Menjadi Gundik Suamiku

Menjadi Gundik Suamiku
BAB 27


__ADS_3

HAPPY READING


Setelah pertemuan dengan herman, kini di kursi café itu hanya ada nadhif dan David. Kedua lelaki itu sengaja masih duduk disana karena ada yang akan mereka bicarakan. “bagaimana perusahaan hari ini, David?” tanya nadhif.


“baik, tuan. Setelah ini saya akan kembali ke kantor,” jawab David patuh.


Nadhif mengangguk. Lelaki itu menyandarkan tubuhnya ke kursi dan menghela nafas pelan. “apa mungkin jika Wanita empat tahun lalu mengandung anakku, David?” tanya nadhif dengan pandangan jauh ke depan.


“apa tuan keluar di dalam?” tanya David.


Nadhif mengangguk pasti. “berkali-kali, David,” jawab nadhif menghela nafas.


“boleh saya bertanya sesuatu, tuan?” tanya David yang dibalas anggukkan kepala oleh nadhif.


“sebenarnya saat ini apa tujuan tuan mencari Wanita itu?” tanya David yang dibalas tatapan heran oleh nadhif.


“apa kau serius dengan pertanyaanmu, David?” tanya nadhif tak percaya.


“tentu, tuan. Dulu sebelum menikah, mungkin tujuan tuan memang untuk bertanggung jawab. Tapi sekarang tuan sudah memiliki nyonya una dan hanum. Jika Wanita itu kita temukan, apa yang tuan lakukan? Tidak mungkin jika tuan menikahinya sedangkan sudah ada istri dan anak disisi tuan,” ucap David menjabarkan maksud pertanyaanya pada nadhif agar lekaki itu paham.


“bentuk tanggung jawab tidak harus dengan menikahinya, David. Bisa saja nanti aku memintamu untuk menikahinya,” ucap nadhif yang menimbulkan raut keterkejutan dari wajah David.


Nadhif terkekeh melihat ekpsresi asistennya itu. “aku hanya ingin memastikan masa depannya baik, David. Dan untuk una dan hanum, mereka memang tanggung jawabku sekarang. Jika kita berhasil menemukan Wanita itu, aku memang tidak akan menikahinya. Tapi alasannya bukan una,” jawab nadhif santai.


“anda memiliki Wanita lain?” tanya David menangkap maksud nadhif.


“kau tahu bagaimana aku sebelum menikah dengan una,” jawab nadhif yang membuat David terdiam.


“aku harus pergi sekarang,” ucap nadhif dan langsung berdiri. “kau kembali ke kantor kan? Aku serahkan kantor sehari ini padamu, David. Aku percaya padamu,” ucap nadhif menatap David dan segera berjalan keluar café.


David menghela nafas menatap kepergian bosnya itu. “bisa-bisanya satu hati tapi memikirkan tiga Wanita,” gumam David menggeleng mengingat bagaimana nadhif saat ini.

__ADS_1


…..


Malam yang sejak tadi dinantikan nadhif akhirnya datang. Matahari telah berlalu untuk beristirahat digantikan bulan menerangi bumi dengan cahaya redupnya. Nadhif berjalan menuruni tangga satu persatu. Lelaki itu nampak sangat tampan dengan kemeja hitam dan juga jeans hitam yang dia kenakan malam ini.


Mata nadhif melihat sekitar lantai satu untuk mencari keberadaan una. Saat sampai di depan ruang keluarga, dia mendengar suara televisi dan disana sudah ada una bersama hanum yang menonton televisi.


Hanum yang tadinya rebahan di paha una kini sudah duduk dengan tegap. Anak itu tersenyum menatap nadhif yang berdiri menatap dia dan ibunya. “hanum izin nonton bolehkan, tuan?” tanya hanum pelan.


Nadhif tersenyum dan mengangguk. Setelahnya dia beralih menatap una yang juga menatapnya. “ikut aku,” ucap nadhif dan langsung berjalan menuju pintu rumah.


“ibu susul tuan sebentar ya, nak,” ucap una yang dianggukki oleh hanum.


Una berjalan sedikit cepat menyusul nadhif yang kini sudah berdiri di teras rumahnya. “ada apa, tuan?” tanya una lembut.


