Menjadi Gundik Suamiku

Menjadi Gundik Suamiku
BAB 29


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


Nadhif berjalan tergesa-gesa hingga tak peduli atas teriakan orang-orang yang dia tabrak. Semakin dekat Nadhif yakin bahwa itu adalah orang yang sangat dia kenal, bahkan kini berstatus menjadi istrinya.


"BERHENTI UNA!" teriak Nadhif ketika jaraknya dengan objek yang dia kejar sudah sedikit dekat.


sedangkan una, wanita itu sungguh terkejut mendengar panggilan keras yang tiba-tiba menyebut namanya. una sangat mengenali suara itu, bahkan dia sangat hafal suara yang sering melontarkan lata-mata kasar dan umpatan untuknya.


Una menghentikan langkahnya. wanita itu menetralkan kegugupan dan kecemasan nya agar bisa menghadapi emosi nadhif yang bisa sana meledak saat ini. una tahu, nadhif pasti akan sangat marah sekarang karena tadi lelaki itu berpesan agar dia tetap di rumah menjaga Hanum.


Setelah merasa sedikit relax, una berbalik dan menatap Nadhif yang kini berjalan cepat mendekatinya.


"Kita bertemu disini ternyata, tuan," ucap Una memberikan senyumnya menatap Nadhif.


"Apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk tetap di rumah menjaga Hanum?" tanya nadhif emosi.


"aku harus tetap bekerja, tuan," jawab una memperlihatkan ketenangannya pada Nadhif.


Nadhif menggeleng tak percaya. "anakmu baru saja keluar dari rumah sakit dan sekarang kau mencari uang haram untuknya?" tanya Nadhif lagi sarkas.

__ADS_1


"aku hanya bisa seperti ini untuk mengobati anakku, tuan. lagi pula, apa peduli tuan dengan Hanum?" tanya una menatap Nadhif.


"dia anak sambungku! jangan pernah kau mengobatinya dengan uang haram mu itu!" jawab Nadhif spontan yang membuat una mengembangkan senyumnya. Tapi secepat mungkin una bersikap biasa, dia tidak mau nanti Nadhif sadar dan menyesali apa yang baru saja dia katakan.


"Aku yang akan membiayai pengobatannya, dan sekarang kau ikut aku pulang!" ucap Nadhif menarik tangan una kasar. wanita itu sempat meringis karena merasakan pergelangan tangannya yang sakit.


Sepanjang jalan Nadhif hanya diam. Dia terus menarik kasar tangan una sampai ke mobil. "masuk!" ucap Nadhif tegas.


una menahan senyum menatap sang suami yang kini juga sudah duduk di kursi kemudi.


"Apa?" tanya nadhif yang sadar jika una terus memperhatikannya.


Nadhif berdecak kesal. "Berapa kau di bayarnya?" tanya Nadhif sambil mengambil dompet dari saku celananya.


"Tuan gak akan bisa membayarnya," jawab una menatap Nadhif dengan pandangan polosnya.


Senang sekali rasanya aku melihat wajah kesal kamu, mas. secara gak langsung kamu menunjukkan kepedulian kepadaku dan Hanum. Batin una senang dengan apa yang dilakukan Nadhif.


"Kau pikir aku miskin?!" jawab Nadhif dengan wajah kesal dan marah.


"Bukan itu, tuan. pelanggan ku memberikan aku cinta dan perhatian, apa tuan bisa membayarnya dengan itu?" jawab una yang membuat Nadhif kembali menarik tangannya yang memberikan beberapa lembar uang kepada una.

__ADS_1


Nadhif berdehem menghilangkan rasa canggung nya ketika mendengar apa yang una katakan. entah mengapa dia merasa sedikit tersinggung dengan apa yang una sampaikan.


"Tuan bisa memberikannya?" tanya una lagi lembut.


"tentu tidak!" jawab Nadhif tegas.


"terus kenapa tuan mengajak saya pulang? harusnya tuan tidak peduli," ucap una lagi yang membuat Nadhif bungkam.


Nadhif menggelengkan kepalanya. sekarang lelaki itu sadar dengan apa yang dia lakukan. harusnya tadi dia tidak menarik una pulang, cukup dengan menbentak una mungkin itu sudah menyalurkan rasa kesalnya.


"Aku hanya khawatir dengan hanum," jawab Nadhif beralasan. tidak ada yang salah dengan alasannya, tapi ada perasaan yang Nadhif tidak mengerti di sudut hatinya untuk Una.


Una tersenyum. "Peduli pada Hanum? atau tidak mau jika aku bersama lelaki lain, Tuan?"


...****************...


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.


BTW, cuma mau kasih info kalau mulai sekarang, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini, aku akan aktif nulis lagi, ya. kita akan berkomunikasi intens lewat karya-karya aku.


dan yang paling penting, aku minta maaf karena baru bisa update lagi. Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰

__ADS_1


__ADS_2