
Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!
Sedangkan di Lorong kamar, nadhif berdecak saat ponselnya ketinggala di mobil. Mau tidak mau dia harus kembali ke parkiran untuk mengambil ponselnya.
Setelah mengambil ponsel dan berjalan memasuki club lewat pintu depan, mata nadhif menyipit melihat seseorang yang sangat dia kenal. "Sialan!" umpat nadhif dengan kekesalan yang tiba-tiba memuncak.
Dengan langkah besar, nashif berjalan cepat agar dapat mengejar apa yang dia lihat sebelum kehilangan jejak.
"BERHENTI!" teriak nadhif saat dia sampai si lorong menuju kamar yang biasa dia gunakan dengan mira.
Sedangkan seseorang yang sejak tadi nadhif kejar menghentikan langkahnya. Dengan santai orang itu berbalik dan menatap remeh nadhif.
"Kau bajingan!" umpat nadhif keras dan langsung melayangkan pukulan tepat di wajah orang itu hingga tersungkur.
"Santai temanku," ucap orang itu tetap tenang dengan senyuman seolah tak terjadi apa-apa diantara mereka.
"Santai kau bilang? kau suruh aku santai setelah kabur bertahun-tahun dariku?" ucap nadhif teramat kesal. ingin rasanya madhif menghancurkan wajah orang di depannya ini.
__ADS_1
"katakan kepada ku identitas wanita itu, Arman!" ucap nadhif tegas tanpa basa-basi sedikitpun.
Ya, orang yang tadi nadhif lihat adalah arman, sahabat lamanya dan kini kembali menampakkan diri di depannya setelah bertahun-tahun kabur atas kejadian kelam yang mereka lalui, lebih tepatnya kejadian kelam sekaligus nikmat bagi Nadhif.
"Niatku ingin memberi kejutan jadi gagal," ucap Arman tampa rasa bersalah yang kini sudah kembali berdiri tegap dan berhadapan dengan nadhif.
"Jangan banyak omong!" ucap nadhif kesal.
"ck! Pura-pura kesal padahal kau juga menikmati," ucap arman berdecak kesal.
"Ayo duduk dulu," ucap arman dan berjalan mendahului nadhif agar lelaki itu mengikuti langkahnya.
Arman hanya diam. lelaki itu berjalan lurus dan sedikit berbelok ke arah kanan, kakinya terus saja melangkah hingga sampai di pojok dan duduk disana agar terhindar dari suara musik yang menganggu mereka.
"Duduk dulu, ada yang ingin aku sampaikan," ucap arman santai. lelaki itu menuangkan air yang ada di botol ke gelas kecil dan memberikannya kepada Nadhif. "minum dulu," ucap arman mengajak Nadhif untuk bersantai.
"aku tak punya banyak waktu, arman. jangan buat aku melampiaskan kekesalan yang beberapa tahun ini sudah aku tahan kepada mu," ucap nadhif sembari meletakkan kembali gelas yang tadi diberikan oleh arman.
Nadhif menunggu sambil menatap sekitar club. lelaki itu takut jika mira datang duluan dan membuat wanita itu menunggu. Nadhif tentu tidak ingin wanita yang kini membuatnya merasakan cinta harus menunggu lama.
__ADS_1
Saat mata Nadhif menatap lorong penghubung antara kamar dan lantai dansa, matanya memicing seolah menajamkan penglihatannya.
"gak mungkin," ucap Nadhif menggeleng menyanggah apa yang kini ada dipikirannya.
"Double ****!" umpat Nadhif dan berdiri begitu saja meninggakkan arman yang melongon melihat kepergian temannya itu.
arman mengangkat bahunya acuh. "besok aku ke kantornya saja," ucap arman memutuskan karena malas jika harus mengejar Nadhif. lelaki itu melanjutkan minumnya dan menatap sekitar Club untuk mencari mangsa.
Nadhif berjalan tergesa-gesa hingga tak peduli atas teriakan orang-orang yang dia tabrak. Semakin dekat Nadhif yakin bahwa itu adalah orang yang sangat dia kenal, bahkan kini berstatus menjadi istrinya.
"BERHENTI UNA!"
...****************...
Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.
BTW, cuma mau kasih info kalau mulai sekarang, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini, aku akan aktif nulis lagi, ya. kita akan berkomunikasi intens lewat karya-karya aku.
dan yang paling penting, aku minta maaf karena baru bisa update lagi, soalnya kemarin-kemarin itu aku harus ngurus pendidikan dan nikahan aku 🙏, jadi dimaafin, ya semuaa 🤗
__ADS_1
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