
HAPPY READING
“akan dosa bagiku jika membuat suamiku lama-lama menahan rindu,” gumam una terkekeh kecil. Dia jadi geli sendiri membayangkan nadhif yang begitu pemarah padanya, tiba-tiba menjadi manja saat bersama mira.
“baiklah, kita akan bermain malam ini, tuan,” gumam una lalu mengetikkan sesuatu di ponselnya.
Sedangkan di kamar, nadhif tak hentinya menghela nafas kasar dengan tangan yang terus saja menggenggam ponselnya. Lelaki itu berkali-kali merubah posisi tidurnya karena gelisah. Getaran yang tiba-tiba di ponselnya membuat nadhif langsung mendudukkan tubuhnya dengan tegap. “alhamdulillah,” gumamnya dengan wajah cerah begitu melihat siapa yang mengirim pesan.
“akhirnya kamu muncul mira,” ucap nadhif semangat dan langsung membuka pesan yang dikirim oleh kontak bernama mira itu.
Senyum tampan terbit di bibir nadhif. Pesan yang dikirim oleh mira benar-benar menjadi semangat dan kembali membuatnya berenergi.
Kita akan bersama mala mini, Mas Nadhif.
Begitulah isi pesan mira yang sangat nadhif nantikan. Tangan nadhif bergerak membalas pesan dari mira.
Kamu kemana saja? Aku menunggumu beberapa hari ini.
Nadhif meletakkan ponselnya di Kasur setelah mengetikkan balasan itu. Dia tahu mira akan lama membalas pesannya karena memang begitu kebiasaannya. Mendapat pesan yang seperti itu saja sudah cukup senang bagi nadhif. Mau dibalas atau tidak pesan selanjutnya juga tak masalah karena malam ini mereka akan bertemu.
…..
Una melakukannya tugasnya sebagai seorang pembantu saat ini. Wanita itu baru saja selesai mengepel lantai dan saat ini sedang di dapur untuk membuat makan siang. Dia berharap siang ini nadhif akan memakan masakan buatannya selagi lelaki itu masih di rumah.
Saat asik memotong sayuran, ponsel una bergetar. Dia menatap sekilas dan melihat dari layer ponsel bahwa ada satu pesan masuk. Una membukanya. Senyum terbit di bibir Wanita itu kala pesan yang dia baca adalah pesan dari nadhif. Una menggelengekan kepalanya sambil terkekeh pelan. Dia tidak akan membalas pesan itu karena nanti malam mereka akan bertemu dan bisa bercerita banyak.
Nadhif tidak akan tahu jika una membaca pesannya atau tidak karena itu bukan pesan seperti aplikasi hijau. Ponsel una tidak secanggih itu. Mereka hanya berbalas pesan biasa dari nomor ponsel. Jadi una harus sedia pulsa atau gratis pesan ke semua operator untuk berhubungan dengan nadhif.
Dengan perasaan senang nadhif menuruni tangga satu persatu. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas dan perutnya sudah sangat meronta untuk diisi.
Nadhif berjalan menuju dapur dan melihat una yang sibuk dengan kegiatan memasaknya. Nadhif berdehem singkat. Una yang mendengar itu menoleh. “tuan,” panggil una tersenyum cantik.
__ADS_1
“aku lapar,” ucap nadhif singkat.
Una mengangguk. “ini saya lagi masak, tuan. Sebentar lagi selesai. Tuan tidak keberatan jika menunggu sebentar, kan?” tanya una sedikit ragu. Pasalnya nadhif adalah orang yang tak sabaran.
Nadhif mengangguk singkat. Setelahnya dia berjalan menuju meja makan untuk menunggu una menyelesaikan masakannya. Hari ini nadhif akan bersikap baik pada una karena hatinya sedang tidak mau merusak suasana Bahagia yang diberikan oleh mira tadi. Jadi, nadhif tidak akan membiarkan harinya rusak saat ini.
Jawaban singkat yang nadhif berikan sukses menerbitkan senyum di bibir una. Akan jadi pengalaman langka untuknya hari ini karena nadhif mau memakan masakannya.
Setelah lima belas menit, kegiatan una selesai. Wanita itu dengan telaten menyajikan satu persatu masakannya di atas meja. Hidung nadhif yang menangkap bau harum masakan una sudah tak sabar ingin mencicipi.
“tuan mau sayurnya?” tanya una setelah mengambilkan nasi dan lauk ke dalam piring untuk nadhif.
