Menjadi Istri Sempurna

Menjadi Istri Sempurna
Eps 3. Ulet Keket


__ADS_3

"Vena, Gita, kalian udah lama?" sapa Jenni dan Alina yang datang bersama menghampiri tempat Gita dan Vena yang masih berdiri mematung.


Jenni dan Alina adalah teman satu genk Gita dan Vena semasa SMA dulu. Mereka dikenal genk anak tajir dan sangat disegani dulu saat di SMA.


Tapi saat sudah lulus SMA, mereka kuliah di Universitas yang berbeda sehingga terpisah lah mereka. Gita kuliah di universitas negeri, Vena di universitas swasta, sedangkan Jenni dan Alina kuliah di luar negeri.


Semenjak kuliah, mereka berempat putus komunikasi. Baru malam inilah mereka kembali berjumpa setelah 4 tahun berlalu. Tapi ternyata Vena, Jenni dan Alina belum menyelesaikan kuliahnya. Hanya Gita saja yang baru lulus 2 bulan yang lalu.


"Jenni, Alina ... Ya ampun tambah cantik aja kalian," sapa Gita dan Vena. Kemudian mereka cipika cipiki melepas kangen setelah beberapa tahun tidak bertemu.


"Yuk duduk disana aja sambil cerita-cerita," ajak Alina yang memimpin langkah menuju meja yang diinginkan.


"Lah kok disini sih, kita kesana aja yuk biar lebih deketan sama meja Kak Dylan," ucap Vena yang masih saja terus memperhatikan keberadaan Dylan.


"Ogah ah, deketan sama dia bisa gatal-gatal semua badanku," cetus Gita sambil tetap mendaratkan pantatnya di kursi yang diinginkan Alina. Tempatnya memang agak di pojok sehingga nyaman untuk mengobrol.


"Emang Dylan ulet keket kok bikin gatal," cibir Vena tak terima.


Namun akhirnya Vena pun mengalah karena ketiga temannya lebih memilih duduk di pojok.


"Kapan sih acaranya dimulai? Lama amat," keluh Vena setelah beberapa lama melihat panggung acara didepan yang memperlihatkan jika belum ada tanda-tanda keberadaan panitia disana.


"Sabarlah Vena, kita tuh disuruh makan dulu. Nih di depan kita aja udah banyak makanan yang enak-enak. Jangan dianggurin dong,"ucap Gita yang merasakan perutnya mulai bergejolak karena menghirup aroma makanan dihadapannya.

__ADS_1


Memang acara reuni ini disediakan meja-meja lengkap dengan hidangannya untuk para peserta agar acara malam ini nyaman diikuti semua peserta.


"Ya udah mendingan kita makan dulu sambil nunggu acara dimulai. Tuh liat orang-orang disebelah kita juga udah pada makan," ucap Jenni sambil tangannya mengambil segelas minuman berwarna pink yang kelihatannya smoothies strawberry.


Gita, Vena dan Alina pun mulai ikut mengambil minuman dan camilan.


"Gita, aku dengar papamu udah meninggal ya? Turut berdukacita ya Git, maaf soalnya aku baru tau," ungkap Jenni berbelasungkawa walaupun sudah terlambat.


"Terimakasih," balas Gita sambil tetap tersenyum walaupun ia merasa sedih jika mengingat papanya yang sudah meninggal.


"Loh papa kamu sudah meninggal, Git? Maaf aku juga baru tau. Ikut berbelasungkawa ya, Git," ucap Vena.


Alina pun mengatakan hal yang sama.


"Aku dengar juga keluargamu bangkrut ya, Git?" tanya Jenni yang membuat Gita hampir saja tersedak makanan yang baru akan ditelannya.


Sementara Vena dan Alina hanya ikut mendengarkan dengan seksama namun tampak keterkejutan di wajah mereka.


"Ya memang benar. Setelah papaku meninggal mamaku sekarang tinggal di kampung halamannya. Perusahaan papaku sekarang dipegang Om William. Dan sekarang aku sedang mencari pekerjaan," cerita Gita singkat tentang apa yang telah terjadi pada hidupnya belakangan ini.


"Kamu sudah lulus kan? Jurusan Ekonomi kalau tidak salah?" tanya Vena menelisik.


"Ya, Ekonomi Akuntansi. Apakah kalian tau ada lowongan pekerjaan di perusahaan papa kalian? Tolong aku lah, aku saat ini benar-benar butuh pekerjaan," pinta Gita memohon pada Vena, Jenni dan Alina.

__ADS_1


"Ehm ... Aku nggak tau deh, Git. Tapi ntar kalau ada, pasti aku kasih tau kamu," ucap Alina menenagkan dan diangguki oleh Vena dan Jenni.


"Makasih ya buat kalian, sudah membantuku," ucap Gita terharu.


Namun tiba-tiba terdengar suara MC yang akan memulai acara reuni malam ini. Semua peserta mengikuti hingga acara formal selesai. Kemudian ditutup dengan acara ramah tamah. Hal inilah yang ditunggu-tunggu peserta karena bisa saling bertemu dan mengobrol bahkan foto-foto dengan teman lama.


Acara foto-foto malam ini sangat heboh saat cewek-cewek mulai mengerumuni Dylan. Mereka berebut untuk foto bareng.


"Yuk kita kesana, aku pengen deh foto bareng Dylan," ajak Vena semangat.


"Ogah gue mah," tolak Gita seketika.


Tapi Jenni dan Alina langsung menyambut ajakan Vena.


'Yuk Ven, kita gas kesana. Gita nggak asyik. Udahlah Git, lupakan permusuhanmu dulu dengan Dylan. Kan udah beberapa tahun berlalu," ucap Jenni malah kembali mengingatkan Gita tentang permusuhannya dengan Dylan.


"Nggak akan aku lupain selamanya. Sekali musuh tetap musuh!" Gita tetap tidak bisa melupakan begitu saja tentang permusuhannya dengan Dylan.


Kini ingatannya malah melayang pada 6 tahun yang lalu saat ia masih duduk di kelas 1 SMA. Cerita awal tentang permusuhannya dengan seorang Dylan Ananta, cowok idola saat itu.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2