Menjadi Gundik Suamiku

Menjadi Gundik Suamiku
BAB 30


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


"Aku hanya khawatir dengan hanum," jawab Nadhif beralasan. tidak ada yang salah dengan alasannya, tapi ada perasaan yang Nadhif tidak mengerti di sudut hatinya untuk Una.


Una tersenyum. "Peduli pada Hanum? atau tidak mau jika aku bersama lelaki lain, Tuan?" ucap una bertanya dengan tatapan menggoda Nadhif.


"ck! yang benar saja? tentu aku hanya memikirkan Hanum," jawab Nadhif seolah merendahkan kepercayaan diri una.


"Kalau begitu tuan pulang duluan, saya titip Hanum di rumah, ya," ucap Una dengan santai menatap Nadhif dengan senyum manisnya.


"Kita pulang!" ucap Nadhif ketus dan langsung menjalankan mobilnya untuk meninggalkan area club.


Sepanjang perjalanan, una tersenyum menatap sang suami. Sungguh, dia tidak menyesali sama sekali pertemuannya dengan Nadhif.

__ADS_1


"Kau kesurupan?" tanya Nadhif yang menangkap tatapan Una.


Una mengangguk. "Aku kesurupan melihat ketampanan suamiku," ucap una menggoda Nadhif.


Nadhif terkekeh meremehkan, tapi dalam hatinya senang mendengar gombalan yang baru saja una sampaikan. Gombalan? oh sungguh, dia tidak percaya jika una bisa memberikan gombalan.


"Apa seperti ini gombalan yang kau berikan kepada pelangganmu?" tanya Nadhif santai. sekarang kedua manusia itu terlibat dengan suasana yang lebih santai sekarang.


Una mengangguk. "tentu, Tuan. Tuan senang dengan gombalanku? kalau iya, ayo jadi pelangganku," ucap una santai menawarkan dirinya sendiri kepada Nadhif. una tidak berbohong bukan, dia memang sedang menggombal untuk pelanggannya, walaupun yang Nadhif kenali adalah Mira, bukan Una.


Nadhif berdecih pelan. "Aku tak sudi dengan lubang yang sudah dimasukki banyak orang," ucap Nadhif santai, namun semua itu sangat berpengaruh bagi hati Una.


"Tentu tidak!" jawab Nadhif yakin.


"Kenapa tuan yakin? memang tuan pernah merasakan milikku?" tanya Una menatap polos sang suami dengan segala gaya tenang dan santainya seolah apa yang sekarang dia bicarakan adalah hal yang lumrah.

__ADS_1


Nadhif berdehem. Mendengar pertanyaan una membuatnya tiba-tiba gugup dan wajah lelaki itu memerah. mengapa dia yang malu mendengar pertanyaan una? sedangkan yang Nadhif lihat una nampak sangat santai tanpa terpengaruh apapun.


tidak tahu saja jika saat ini telinga yang berada dibalik kerudung una sudah merah karena malu.


"Ayo rasakan sekarang, tuan," ucap una lagi semakin menghilangkan malunya saat ini. Tidak apa, toh dia juga bicara dengan suaminya sendiri. Bukannya dosa, malah dia berpahala karena menggoda suaminya sendiri.


"Murahan sekali," ucap Nadhif menggeleng tak percaya dengan apa yang dikatakan Una.


"Murah sama suami sendiri pahala lo, tuan. Dan sayang terhadap istri juga pahala," jawab Una santai yang sama sekali tak terpancing dengan perkataan Nadhif.


"Dan satu lagi, Tuan. Saya mungkin murahan, tapi lubang saya sangat mahal."


......................


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.

__ADS_1


BTW, cuma mau kasih info kalau mulai sekarang, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini, aku akan aktif nulis lagi, ya. kita akan berkomunikasi intens lewat karya-karya aku.


dan yang paling penting, aku minta maaf karena baru bisa update lagi. Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰


__ADS_2