Nadhif mengangguk. “tapi pakai piring lain” jawab nadhif menerima piring berisi nasi dan lauk itu.
Una mengangguk. Dia mengambil mangkok kecil untuk meletakkan sayur sesuai permintaan nadhif. Nadhif memang lebih suka jika makan sayur dan nasi dengan piring terpisah. Terkadang lelaki itu menghabiskan nasi terlebih dahulu baru memakan sayurnya.
Una berdiri dengan senyum manisnya menatap nadhif. Nadhif yang merasa di perhatikan mengangkat kepalanya. “kenapa? Pekerjaanmu sudah selesaikan? Tinggalkan aku sendiri,” ucap nadhif tegas.
…..
Sedangkan di tempat lain, David duduk bersama dengan orang suruhannya bersama nadhif yang ditugaskan menyelidiki perempuan yang dicari oleh nadhif selama empat tahun ini.
“jadi ada berita apa?” tanya David setelah meneguk kopinya.
“ada berita penting, tuan,” jawab lelaki dengan tubuh kekar itu menatap David.
“sangat penting?” tanya David lagi.
Laki-laki yang diketahui Bernama Herman itu mengangguk.
“kita akan langsung bicara dengan tuan nadhif,” ucap David dan langsung mengambil ponsel di atas meja untuk menghubungi nadhif. Beginilah bentu David menjaga kepercayaan nadhif. Jika ada berita penting, maka David ingin nadhif mendengar sendiri dari orang suruhan mereka. karena dengan begitu beritanya menjadi lebih terpercaya.
__ADS_1
…..
Nadhif yang sudah selesai makan siang kembali ke kamarnya. Baru masuk kamar lelaki itu sudah disambut dengan dering ponselnya. Dengan segera nadhif mengambil ponsel yang ada di Kasur dan langsung mengangkatnya setelah melihat nama David yang tertera di layar ponsel.
“iya, David,” jawab nadhif setelah mengangkat panggilannya.
“baiklah. Aku akan kesana dan tunggu sepuluh menit,” lanjut nadhif mematikan sambungan teleponnya setelah mendapat kabar dari David.
Tanpa mengganti bajunya, nadhif hanya mengambil jaket jeansnya untuk melapisi kaos tipis yang dia kenakan saat ini. Lelaki itu nampak sangat tampan dengan cealan jeans selututnya.
Benar saja, sepuluh menit mengendarai mobilnya kini nadhif sampai di sebuah café yang menjadi tempat pertemuaanya dengan David dan herman. nadhif mengedarkan pandangannya dan langsung berjalan ke meja yang paling pojok tempat David dan herman duduk.
“ada berita apa?” tanya nadhif langsung tanpa basa-basi. Lelaki itu paling tidak bisa basa-basi jika mengenai pekerjaan anak buahnya.
“sekarang sampaikan ada kemajuan apa, herman,” ucap David yang dianggukki oleh herman.
Herman nampak mengambil sesuatu dari dalam saku jekat kulit yang dia kenakan. “ini tuan,” ucap herman memberikan sebuah flashdisk kepada nadhif.
Nadhif menerima flashdisk itu. “apa isinya?” tanya nadhif bingung.
“ini adalah rekaman cctv Lorong kamar club tenpat kejadian empat tahu lalu, tuan,” ucap herman jujur.
“bukankah club itu sudah hancur? Bagaimana bisa kau mendapatkan ini?” tanya nadhif bingung. Begitu juga dengan David yang ikut heran.
“sebelum dihancurkan, semua isi club yang bisa dibawa diamankan oleh pemiliknya, tuan. Dan memang benar, pemilik club itu adalah mami flora. Itu adalah club lamanya. Kalung yang beberapa hari lalu kami dapatkan, mami flora pasti mengetahui semuanya. Dan mengenai rekaman di flashdisk ini, kamu juga mendapatkannya dari ruangan mami flora," ucap herman memberitahu.
Nadhif dan David saling pandang. "jika memang mami flora mengamankan rekaman CCTV ini, apa kemungkinan dia mengenali diriku empat tahun yang lalu?"
...****************...
Semoga menikmati, ya teman-teman. Jangan lupa kasih like dan komentar kalian, biar aku makin semangat, yaa.
__ADS_1
Jangan lupa mampir di Instagram aku ya, @nonamarwa_ Kalian bisa melihat postingan-postingan bermanfaat disana dan juga mengenai semua karya-karya ku. Terimakasih ,,,,,,,