Menjadi Istri Sempurna

Menjadi Istri Sempurna
Eps 17. Kerja Lembur


__ADS_3

Wow cantik juga Gita. Haiss bicara apa aku. Udahlah jangan lihat matanya, nanti aku bisa jatuh cinta. Tapi kenapa jantungku jadi berdetak lebih cepat. Batin Dylan dalam hati saat melihat penampilan Gita malam ini saat keluar dari pintu ruangannya.


Tapi saat melihat Gita yang semakin dekat, mulut Dylan agak terbuka dan matanya tidak bisa berkedip saking terpananya.


"Maaf udah lama nunggunya ya," sapa Gita saat sudah berhadapan dengan Dylan.


"Oh ... Eh ... Ti tidak kok," ucap Dylan akhirnya setelah dengan susah payah menelan salivanya.


"Kenapa sih? Bajuku agak aneh ya?" tanya Gita ragu dan kembali memeriksa penampilannya.


Malam ini Gita memang tampil all out. Tak sia-sia ia mempersiapkan diri dari subuh tadi. Dari ujung rambut hingga jempol kaki, semua ia perhatikan.


Saat ini mengenakan dress selutut berwarna soft pink yang berpotongan manis karena ia ingin menampilkan kesan manis untuk pertemuan pertamanya dengan calon mertua. Make up wajahnya pun tipis-tipis dan rambut tergerai dengan jepit kecil menghiasi rambut sebahunya. Jangan lupakan parfum dengan harum lembut yang akan membuat orang disekitarnya merasa nyaman berada didekatnya.


"Enggak kok kamu cantik. Cantik banget malah," cetus Dylan tanpa sadar sudah memuji Gita.


"Makasih Dylan, kamu juga keliatan handsome. Keren dengan baju casualmu," puji Gita menatap Dylan yang tercium wangi maskulin.


Hemmm wanginya Dylan bikin aku jadi meleleh kayak jeli. Gita hanya bisa membatin dalam hati sambil menghirup nafas dalam-dalam mencium wangi tubuh Dylan.

__ADS_1


"Yuk kita berangkat, papa mama pasti sudah menunggu kita," ajak Dylan akhirnya.


"Ayuk," Gita berucap semangat dan mengikuti langkah Dylan masuk kedalam mobil.


Perjalanan ke rumah Dylan lumayan jauh. Hampir satu jam mereka berkendara dengan lalu lintas yang padat di akhir Minggu seperti sekarang ini.


Gita beberapa kali tampak menarik nafasnya, menenangkan jantungnya yang berdetak lebih cepat. Dylan hanya bisa mengawasi Gita sambil menyetir. Namun akhirnya ia tak dapat menahan rasa penasarannya juga.


"Kamu kenapa, Git? Kok kayak gugup, nggak tenang. Santai saja, kamu pasti gugup kan semobil hanya berdua denganku yang super ganteng idaman para gadis," ucap Dylan percaya diri.


"Haiss pede amat sih bang. Aku tuh deg-degan mau ketemu camer," sewot Gita sambil mendelikkan matanya ke arah Dylan walaupun Dylan tak balas menatapnya karena sedang konsentrasi menyetir.


"Lah panggil apaan dong?" tanya Gita.


"Mas gitu atau sayang kalau bisa," saran Dylan tersenyum simpul.


"Uhuk uhuk ... Belum sempet bilang udah keselek aku," cibir Gita karena geli sendiri jika ia harus panggil Dylan dengan sayang.


"Loh harus itu. Baca lagi baik-baik kesepakatan kita," balas Dylan.

__ADS_1


"Kan kalau kita hanya berdua tidak harus panggil sayang sayangan," kesal Gita. Males juga kalau nggak sayang harus panggil sayang. Nggak bisa gitu rasanya.


"Oke, tapi ntar kalau didepan papa mama wajib panggil sayang. Ingat itu!" tegas Dylan tak ingin berdebat lagi.


"Iya iya, jangan lupa kalau malam ini aku sukses membuat papa mama kamu terkesan, bonus langsung transfer ke rekeningku ya sayang," ujar Gita tak mau rugi.


"Aisshh perhitungan amat kau ya ternyata."


"Harus dong kan ini kerja lembur," ucap Gita tak mau kalah.


"Oke, tapi kamu harus bisa mendapatkan restu papa mamaku," tegas Dylan sepakat.


"Oke deal, siapa takut," ucap Gita yakin.


Padahal aku nggak yakin sih, tapi demi bonus didepan mata aku nggak akan menyerah. Tekad Gita dalam hati.


-


-.

__ADS_1


-


__ADS_2