Menjadi Istri Sempurna

Menjadi Istri Sempurna
Eps 6. Amnesia


__ADS_3

Kembali ke masa kini ... Masih di acara reuni, ballroom hotel.


Gita menatap teman-temannya yang kini sedang antri untuk berfoto bersama Dylan.


Huh memangnya dia artis apa? Segitunya pengen foto sama Dylan. Aku dibayar pun ogah disuruh foto sama dia. Umpat Gita dalam hati saat melihat cewek-cewek yang antri dengan wajah bahagia.


Gita pun kembali meminum smoothies strawberry nya yang sudah hampir habis. Kemudian matanya menatap makanan yang masih banyak tersisa di meja makan padahal perutnya sudah kenyang dan teman-temannya pun sudah makan semua.


Ia teringat sahabat absurdnya si Marsha yang ingin dibawakan makanan.


Bawain buat Marsha nggak ya? Tapi kalau ketahuan orang-orang bakalan malu tujuh turunan aku. Galau Gita dalam hati yang masih menatap makanan didepan matanya.


Akhirnya Gita pun mengamati sekitar, malu juga jika ketahuan membungkus makanan sisa. Gita memantapkan hatinya dan secara perlahan mengambil plastik kecil didalam tasnya. Dengan gerakan secepat kilat, ia membungkus makanan yang mudah untuk ia masukkan ke dalam tas. Sudah ada 3 kantong yang berhasil dia bungkus.


Ada ayam goreng, gurame asam manis dan udang saus padang.


Namun gerakannya terhenti saat terdengar suara yang mengagetkannya.

__ADS_1


"Kamu sudah jatuh miskin ya, pake bungkus makanan segala," cibir suara bariton yang ternyata adalah milik Dylan.


Wajah Gita kaget bukan kepalang.


Bagaimana bisa Dylan ada didepannya? Kan tadi dia baru foto-foto sama penggemarnya? Batin Gita gugup. Malu banget pokoknya. Ingin dia menenggelamkan kepalanya ke dasar kuali atau sekalian lari dari kenyataan.


"Kamu siapa?" tanya Gita menyipitkan matanya.


Pura-pura lupa aja. Tenang Gita. Jangan sampai dia menghinamu. Gita menenangkan jantungnya yang berdetak kencang.


"Haha ... Kamu amnesia, lupa siapa aku? Yang benar saja, Gita Prameswari Lukmana!" ejek Dylan sambil menaikkan alisnya sebelah.


Tangan Dylan tampak terkepal erat menahan kegeraman dalam hatinya. Ia selalu kesal jika berhadapan dengan sosok Gita walaupun kini sudah 4 tahun berlalu sejak ia tidak berjumpa Gita lagi.


Namun berada dekat dengan Gita selalu permusuhan yang terjadi. Padahal niat awalnya ingin menemui Gita adalah ingin menanyakan kabar dan jika bisa membantunya. Karena ia dengar jika saat ini Gita sedang membutuhkan pekerjaan. Ia tahu perusahaan milik papa Gita sudah beralih kepemilikan.


Tadi saat berfoto dengan genknya Gita, ada Vena, Jenni dan Alina, mereka bertanya apakah ada lowongan pekerjaan akuntan di perusahaan Dylan. Karena Gita saat ini sedang mencari pekerjaan.

__ADS_1


Dan akhirnya karena didorong rasa kemanusiaan, kaki Dylan pun menglangkah menghampiri meja Gita.


Tapi yang terjadi sekarang, ia sudah seperti Tom and Jerry jika bertemu Gita. Rasanya tidak bisa jika tidak membully Gita dan akhirnya perkelahianlah yang terjadi.


"Kamu ini benar-benar tak tau malu. Sudah amnesia, masih juga bungkus makanan sisa," cibir Dylan karena ia melihat Gita dengan cueknya memasukkan makanan yang sudah dibungkus kedalam kantong kresek yang dibawanya.


Gita menatap Dylan santai kemudian berdiri dari kursinya. "Minggir, kau menghalangi jalanku!" Mata Gita melotot menatap Dylan sambil berusaha berjalan menjauh dari Dylan.


Berdekatan dengan Dylan sungguh membuat ia selalu naik darah padahal sudah 4 tahun berlalu sejak terakhir kalinya ia berjumpa dengan Dylan.


"Tunggu dulu! Kamu butuh pekerjaan kan?!" teriak Dylan yang sontak membuat langkah kaki Gita terhenti.


Darimana ia tahu kalau aku butuh pekerjaan?!" tanya Gita dalam hati.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2