Menjadi Istri Sempurna

Menjadi Istri Sempurna
Eps 18. Suami Jadi-jadian


__ADS_3

Mobil yang Dylan kemudikan berhenti didepan pagar yang menjulang tinggi. Secara otomatis pintu pagar terbuka dan mobil mulai memasuki pekarangan rumah yang terlihat sangat asri dengan berbagai macam jenis tanaman yang tertata apik. Lampu-lampu yang menghiasi semakin memperindah taman yang lumayan luas.


Gita hanya bisa mendecakkan lidah mengagumi keindahan taman namun ia pun menikmati pemandangan didepannya yang jarang-jarang ia lihat.


Tak lama Gita melihat sebuah rumah megah 2 lantai yang nampak artistik dilihat dari kejauhan. Gita pun semakin terpesona.


"Tutup mulutmu itu nanti lalat masuk baru tau rasa," ucap Dylan heran yang melihat mulut Gita menganga.


Namun Gita hanya menutup mulutnya tanpa membalas komentar Dylan.


"Kamu kenapa sih?" tanya Dylan terheran-heran sambil menatap wajah Gita.


"Rumah orang tua kamu ternyata bagus banget ya," decak Gita yang masih mengagumi rumah orang tua Dylan.


"Astaga kirain ada apa. Tapi memang benar rumah orang tuaku bagus. Arsiteknya saja terkenal dari Amerika jadi wajar saja karyanya akan sebagus ini. Kamu harusnya bangga, calon suamimu ini adalah orang kaya," goda Dylan yang geli juga melihat kepolosan Gita. Padahal Gita dulu juga dari golongan orang berada yang tentunya tidak akan heran lagi jika melihat rumah-rumah mewah.


"Uhuk ... Iya kamu memang kaya tapi kan kamu hanya suami jadi-jadian ku aja," cibir Gita.


"Heh memangnya aku golongan siluman! Suami jadi-jadian ckckck," ucap Dylan kesal.

__ADS_1


"Kan emang kenyataannya gitu," balas Gita tak mau kalah.


"Udah yuk ah, tuh lihat mamaku udah menyambut kita didepan pintu," ajak Dylan yang melihat mamanya keluar dari dalam rumah menyambut kedatangan mereka.


Dylan pun membukakan pintu mobil untuk Gita dan menggandeng tangan Gita berjalan menuju teras rumah. Malam ini Dylan harus bisa meyakinkan papa dan mamanya jika ia sudah memiliki calon istri yang sempurna agar papa mamanya tidak lagi mencarikan ia pasangan.


"Mama," sapa Dylan saat sudah berada dihadapan mamanya.


Dylan mencium punggung tangan mamanya dan Gita pun ikut mencium punggung tangan mama Dylan.


"Waduh siapa ini? Cantik sekali," tanya mama Rasti mengamati keberadaan Gita yang berdiri di depannya.


"Kenalkan, Ma. Ini Gita Prameswari, calon istri Dylan," ucap Dylan yang memperkenalkan Gita.


"Panggil Mama Rasti saja ya, biar lebih akrab. Lagian kan sebentar lagi kamu akan jadi menantu Mama," ucap mama Rasti yang langsung menggandeng tangan Gita untuk masuk kedalam rumah.


Sementara Dylan hanya geleng-geleng kepala melihat mamanya yang terlihat antusias mengenal Gita.


"Papa ... Papa!" panggil Mama Rasti berteriak memanggil suaminya.

__ADS_1


Papa Kresna terlihat berjalan menghampiri Mama Rasti dan Gita yang berdiri di ruang tengah.


"Ada apa, Ma? Wah siapa ini?" tanya Papa Kresna yang baru menyadari keberadaan Gita.


"Ini lho, Pa. Namanya Gita, calon istri Dylan," ucap Mama Rasti memperkenalkan Gita.


"Salam kenal, Om," sapa sopan Gita sambil mencium punggung tangan papa Kresna.


"Loh panggilnya papa dong," protes mama Rasti langsung.


"Benar itu, panggil papa saja," kata papa Kresna tersenyum hangat menyambut Gita.


Gita merasa terharu dengan sambutan kedua orang tua Dylan yang ternyata sangat terbuka untuk menerimanya. Ia tak menyangka jika akan dengan mudah diterima oleh kedua orang tua Dylan. Padahal sebelumnya ia sudah khawatir akan ditolak mentah-mentah.


Kini mereka semua berjalan menuju ruang makan untuk makan malam bersama. Gita terus mengamati keluarga Dylan yang ternyata sangat baik dan ramah.


Semoga malam ini sukses dan tidak ada insiden yang membuat kacau. Dan juga aku bisa diterima dengan baik oleh kedua orang tua Dylan dan tentu saja bonusku akan langsung ditransfer ke rekeningku. Batin Gita dalam hati sambil tersenyum senang.


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2