Menjadi Istri Sempurna

Menjadi Istri Sempurna
Eps 9. Seratus Juta


__ADS_3

Gita menatap Dylan ngeri. Lalu menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Gitu amat reaksinya. Santai ajalah, Non," ucap Dylan geli menatap wajah Gita yang sekarang malah terlihat lucu dengan mulut terbuka.


"Kamu sudah nggak waras ya? Kamu pikir aku ini siapa? Teman bukan, pacar apalagi." Gita berusaha mengembalikan kesadaran Dylan yang mungkin kabur ditelan bumi.


"Justru itu, karena kamu bukan pacar dan temanku makanya aku pilih kamu jadi istriku," kata Dylan lagi yang malah membuat Gita semakin tidak habis pikir.


Gita menghela nafas panjang kemudian mengambil sebotol air mineral yang tersedia di depan mejanya dan meneguknya hingga hampir habis.


Dylan hanya menatap Gita geli tapi ia tak menunjukkannya. Senyuman yang sangat tipis terlihat di bibirnya hingga Gita tak akan menyadarinya. Kemudian Dylan pun ikut mengambil sebotol air mineral dan meminumnya. Tiba-tiba tenggorokannya terasa kering setelah banyak bicara.


"Dylan, apa maumu sebenarnya? Kenapa mau menjadikan aku istrimu? Apa kamu udah nggak laku lagi sampai-sampai mau menikah denganku yang jelas-jelas kita musuh?" tanya Gita setelah ia cukup tenang.


"Haha ... Kamu kok jadi menghinaku. Asal kamu tahu, justru karena aku muak dengan tingkah para wanita yang mengejarku makanya aku putuskan untuk menikah saja. Dengan begitu, para wanita akan berhenti menggangguku," jelas Dylan agar Gita mengerti alasannya.


"Kamu yakin para wanita itu akan berhenti mengejarmu setelah statusmu berubah menjadi seorang suami?" tanya Gita sangsi akan alasan Dylan akan menikahinya.


"Itulah tugasmu nanti. Salah satu job desk kamu sebagai istriku," ucap Dylan mantap.

__ADS_1


"Heh gila. Ada ya job desk istri. Cobaan apalagi ini ya Tuhanku," ucap Gita sambil memejamkan matanya. Ia berusaha tenang menghadapi Dylan yang mungkin sekarang sudah tidak waras.


"Oke, sekarang jelaskan padaku sedetail-detailnya alasan kamu mau menikah denganku. Kenapa kamu pilih aku? Apa kamu jomblo sekarang?" tanya Gita penasaran alasan sebenarnya dibalik tawaran Dylan yang aneh.


"Sebenarnya hanya karena aku muak saja dengan ulah wanita yang tidak punya malu mengejarku," ucap Dylan yang seperti sesi curhat saja.


"Hanya itu? Aneh!" cibir Gita.


"Hei jangan sembarangan bicara. Aku ini bosmu," balas Dylan tak terima dengan ucapan Gita.


"Yang benar saja! Udah ah aku pulang aja. Ketularan bisa gila aku kalau lama-lama dengerin curhatan mu," ucap Gita kemudian beranjak berdiri untuk segera meninggalkan Dylan.


Dylan seketika mencekal tangan Gita.


"Kalau iya kenapa?"


"Karena aku nggak mau jadi pria perebut pacar orang. Tapi syukurlah kalau kamu memang jomblo. Jadi kamu pasti akan menerima tawaranku," ucap Dylan yakin.


"Haha pede amat. Aku menolak ya. Ogah jadi istri kamu. Temen aja ogah apalagi istri," kesal Gita berusaha melepaskan cekalan tangan Dylan yang semakin erat menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Dengarkan dulu, Git! Kamu belum dengar gaji yang akan aku berikan jika kamu ambil kerjaan khusus ini."


Wajah Gita semakin kesal, ia benar-benar sudah mengira jika Dylan memang setres.


"Kamu pikir istri itu profesi apa?!"


"Bagiku iya. Aku tawarkan kamu gaji seratus juta per bulan dan black card unlimited selama bekerja sebagai istriku. Bagaimana?" Bujuk Dylan.


"Hah!!!" Gita mengerjapkan matanya berkali-kali saking tidak percayanya.


"Se se se seratus juta sebulan?!" Mulut Gita melongo.


"Se nya nggak usah sebanyak itu kali'. Tapi memang benar. Aku akan gaji kamu segitu jika kamu setuju dengan semua persyaratan yang aku berikan," ucap Dylan yang kini kembali menuntun Gita untuk duduk di sofa lagi.


"Memang apa persyaratannya?" tanya Gita curiga.


Dylan hanya menyeringai penuh rahasia yang membuat Gita bergidik ngeri.


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2