
Suasana kota saat itu sangat ramai. Para pemain beserta NPC saling berinteraksi dan berbicara.
"Aku belum begitu mengerti dengan game ini. Kalau begitu, aku akan berkeliling kota sebentar." gumamnya sambil melihat ke arah sekitar.
Sakaru mengelilingi kota itu dan menemukan sebuah gerobak penjual roti.
"Dia terlihat seperti NPC. Kalau begitu, aku akan coba membeli di sana."
Sakaru menghampiri pedagang itu, NPC itu merespon pergerakan Sakaru dan langsung menyambutnya.
"Apakah tuan tertarik untuk membeli roti ini?" tanya NPC itu dengan ramah.
Sakaru yang hanya terfokus dengan realita dari game terus menatap NPC itu dan berkata di dalam hati, "Benar-benar terlihat seperti orang sungguhan, tidak ada keanehan dalam NPC ini."
"Tuan, ada apa?" tanya NPC itu sedikit takut.
"Oh, bukan apa-apa. Kalau begitu, aku beli rotinya. Berapa harganya?
"Harganya 1 keping Yuld per 2 buah roti. Jadi, tuan mau beli berapa banyak?"
"Begitu ya, saya beli 2 saja." ucap Sakaru sambil mengeluarkan 1 keping Yuld dari inventorynya.
Sakaru pun memberikan 1 keping Yuld kepada NPC itu. Setelah membeli 2 buah roti, Sakaru pun duduk di sebuah kursi dekat pohon yang cukup besar.
"Aku mendapatkan 2 buah roti yang cukup besar. Lili, apakah kamu mau 1?" tanya Sakaru sambil menjulurkan roti ke arah Lili.
"Terimakasih atas kebaikan tuan. Tapi, aku tidak memerlukan makanan seperti tuan. Aku hanya perlu berada di sisi tuan, energi ku bisa pulih dengan sendirinya."
"Baiklah, kalau begitu aku akan memakan 2-2 nya sekaligus."
"Hap..."
Sakaru yang sudah lapar dari tadi langsung melahap ke 2 buah roti tersebut. Saat sedang asik mengunyah makanan, tiba-tiba muncul seseorang yang menghampiri Sakaru.
"Apakah kamu baru di dalam game ini?" tanya pria Elf itu.
"Haa... apwa mwaksudmu akwu?" ujar Sakaru yang mulutnya penuh dengan roti.
"Hahaha, habiskan saja dulu rotinya. Aku akan menunggumu hingga selesai."
"Glek..."
__ADS_1
Sakaru menelan seluruh roti yang berada di dalam mulutnya.
"Sudah. Lalu, ada apa kamu memanggilku tadi?" ucap Sakaru memiringkan kepalanya dan menatap tajam Elf itu.
"Hentikan itu, kamu menakutiku. Aku hanya bertanya karena aku baru melihatmu di kota ini."
"Oh, benar aku adalah pemain baru di dalam game ini. Jadi, aku masih belum tahu apa-apa tentang game ini."
"Apakah kamu sudah membuka kotak pemula? Apa kemampuan spesial yang kamu dapat? Jika kamu mendapat sesuatu yang menarik, bagaimana kalau kamu membentuk kelompok denganku?" Elf itu melontarkan pertanyaan beruntun kepada Sakaru.
"Kemampuan spesial? Oh maksudnya Lili." pikir Sakaru sekilas.
"Itu adalah kemampuan spesialku." ucap Sakaru menunjuk ke arah Lili.
Elf itu melihat Sakaru menunjuk ke arah penjual roti karena tidak dapat melihat Lili.
"Hahaha, kemampuan spesialmu adalah penjual roti itu ya. Sepertinya kamu tidak akan cocok menjadi rekanku. Kalau begitu sampai jumpa, aku masih memiliki banyak pekerjaan di dalam game ini." Elf itu pergi sambil melambaikan tangannya.
"Haa..., kenapa Elf itu? Aku kan jelas-jelas menunjuk ke arah Lili." Sakaru menggaruk kepala menggunakan sebelah tangannya.
"Tuan, aku hanya dapat di lihat oleh tuan seorang saja. Orang lain tidak dapat melihatku karena aku sudah terikat kontrak dengan tuan."
"Dan juga kontrak? Seingatku aku tidak pernah membuat kontrak apapun dengannya." pikir Sakaru dalam benaknya.
"Maafkan aku tuan, aku tidak menyadarinya. Dan apakah tuan yakin tidak pernah membuat kontrak denganku? Berarti aku memang milik tuan seluruhnya."