“kau tidak bekerja malam ini kan?” tanya nadhif to the point.


Aku melayanimu malam ini, tuan. Batin una menjawab. Tapi kenyataanya Wanita itu menggeleng. “tidak tuan,” jawab una.


“bagus. Hanum masih membutuhkanmu untuk disampingnya. Aku harap kau tidak bekerja mala mini. Batalkan janji dengan klien atau pelangganmu,” ucap nadhif tajam seorang una benar-benar seorang Wanita panggilan.


Nadhif berdecih. Setelahnya lelaki itu melangkah menuju mobil yang sudah terparkir di depannya. “tuan akan kemana?” tanya una menghentikan Langkah nadhif.


“tidak perlu kau tahu,” jawab nadhif ketus.


Una tersenyum lembut. “aku hanya ingin mencari jawaban jika nanti hanum menanyaimu, tuan,” jawab una lembut.


“ada hal penting. Dan tentunya lebih penting darimu,” ucap nadhif dan langsung berjalan memutari mobil menuju sisi kemudi.


Una memandang mobil nadhif. Dia juga harus cepat agar nadhif tak menunggu lama disana.


Setelah mobil nadhif benar-benar hilang dari pandangannya, sebuah mobil sedan memasuki pekarangan rumah nadhif. Una tersenyum. Mami flora datang diwaktu yang tepat.

__ADS_1


“apa mami terlambat?” tanya mami flora setelah turun dari mobilnya.


Una menggeleng. “nadhif baru saja pergi, mami. Sekarang ayo kita masuk dulu. Una harus bicara dengan hanum untuk pamit,” ucap una yang dianggukki oleh una.


Una dan mami flora sampai di ruang keluarga. Una mencoba bicara dengan hanum dan membujuk anak itu untuk tinggal berdua dengan mami flora mala mini karena dia ada pekerjaan yang diberikan oleh nadhif.


Membawa nama nadhif sangat manjur karena hanum langsung memberi izin. Una juga tidak berbohongkan? Dia memang pergi untuk bekerja dengan nadhif. Bekerja memberikan kesenangan untuk suaminya itu.


“ibu hati-hati, ya,” ucap hanum perhatian.


Una mengangguk. “hanum jangan tidur malam dan gak boleh nakal sama nenek mami, ya,” ucap una yang langsung diangukki oleh hanum.


“una pamit, mami,” ucap una beralih pada mami flora.


Mami flora tersenyum dan mengangguk. “sukses nak,” ucap mami flora yang dibalas senyum manis oleh una.


…..


Una pergi ke club mami flora dengan diantar oleh sopir mami flora yang tadi datang ke rumahnya. Beberapa menit berkendara mobil itu sampai di parkiran club. Sebelum turun, una memastikan sekitarnya agar tak bertemu dengan nadhif. Bisa gawat jika nadhif kembali melihatnya disini.


Setelah merasa aman, una langsung masuk lewat pintu belakang club yang langsung terhubung dengan Lorong kamar-kamar yang biasa digunakan oleh pengunjung club.


“bismillah. Semoga mas nadhif belum sampai,” gumam una membuka pintu dengan perlahan.


Una menatap sekeliling kamar yang gelap. Dia bernafas lega karena kamar masih kosong dan lampu yang belum menyala. Dengan segera una berjalan menuju pintu kamar mandi untuk mengganti pakain dengan baju dinasnya.


Sedangkan di Lorong kamar, nadhif berdecak saat ponselnya ketinggala di mobil. Mau tidak mau dia harus kembali ke parkiran untuk mengambil ponselnya.


Setelah mengambil ponsel dan berjalan memasuki club lewat pintu depan, mata nadhif menyipit melihat seseorang yang sangat dia kenal. "Sialan!"


...****************...

__ADS_1


Semoga menikmati, ya teman-teman. Jangan lupa kasih like dan komentar kalian, biar aku makin semangat, yaa.


Jangan lupa mampir di Instagram aku ya, @nonamarwa_ Kalian bisa melihat postingan-postingan bermanfaat disana dan juga mengenai semua karya-karya ku. Terimakasih ,,,,,,,


__ADS_2