Menjadi Gundik Suamiku

Menjadi Gundik Suamiku
BAB 21


__ADS_3

HAPPY READING


"Club' tempat terjadinya kejadian empat tahun lalu adalah club' Mami Flora, Tuan," ucap Mark memberi penjelasan pada Nadhif.


"Bukankah Club' Mami Flora berada di tempat yang biasa sekarang aku temui?" tanya Nadhif.


"Club' lamanya, Tuan. Setelah kejadian itu, Mami Flora menutup club' tersebut dan membuka di tempat yang baru untuk melupakan bayang-bayang itu, Tuan," jawab Mark.


"Apa hubungan wanita itu dengan Mami Flora, Mark? Kenapa Mami Flora sampai segitu pedulinya hingga sampai menutup club' tersebut?" tanya Nadhif.


"Aku tidak tahu pasti, Tuan. Tapi yang pasti, perempuan itu sangat berpengaruh dalam hidup Mami Flora," jawab Mark yakin.


"Apa kau yakin dengan info ini, Mark?" tanya Nadhif lagi memastikan kebenaran info yang dia dengar.


Mark mengangguk yakin. "Detektif kepercayaan kita yang mendapat info ini, Tuan," jawab Mark.


"Langsung saja, Mark. Apa Boy menemukan nama wanita itu?" tanya Nadhif menyebut nama Boya, detektif kepercayaannya yang sudah bertahun-tahun bekerja untuknya.


Biasanya, Boy hanya Nadhif pakai untuk mencari pengkhianat perusahaan dan sesuatu yang dianggapnya sangat penting, termasuk mengenai kasus ini.


Mark menggeleng. "Tapi Boy menemukan kalung ini, Tuan," ucap Mark memberikan sebuah kalung yang sejak tadi berada di sakunya kepada Nadhif.


Nadhif mengambil kalung tersebut dan mengamatinya. "Ini bukan kalung biasa, Mark," jawab Nadhif.


Mark mengangguk setuju. Pikirannya sama sepeti Nadhif saat pertama kali melihat kalung itu. Mahal dan elegan.


"Sepertinya perempuan itu bukan orang biasa, Tuan," jawab Mark.


Nadhif mengangguk yakin. "Aku mau bertemu Mami Flora, Mark. Kau urus Perusahaan," ucap Nadhif langsung berdiri dan meninggalkan Mark sendiri. Tangan Nadhif menggenggam kuat kalung tersebut, setelah itu memasukkan ke saku jasnya agar tak tercecer.


.....


Nadhif menghentikan mobilnya di depan club' yang nampak sepi itu. Tentu saja sepi. Ini masih pukul empat sore, tentu club' masih sangat sepi. Karena para kelelawar akan memasukinya nanti saat jam malam.


Nadhif turun dari mobil dan berjalan tegas memasuki club'. "Aku mau bertemu Mami Flora," ucap Nadhif pada penjaga club' dengan memperlihatkan kartu membernya.


Penjaga tersebut mengangguk dan memberi jalan kepada Nadhif. Jelas mereka langsung mengizinkan tanpa membantah, Nadhif adalah salah satu member VVIP club' tersebut.


Nadhif melangkahkan kakinya memasuki club'. Tanpa melihat sekitarnya, Nadhif langsung berjalan menuju ruangan Mami Flora.

__ADS_1


Tanpa mengetuk dan mengucap apapun, Nadhif langsung membuka pintu dan memasuki ruangan Mami Flora.


Nadhif berdecak melihat Mami Flora yang sedang menyatukan bibirnya dengan seorang lelaki paruh baya. "Mami," panggil Nadhif cukup keras.


Mami Flora dan lelaki itu berhenti. Mami Flora menoleh ke pintu dan melihat Nadhif.


"Keluarlah dulu, aku ada urusan sebentar," ucap Mami Flora pada lelaki itu yang dengan patuh mengangguk dan keluar dari ruangan Mami Flora.


Mami Flora berdiri dan di kursi depan meja kerjanya. "Ada apa Tuan Nadhif?" tanya Mami Flora ketika Nadhif sudah mendudukkan tubuhnya di kursi seberang Mami Flora.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Nadhif basa-basi.


Mami Flora mengangguk. "Seperti yang kau lihat, aku terlihat sangat segar, bukan?" tanya Mami Flora.


Nadhif mengangguk setuju. Meskipun sudah berumur, tapi Mami Flora memang terlihat cantik. Tapi tenang, selera Nadhif masih normal, lebih cantik Mira dari pada Mami Flora menurutnya.


"Tidak biasanya kau siang datang kesini, Nadhif," ucap Mami Flora.


