Menjadi Gundik Suamiku

Menjadi Gundik Suamiku
BAB 32


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


Nadhif segera pergi dari sana karena tak bisa berpikir dengan jernih. perkataan una yang mengatakan pemerkosaan tadi masih sangat mempengaruhi Nadhif.


Mami Flora berjalan mendekati una. "Kenapa bisa pulang berdua, una?" tanya mami flora dengan sedikit terkejut.


Una menghela nafas pelan. wanita itu menarik lembut tangan mami flora untuk kembali duduk di sofa. "Una ketahuan sama mas nadhif," jawab una lesu.


"Ketahuan maksudnya?" tanya Mami flora bingung.


"Iya, tadi waktu una mau jalan ke kamar, ada mas Nadhif di belakang una, gak tau datang darimana," jawab una jujur. sampai sekarang wanita itu juga bingung kenapa Nadhif bisa melihat kedatangannya.


"Kenapa, ya?" gumam mami flora ikut bungung mendengar cerita una.


"Apa kamu ketahuan?" tanya mami flora lagi.

__ADS_1


Una menggeleng. "Untungnya belum, mi. kalaupun ketahuan tadi una hanya bisa pasrah," jawab Una lesu.


"Syukur kalau gitu. gak kebayang gimana kalau nadhif bisa tahu," ucap mami flora lega.


"Iya, mi. jika ketahuan, mungkin cinta mas nadhif untuk mira juga bakal hilang kayaknya," ucap Una pelan.


"Itu artinya, Tuhan masih kasih kesempatan kamu untuk mendapat cinta suami kamu, meski harus dengan identitas lain, una," ucap Mami flora menyemangati una.


Una tersenyum dan mengangguk. "Mi," panggil Una pelan.


"Iya, nak," jawab mami flora lembut.


"apa nak? tanyakanlah," jawab Mami flora lembut.


"siapa lelaki yang waktu itu mau booking Una, mi?" ucap Una mempertanyakan masa lalu kelam yang dulu pernah di laluinya.


Mami flora menggeleng. "Demi Allah, nak, tidak pernah mami menawarkan Una sama para klien mami. harusnya, klien yang memperkosa kamu itu adalah klien yang harusnya di layani oleh anak didik mami yang lain, mami juga gak tahu kenapa bisa kamu, nak," jawab mami flora jujur.

__ADS_1


setelah kejadian itu, mami flora memperbolehkan Una untuk keluar dari tempat haram miliknya. "Bukan tanpa alasan kenapa mami menahan mamu untuk tinggal bersama mami, nak. Kedua orang tua kamu adalah sahabat mami, amanah mereka untuk menjaga kamu adalah kewajiban untuk mami, tapi mami malah gagal dan berakhir dengan keberadaan Hanum. Maaf, nak," ucap mami flora menyesal menatap Una.


Una tersenyum dan menggeleng. "Bukan salah mami, Una tidak pernah menyesali keberadaan Hanum, mi. Tapi yang una ingin tahu sekarang, siapa ayah dari anak una," ucap Una lembut tanpa marah sedikitpun menatap mami Flora.


"Apa perlu mami cari tahu?" tanya Mami flora lembut.


Una menghela nafas pelan. "Gak usah, mi. Jangan repotkan diri mami sendiri. lagi pula, sekarang Hanum udah bahagia karena Mas nadhif udah bisa terima Hanum lagi. untuk urusan siapa ayahnya Hanum, biar jadi urusan Una, mi," ucap Una lembut menolak tawaran mami flora. una tidak mau semakin merepotkan mami flora atas semua masalahnya.


"Kamu akan cari tahu darimana, nak?" tanya mami flora iba. Andai mami flora bisa mengatakan yang semuanya, pasti dia dengan sangat bangga menyampaikan kepada Una. tapi mami flora ingin memastikan semuanya sendiri dulu, dia harus punya bukti untuk memberitahu semuanya kepada Una. Mami flora takut jika dugaannya ini hanya akan memberi harapan tanpa kenyataan pada Una.


"Entahlah, mi. jikapun tidak bisa, Una juga udah iklhas kok. Una aja udah cukup untuk jadi orang tua bagi Hanum, lagi pula dia udah punya papi sekarang," jawab Una lembut.


Mami flora tersenyum. Semoga dugaan mami benar dan Hanum mendapat kasih sayang dari papi kandungnya, nak.


......................


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.

__ADS_1


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰


__ADS_2