"Memangnya sebelum aku ada tuan yang kamu layani?" tanya Sakaru kepada Lili.
"Itu benar, tuan. Tuanku yang sebelumnya adalah seorang petualang yang tingkat kultivasinya yaitu Tingkat Dewa Menengah. Aku sudah berpetualang dengannya lebih dari 100 tahun dengannya dan mendapatkan banyak sekali pengalaman."
"100 tahun, berarti setara dengan 1 tahun di dunia nyata ya." pikir Sakaru.
"Jadi, kenapa sekarang kamu bersama denganku? Kemana tuanmu yang sebelumnya?" tanya Sakaru kepada Lili.
"Tuanku yang sebelumnya dikalahkan oleh Raja Iblis di kastilnya. Setelah tuanku menghilang, tiba-tiba ada suara yang memerintahkanku dan tiba-tiba aku berada di sini untuk bersama dengan tuan."
"Iya juga Lili. Tingkat kultivasi itu memangnya apa?"
"Tingkat kultivasi adalah cara orang-orang untuk mengukur seberapa kuat orang itu, semakin tinggi tingkat kultivasinya maka semakin kuat juga orang itu. Saat ini aku bisa dibilang berada di tingkat Roh Atas dan hampir mencapai tingkat dewa. Tapi sayangnya, kami para peri hanya bisa berada di dalam tingkat Roh dan tidak bisa menembus ke tingkat selanjutnya."
Sakaru yang masih belum mengerti tentang apa yang di katakan Lili hanya mengangguk pura-pura mengerti.
__ADS_1
"Berarti saat ini tingkat kultivasiku berada di atas Lili ya."
"Tidak, tingkat tuan sekarang jauh berada di bawahku. Tingkat kultivasi tuan yang sekarang adalah pemula tingkat 1."
Sakaru mengerutkan dahinya, "Pemula tingkat 1? Ngomong-ngomong Lili, ada berapa tingkat kultivasi di dalam game ini?"
"Game? maksud tuan dunia ini ya. Ada 9 tingkatan kultivasi."
"9 tingkat kultivasi ya." Sakaru merenung sebentar lalu bertanya kepada Lili, "Kalau begitu, apa saja tingkat kultivasi itu?"
"Tingkat pertama yaitu tingkat pemula, kedua tingkat murid, ketiga tingkat pendekar, keempat tingkat master, kelima tingkat master senior, keenam tingkat guru, ketujuh tingkat ahli bela diri, kedelapan tingkat roh, dan yang terakhir tingkat dewa."
Sakaru berpikir keras setelah mendengar tingkat kultivasi yang telah di bilang oleh Lili.
"Ka-kalau begitu, aku berada di tingkat yang paling lemah ya?"
"Tuan benar. Kalau aku mau, tuan bisa ku lenyap kan dalam sekejap menggunakan kekuatan ku yang sekarang berada di tingkat roh atas."
"Apa melenyapkanku!!? Kalau begitu, jangan lakukan itu kumohon. Kalau kamu melenyapkanku, aku tidak dapat mendapatkan uang dan tidak dapat memainkan game ini lagi."
Sakaru spontan bersujud kepada Lili. Orang-orang yang lewat melihat Sakaru seperti orang gila yang sedang banyak pikiran.
"Apa yang tuan lakukan? Mana mungkin aku berani melenyapkan tuan. Kalau aku melakukan itu, aku juga akan lenyap tahu. Sekarang ini aku terikat dengan jiwa tuan dan tidak dapat membantah perintah tuan. Kalau tuan mati, otomatis aku juga akan mati."
"Hahaha begitu ya, jadi kamu tidak bisa macam-macam denganku ya." Sakaru spontan berdiri sambil mengolok-ngolok Lili dengan menyentuh pipinya secara terus menerus.
"..."
Lili terlihat kesal tapi menahan amarahnya.
"Sekarang, bagaimana caranya agar aku meningkatkan tingkat kultivasiku? Apakah ada cara yang mudah?"
"Tidak ada cara yang mudah, semuanya butuh usaha." ucap Lili sambil mengeluarkan sebuah ramuan.
"Botol apa itu?"
"Ini adalah pil penguat fisik. Dengan meminum ini dan banyak berlatih tuan mungkin bisa menembus ke tingkat pemula 2 dengan mudah dan seterusnya."
"Kalau begitu, aku akan meminum nya." Sakaru langsung meminum pil yang di berikan oleh Lili.
Sakaru seketika itu juga mendapatkan rasa sakit yang luar biasa. Seluruh tubuhnya terasa terbakar dan otot-otot badannya mulai menguat.
__ADS_1