Nadhif mengangguk setuju. Apa yang dikatakan Mami Flora memang benar. Karena biasanya, Nadhif akan ke club' ini saat jam sepuluh malam ke atas.


"Ada sesuatu yang mau aku tanyakan, Mami," ucap Nadhif.


Mami Flora menatap Nadhif. "Apa?" tanya Mami Flora tenang. Dalam hati dia berdoa agar Nadhif tidak bertanya mengenai Mira.


Sebelum pergi tadi, Nadhif memang mendapat alamat itu dari Mark bersamaan dengan kalung yang diberikan Mark tadi.


Mami Flora mengambil kertas tersebut. Tubuh Mami Flora menegang membaca alamat tersebut. Namun dengan sekuat tenaga, Matanya menunjukkan ketenangan.


"Ada apa dengan alamat ini, Nadhif?" tanya Mami Flora Santai.


"Apakah di alamat itu pernah berdiri club' ini, Mami?" tanya Nadhif.


Mami Flora mengangguk. Ini memang benar alamat club' lamanya. Club' yang membuat dia memberikan kesengsaraan untuk gadis tujuh belas tahun itu.


"Apa kau ada urusan dengan alamat ini?" tanya Mami Flora lagi.


Nadhif mengangguk yakin. "Aku pernah datang ke club' tersebut empat tahun lalu," ucap Nadhif.


"Lalu?" tanya Mami Flora.

__ADS_1


"Aku juga pernah meniduri seorang wanita club' itu, Mami," jawab Nadhif.


Dahi Mami Flora mengernyit heran. "Bukankah itu biasa kau lakukan? Itu adalah kebiasaan mu setiap malam, Nadhif. Disini pun kau begitu," ucap Mami Flora terlampau jujur.


Nadhif mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Mami Flora. Tapi bukan itu masalahnya. "Tapi itu adalah pertama kali aku meniduri seorang perempuan, yang mana aku adalah orang pertama yang mengambil kesuciannya," ucap Nadhif mengatakan yang sebenarnya.


Mami Flora masih diam menunggu kelanjutan cerita Nadhif.


"Aku perkirakan, gadis yang aku tiduri masih berusi tujuh belas tahun. Aku mengambilnya secara paksa karena pengaruh obat dalam minumanku. Dalam kegelapan, aku mengambil kesuciannya," lanjut Nadhif.


Jantung Mami Flora mulai berdetak cepat. Dia takut dugaan yang ada dihatinya saat Nadhif bercerita adalah sebuah kebenaran.


"Apa dulu ada anak asuh Mami yang berusia tujuh belas tahu?" tanya Nadhif.


Mami Flora terdiam. Pikirannya tertuju pada satu orang sekarang ini. Tapi Mami Flora harus diam terlebih dahulu, dia ingin mendengar informasi lebih dalam lagi.


"Aku lupa, Nadhif. Karena semua anak asuh ku dulu, ada yang pergi dan memilih hidup dengan layak, dan ada beberapa yang masih bekerja denganku. Tapi usia mereka, diatas dua puluh lima tahun," ucap Mami Flora menjawab.


Nadhif mengangguk mendengar jawaban Mami Flora. Matanya menatap lurus Mami Flora yang nampak gelisah karena tatapannya.


Ada sesuatu yang kau sembunyikan. Batin Nadhif.


Tangan Nadhif mengambil sesuatu dari saku jasnya. "Apa ada sebuah kejadian yang membuatmu memindahkan lokasi club' mu, Mami?" tanya Nadhif santai.


Mami Flora menggeleng. "Tempat ini terasa lebih strategis," jawab Mami Flora dengan setengah kebenarannya.


Lagi dan lagi, Nadhif hanya mengangguk mengerti mendengar jawaban Mami Flora. Setelah itu, tangannya mengambil sesuatu dari saku jasnya.


"Apa kau mengenal kalung ini?" tanya Nadhif menyodorkan kalung tersebut kepada Mami Flora.


Mami Flora menatap kalung tersebut dan mengambilnya.


Una. Batin Mami Flora mengingat bahwa kalung nan mahal dan elegan ini hanya dimiliki oleh gadis tujuh belas tahun itu.


Mami Flora mengamati kalung tersebut. Dia ingat, untuk menandakan keaslian kalung ini, bisa dilihat dari rantainya.


Apa semua dugaan ku ini benar? batin Mami Flora bertanya-tanya.


Dengan teliti, Mami Flora melihat rantai kalungnya. Hanya orang yang mengenal dekat pemiliknya lah yang tahu mengenai keaslian kalung ini.

__ADS_1


DEG


...****************...


__ADS_2