Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR

Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR
Chapter 9 : Gadis Berkerudung Merah.


__ADS_3

**


"Bagaimana ini, apakah kita perlu membantu putri melenyapkan orang itu?" kata seseorang dari balik awan.


"Tunggu sebentar, orang itu bukan lah tandingan untuk tuan putri. Sebentar lagi, tuan putri pasti dapat mengalahkannya."


"Aku akan segera bertindak jika situasinya mulai mendesak."


**


"Oh, boleh juga kau berhasil bertahan dari tinju api milikku."


Sakaru membalas perkataan gadis itu, "Boleh juga kemampuan mu itu gadis kecil. Untung saja aku tidak menggunakan teknik pertahanan tadi, kalau tidak mungkin sekarang kamu sudah membeku menjadi es."


Lili menunjuk ke arah awan, "Tuan jangan gegabah menyerangnya, di balik awan itu ada 2 orang tingkat guru yang mengawalnya dari balik awan. Tuan sebaiknya merelakan daging babi hutan yang telah di makan gadis itu."


"Benarkah!?? Aku harus berpura-pura terlihat kesakitan kalau begitu." pikirnya setelah mendengar perkataan Lili.


"A-aaduh... Kuat sekali pukulan mu itu." Sakaru berpura-pura kesakitan sambil memegang perutnya.


"Sebaiknya aku segera membunuhmu untuk menghilangkan penderitaan yang kamu alami, bersiap lah." gadis itu bersiap untuk memukul Sakaru.


"Buset, sepertinya aku harus melawan. Kalau tidak aku akan benar-benar mati dipukulnya. Sebenarnya pukulan yang di berikan gadis itu terasa sakit, bahkan sampai lapar ku tertahan oleh pukulan gadis itu." pikir Sakaru.


"Lili, aku serahkan mereka yang di atas sana berdua kepadamu." bisik Sakaru spontan, bersiap untuk menghadang pukulan gadis berkerudung merah itu.


"Baiklah, kalau itu keinginan tuan. Aku akan membuat mereka berdua tidak ikut campur dalam pertarungan ini."

__ADS_1


Gadis berkerudung merah itu menerjang ke arah Sakaru. Tidak diam saja, Sakaru menghadang pukulan gadis itu menggunakan pukulan biasa.


**


"Kita harus segera membantu tuan putri. Kalau tuan putri sampai terluka, bisa-bisa aku di bunuh oleh kaisar." ujarnya panik bersiap menerjang ke arah Sakaru.


Sebelum sempat menerjang, kedua orang itu merasakan aura tingkat roh yang mengelilingi mereka.


"Kalian jangan macam-macam dengan tuanku. Aku bisa menjamin keselamatan tuan putri mu itu jika kalian tidak ikut campur dalam masalah ini." ucap Lili dengan menyamarkan suaranya.


Kedua utusan itu pun terdiam tidak dapat berkata apa-apa setelah merasakan aura tingkat roh mengelilingi tubuh mereka. Seolah-olah seperti jiwa mereka langsung di kendalikan oleh Lili dan mereka tidak dapat melawan.


**


"Huh...huh...huh. Boleh juga kamu bisa melawanku dengan seimbang." ucap gadis itu terengah-engah.


Sakaru juga berpura-pura agar terlihat lelah, "Aku tidak bisa serius melawan gadis kecil sepertimu, sepertinya aku kalah hari ini. Aku merelakan daging babi hutan yang kamu makan. Aku akan melawanmu lagi nanti, tunggu saja."


Gadis itu masuk ke dalam hutan dan menghilang. Sakaru hanya bisa memakan buah-buahan yang di dapatnya setelah berpura-pura kalah dari gadis itu.


"Ya sudah lah. Lagian, bukan gaya bertarungku untuk bertarung serius melawan gadis kecil itu." gumamnya sambil memakan apel yang telah di dapatnya.


"Iya juga, kalau tidak salah. Fisik ku saat ini berada di awal tingkat 2. Aku harus segera meningkatkan nya." pikir Sakaru dalam benaknya.


Setelah mendapat pengetahuan dari pil fondasi 5 dewa, ada cara yang lebih cepat untuk meningkatkan fisik. Saat ini Sakaru harus mendapatkan serbuk emas dengan batu Azure. Dengan menggunakan ke dua bahan ini, fisik Sakaru bisa meningkat sebesar 4 kali lipat.


