Menjadi Istri Sempurna

Menjadi Istri Sempurna
Bab 19. Colek Mencolek


__ADS_3

Saat ini Gita, Dylan serta kedua orang tua Dylan berada di ruang keluarga. Setelah makan malam memang papa mama Dylan mengajak Dylan dan Gita untuk mengobrol agar lebih mengenal sosok Gita.


"Jadi ternyata Gita putri Pak Aryanto Lukmana?" tanya Papa Kresna.


"Iya, Pa. Papa Kresna kenal papaku?" tanya balik Gita yang kini mulai terbiasa memanggil Pak Kresna dengan 'Papa'.


"Ya kenal lah. Papa kamu itu dulunya rekan bisnis Papa. Tapi semenjak papa kamu meninggal dan kini dipegang Pak William, adik papamu, sekarang kerjasama perusahaan jadi putus. Pak William yang memutuskan kerjasama tanpa alasan jelas. Ya sudah, bagi papa tidak masalah," jelas Papa Kresna.


"Oh gitu ya, Pa." Gita manggut-manggut menanggapi tapi enggan untuk membahas tentang Om William karena akan membuat mood nya memburuk. Bikin ilfil. Dan ia kan sekarang baru hepi jadi nggak mau mikir yang berat-berat.


"Terus sekarang mama kamu dimana, Git?" tanya mama Rasti penasaran. Karena ia sempat mengenal mama Sinta walaupun tidak dekat, hanya sebatas 'say hello' saja.


"Mama sekarang tinggal di Jawa, di rumah nenek daripada kosong kan. Disana mama bikin catering kecil-kecilan, Ma," jelas Gita.


"Oh gitu, kapan-kapan pengin ketemu mama kamu juga, Git. Oh iya, sekarang kamu udah kerja?" tanya mama rumah lagi yang penasaran dengan sosok Gita.


"Kalau sekarang sih Gita pengangguran, Ma. Rencana mau buka cafe tapi baru cari lokasi yang cocok," ungkap Gita yang kini melirik Dylan.


Gita agak geram juga karena ternyata Dylan malah sibuk dengan ponselnya. Ya walaupun Gita nyaman sih ngobrol sama papa Kresna dan mama Rasti, tapi kan ya harusnya Dylan tetap mendukung dong.


Haiss ... Minta digeprek ini cowok ganteng. Eh! Batin Gita yang mendelikkan matanya selebar mungkin kearah Gita agar Dylan paham kodenya. Tapi selebar apapun matanya melotot hingga malah merah dan keluar air mata, Dylan tetap cuek.


"Oh gitu, nanti mama bantu deh cari lokasi yang bagus dan strategis biar cafe kamu nanti sukses," ucap mama Rasti bersemangat.


"Makasih banyak, Ma," balas Gita tersenyum senang.

__ADS_1


"Eh Dylan, dari tadi malah liatin ponsel aja. Emang ponselmu lebih cantik dari Gita," sewot mama Rasti geleng-geleng kepala.


"Hah mama ini ada-ada saja. Tetep lebih cantik Gita lah, Ma. Liat aja tuh pipinya chubby bikin emeshh," canda Dylan sambil tangannya mencolek pipi Gita. Hingga menbuat Gita mendelikkan matanya. Beraninya pegang-pegang pipinya.


Chubby?? Aku gemuk dong. Batin Gita masam.


"Hehe bikin gemes ya? Kamu juga pipinya halus gini," balas Gita yang juga balik mencolek pipi Dylan tapi agak keras. Biar dia tahu kalau Gita tak terima dicolek pipinya. Jangan lupakan mata Gita yang mendelik menatap Dylan. Sementara Dylan cuek saja dan membiarkan Gita jika ternyata Gita marah ya sudahlah. Baginya ini hiburan tersendiri.


Gita dan Dylan malah saking colek mencolek pipi yang malah terlihat mesra di pandangan mata papa Kresna dan mama Rasti.


Papa Kresna dan mama Rasti senyum-senyum geli tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Jadi kapan nih nikahnya? Mama udah nggak sabar gendong cucu," ucap mama Rasti yang mengakhiri acara colek-colekan pipi antara Dylan dan Gita.


"Kalau Dylan sih ingin secepatnya aja, Ma. Besok juga ayo aja," ucap Dylan santai.


"Eh jangan besok juga. Memangnya menikah nggak butuh persiapan," balas Mama Rasti tak habis pikir.


"Bagaimana kalau awal bulan depan? Jadi masih ada sekitar tiga Minggu untuk mempersiapkan segala sesuatunya," ucap papa Kresna menengahi.


"Oke setuju, Pa." Dylan cepat memutuskan.


"Mama juga setuju, Pa. Lebih cepat lebih baik." Mama Rasti berucap semangat.


"Bagaimana Gita?" tanya Papa Kresna pada Gita supaya semuanya sepakat.

__ADS_1


"Gita sih ngikut baiknya bagaimana aja, Pa, Ma," kata Gita akhirnya menyetujui. Toh inikan memang tujuannya datang ke rumah orang tua Dylan?!


"Baiklah, untuk semua persiapan biar mama handel aja ya. Pokoknya semua beres. Kalian berdua cukup siapkan diri kalian saja. Jaga kesehatan," nasehat mama Rasti yang terlihat sangat bersemangat menyambut rencana pernikahan anak semata wayangnya.


"Terimakasih banyak, Ma," ucap tulus Gita karena ternyata semua sudah dibereskan calon mama mertuanya.


"Sama-sama, Gita. Yang penting kamu jaga kesehatan dan jangan lup untuk memberitahu mama kamu ya tentang pernikahan ini," tambah Mama Rasti yang terlihat senang.


"Iya pasti, Ma," balas Gita tersenyum senang.


Akhirnya malam perdana pertemuan antara Gita dan calon mertuanya sukses besar. Papa Kresna dan mama Rasti senang dan langsung merestui Gita menjadi calon menantu. Dylan juga senang karena akhirnya bisa membawa calon menantu yang cocok untuk orang tuanya. Gita juga senang karena rencananya berhasil untuk mendapatkan restu dari orang tua Dylan.


Dan ... semuanya bahagia ...


Apa udah tamat?


Eh tunggu dulu. Belum dong ... Masa' gini doang udah tamat aja. Santailah kita ikuti perjalanan cinta seorang Gita. Apa memang jodohnya Dylan atau ia malah akan bertemu pria lain?


Entahlah kita lanjut next episode yakkkk ...


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2