuh ku memang gak enak buat di lihat orang lain. Aku aja enek," ujarnya yang tadi sambil bangun, entah apa yang sedang di lakukan Shena yang jelas suaranya cukup lain dan bergetar.


"Pikiranmu terlalu jauh jika menganggap ku seperti itu, Sayang. Sudah ku bilang kan jika aku mampir, masa kamu tak paham juga, Shena?" balas Fajar yang tak mau kalah.


Shena yang kesal lalu membalikkan tubuhnya karna sang sang suami sedikit menaikan nada bicaranya barusan, dan itu di luar kebiasaan Fajar sampai saat ini.


"Iya! aku tak paham! untuk apa aku paham semua itu, karna untuk paham dengan diriku sendiri saja aku tak mampu!" teriak Shena.


Pria yang kaget luar biasa itu langsung menghampiri istrinya, pelukannya di tolak dengan cara menepis yang cukup lumayan kasar


"Sayang, kamu salah paham. Aa minta Maaf kalau kamu tersinggung tapi Aa gak ada maksud seperti yang kamu kira barusan," jelas Fajar yang mulai panik karna Shena sudah meneteskan air matanya.

__ADS_1


Ia terluka karna perasaannya sedang sangat sensitif sekali. Mereka yang selalu bersama nyatanya hari ini Fajar justru pergi sendiri untuk belanja banyak barang seorang diri tanpa Shena tahu.


__ADS_2