Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 61


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Shena menggelengkan kepala saat Fajar mengajaknya kembali melakukan hal yang menyenangkan, miliknya sudah siap bertempur jadi jangan sampai di tinggal pas lagi tegang tegangnya.


"Sekali, yakin gak akan sakit," rayu Fajar.


"Perih A', ini aja masih berasa ganjel ih," keluhnya dengan apa yang masih ia rasakan.


Siapa pun pasti tak akan menyangka jika Shena bisa dan siap melakukan malam pertama yang sesungguhnya tanpa Drama ketakutan yang berlebihan. Meski memang tak di pungkiri tetap sangat terlihat dengan jelas tapi Fajar dengan sabar dan pelan meyakinkan istrinya itu jika apa yang ia rasa dan ia dapatkan sebagai seorang istri tak akan pernah sama seperti dulu.


"Kamu udah keluar?" tanya Fajar yang memang melihat Shena sudah rapih.


"Udah dong, udah berantem juga sama Lilin," adunya sambil cekikan namun Shena berubah tertawa lepas saat melihat kedua alis suami tampannya bertaut.


"Berantem sama Lilin? rebutan apa lagi sih, Sayang?" tanya Fajar yang mengira dua orang itu berebut Sang Tuan besar Rahardian.

__ADS_1


"Gak rebutan apa-apa. Aku cuma minta Lilin panggil aku kakak," jawabnya yang langsung membuat Fajar membuang napas kasar.


Pada Bintang saja, ia tak mau apa lagi pada Shena yang jarak umurnya sangat jauh belum lagi sejak awal bertemu tak ada kejadian manis di antara mereka hingga sekarang.


"Sampe neraka bersalju pun dia gak akan mau, jadi gak perlu buang buang tenaga buat berantem lagi ya, Sayang," mohon Fajar.


"Harus mau!"


Fajar tertawa kecil, gemas rasanya pada Shena yang terlalu polos karna dulu ia pikir akan mendapat istri seperti Bintang dan Rinjani yang akhirnya ia juga di jodohkan dengan Alina yang karakternya sama seperti wanita wanita pada umumnya.


"Sehari aja kalian tuh akur bisa gak sih?" tanya Fajar sambil memijit pelipisnya sendiri.


"Lilin Ngepet loh yang cari gara gara terus, bukan aku," belanya sendiri mulai kesal seolah Sang suami menyamakan mereka berdua.


"Iya, Sayang, iya. Tapi, lain kali jangan di ladenin ya. Gak usah di bales, kalau kamu samanya nanti keriput loh keseringan marah marah, Ok," rayu Fajar sambil mengusap usap pipi Shena yang mulus.

__ADS_1


"Aku gak bales, biarin aja! Kalau Lilin ledekin aku, mau ku culik Phiunya gak akan pulangin," ancam nya kelak pada sang adik ipar.


Fajar yang tak kuat menahan tawa sampai mengeluarkan cairan bening di ujung matanya. Tak ada yang seberani Shena jadi rasanya sang istri harus banyak banyak di acungi jempol karna setiap pembalasannya berhasil membuat Si kuncen akhirat tak berkutik saking lemasnya.


"Ok--ok terserah kamu, tapi kamu harus inget kalau Lilin sekarang mendadak punya SEKUTU, Sayang," kata Fajar lagi mengingatkan karna kadang bukan satu lawan satu tapi dua bahkan tiga lawan satu jika Abang Asha ikut jahilnya.


"Siapa?" tanya Shena penasaran dan tak terlalu paham dengan yang di bilang suaminya.


"Ya itu Si El Demoy," jawab Fajar.


.


.


.

__ADS_1


Haaah?! si Demoy jadi Kutu? KUTU KUPRET..


__ADS_2