Setelah berpikir bahwa dirinya hanya bisa mendapatkan ke dua bahan itu di dalam rumah pelelangan. Mengingat pemilik dari rumah pelelangan adalah keluarga Wu, Sakaru berpikir keras untuk memutuskan membelinya di sana atau tidak.

__ADS_1


Dengan nekat dan tekad yang kuat, Sakaru memutuskan untuk kembali ke dalam kota dan bergegas menuju ke rumah pelelangan. Dengan uang yang di milikinya saat ini, Sakaru menggunakan 6 keping koin roh untuk membeli 6 titik serbuk emas dan 100 keping koin roh untuk batu azure.


"Sepertinya tidak akan ada orang yang akan memburuku hari ini. Mungkin keluarga Wu merelakan uang yang telah ku ambil dari tempat perjudian mereka." gumamnya sambil melihat-lihat ke arah sekitar.


Setelah membeli ke dua bahan untuk persiapan peningkatan fisik. Sakaru kembali ke dalam hutan dan langsung menggunakannya untuk meningkatkan fisik ke tingkatan selanjutnya.


Sakaru meletakan masing-masing 1 titik serbuk emas di seluruh anggota tubuhnya, mulai dari kepala, badan, kedua lengan dan kedua kakinya. Titik serbuk emas terserap dan menyerap ke titik meridian seluruh tubuh Sakaru. Batu azure yang telah disediakan juga dipergunakan untuk memperkuat efek dari serbuk emas dan memperkuat tubuh fisik Sakaru.


Sakaru mencoba untuk menyerap energi yang berada di dalam batu azure. Proses itu membuat keringat Sakaru bercucuran namun tidak sesakit proses penempaan ulang tubuh. Setelah beberapa jam menyerap energi batu azure.


[Berhasil mendapatkan fisik awal tingkat 7]


"Fiuh..., ternyata ini lebih mudah dari pada yang kukira sebelumnya." ujarnya sambil menghela nafas panjang.


Sakaru menggerak-gerakan ke 2 anggota tubuhnya. Fisik Sakaru terasa lebih kuat 3 kali lipat dari pada sebelumnya. Untuk mengetes kekuatan fisik tubuhnya, Sakaru naik ke atas batu yang menjulang tinggi ke atas dan menjatuhkan dirinya sendiri ke arah bawah.


"Bruk...."


"A-aduh... Memang benar fisik ku sekarang menjadi lebih kuat, tetapi aku masih bisa merasakan rasa sakitnya setelah terjatuh lebih dari 5 meter." ujarnya sambil mengelus-ngelus punggung nya yang terbentur ke tanah.


Melihat pepohonan yang menjulang tinggi ke atas, Sakaru memiliki ide dan mencoba untuk meninju ke arah pohon itu sekuat tenaga. Pertama meninju nya dengan tangan kosong tanpa mengalirkan energi chi, kedua meninju nya dengan mengalirkan energi chi, dan yang ke tiga dia mencoba menggunakan teknik Langkah Petir untuk menendang pohon itu.


Setelah beberapa kali, akhirnya hasil nyata mulai terlihat. Pukulan yang di lancarkan Sakaru tanpa menggunakan energi chi hanya mengakibatkan permukaan luar pohon hancur, pukulan dengan mengalirkan energi chi dapat menumbangkan pohon hanya dengan sekali tinju, dan yang terakhir tendangan yang di terapkan menggunakan teknik Langkah Petir dapat membuat beberapa pohon ambruk hanya dengan sekali tendangan.


Sakaru terlihat puas dengan kekuatannya saat ini setelah melihat beberapa pohon ambruk dibuatnya.


"Ternyata teknik Langkah Petir lebih cocok untuk di buat menjadi serangan petir. Mungkin aku akan menyebutnya dengan tendangan petir dadakan mulai saat ini." gumamnya dengan tersenyum melihat ke arah pohon-pohon yang telah ambruk.

__ADS_1


"He he, gadis kecil. Waktu nya aku memberikan pelajaran kepadamu karena telah memakan daging yang telah ku bakar dengan susah payah seenaknya."


Karena hari sudah mulai gelap, Sakaru memutuskan untuk beristirahat di atas dahan sebuah pohon yang paling besar dan perlahan mulai memejamkan kedua matanya.


__ADS_2