
Setelah berlatih cukup lama di dalam gua es itu, akhirnya Sakaru bisa menstabilkan energi sihirnya dan berhasil menyebarkannya ke seluruh tubuh.
[Berhasil menembus Tingkat Kultivasi pemula tingkat 2]
"Tidak kusangka aku akan berhasil secepat ini. Sekarang aku merasa menjadi lebih kuat dari pada sebelumnya."
Sakaru berdiri sebentar, melakukan pemanasan karena kedua kakinya menjadi kaku setelah berkultivasi. Melihat ke arah dalam gua, Sakaru tertarik untuk masuk lebih jauh ke dalam gua.
"Lili, apa tidak masalah jika aku masuk lebih dalam ke dalam gua?"
"Di dalam gua es ini ada 2 aura monster penghuni, yang satu setara dengan pendekar tingkat 1 dan yang satunya setara dengan murid tingkat 8." ucap Lili memberitahukan ini kepada Sakaru, 2 jari tangannya mengangkat menandakan 2 monster itu.
"Jadi, apa aku tidak usah kesana?"
"Masuk saja, kedua monster itu tidak akan berani menyerang tuan." Lili menunjuk ke dalam gua.
Tanpa ragu Sakaru masuk ke dalam gua es itu. Benar seperti yang di katakan Lili, kedua monster itu tampak waspada kepada Sakaru.
"Jangan bunuh kami, kami tidak pernah menggangu ras Elf selama kami hidup."
Monster itu gemetar melihat Sakaru yang mendekat ke arah mereka. Langkah Sakaru terhenti.
"Kalian bisa berbicara?" tanya Sakaru terkejut.
"Be-benar, kami bisa berbicara. Jadi, apa tujuan anda datang kemari?" tanya Monster yang lebih besar dari pada yang satunya.
"Tujuanku datang kemari hanya untuk berlatih, jadi tidak ada maksud untuk menyerang kalian."
"Begitu ya, silahkan berlatih selama mungkin yang anda inginkan. Kami tidak akan menggangu." ucap monster itu menarik monster lainnya lalu pergi meninggalkan Sakaru.
"Kenapa dengan ke dua monster itu. Padahal tingkat kultivasi mereka lebih tinggi dariku, tapi kenapa mereka terlihat takut kepadaku." pikir Sakaru heran.
__ADS_1
"Itu karena aku menyebarkan aura tingkat roh di seluruh tubuh tuan. Seharusnya orang yang berada di bawah tingkat master langsung pingsan setelah merasakan aura tingkat roh. Karena mereka adalah monster, mereka tidak terpengaruh tetapi masih waspada dengan orang yang tingkat kultivasi nya berada di atas mereka, itulah kenapa saat tadi mereka bergegas pergi ke luar gua untuk menghindari tuan."
"Oh begitu ya. Pantas saja pada saat tadi aku merasakan sesuatu memenuhi tubuhku, rasa dingin dari gua es ini pun menjadi hilang." Sakaru memukul sebelah tangannya dengan tangan lainnya. Seolah-olah dia baru saja mengerti apa yang baru saja terjadi.
"Kalau begitu, tuan harus bersiap-siap. Aku akan menghilang kan aura tingkat roh sekarang supaya tuan dapat fokus meningkatkan fisik."
Aura tingkat roh yang menyelimuti tubuh Sakaru menghilang. Seketika itu juga hawa dingin langsung menyelimuti seluruh tubuh Sakaru dan itu membuat Sakaru menggigil kedinginan, seluruh tubuhnya mulai terasa kaku dan itu membuat fisik tubuh Sakaru mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Sakaru hanya bisa terfokus untuk memperkuat fisik nya. Hanya perlu berdiam diri sambil menstabilkan energi sihir yang berada di dalam tubuhnya.
Lili berbisik di telinga Sakaru, "Tuan sebaiknya tidak usah menggunakan energi sihir untuk meredam hawa dinginnya. Tuan lebih baik melepaskan nya karena itu dapat mempercepat ketahanan fisik tuan 2 kali dari saat ini."
Sakaru memejamkan matanya mendengar bisikan dari Lili, "Benarkah, kalau begitu aku akan melepas seluruh energi sihir yang telah ku sebar ke seluruh tubuhku."
Secara perlahan, Sakaru mulai melepaskan energi sihir yang dia sebarkan tadi. Hawa dingin mulai menyelimuti Sakaru 2 kali lipat lebih dingin dari sebelumnya. Seluruh tubuh Sakaru mulai mati rasa dan itu membuat Sakaru kesakitan.
"Aaa.... Sial, tubuhku rasanya sepertu di tusuk dari berbagai macam arah."
[Berhasil meningkatkan fisik awal tingkat 1 menjadi fisik awal tingkat 2]
"Fiuh..." Sakaru menghembuskan nafas panjang, lalu mencoba untuk berdiri tegak. Karena tubuh Sakaru masih kaku, dia pun mencoba untuk mengaliri seluruh tubuhnya dengan energi sihir.
"Akhirnya tubuhku dapat menahan dingin nya gua es ini."
"Tuan, setelah menganalisa seluruh gua es ini. Di dalam gua es, ada sebuah tanaman es yang cukup langka di dalam gua es ini."
Sakaru yang mendengar kata langka langsung bergegas pergi lebih ke dalam gua es. Terlihat 4 buah tanaman berbentuk seperti mawar, namun membeku.
"Apa tanaman ini yang kamu maksud?" tanya Sakaru sembari menunjuk ke arah tanaman itu.
"Tuan benar, menurut pengalamanku selama lebih dari 100 tahun. Tanaman itu bernama Mawar Beku. Tanaman itu juga dapat di gunakan untuk membuat pil beku, pil es, dan juga pil penyembuh es. Harga 1 tanaman itu juga kurang lebih dihargai 100 keping Yuld."
__ADS_1
"Apa 100 Yuld!!?" Mata Sakaru terlihat seperti dibutakan oleh uang. Sakaru langsung memetik salah satu dari Mawar Beku. Tetapi setelah di petik oleh Sakaru, tanaman Mawar Beku tersebut hancur menjadi beberapa bagian.
"Apa yang terjadi, tidak 100 keping Yuld ku." Saat ini tersisa 3 tanaman Mawar Beku. Sakaru menjadi lebih berhati-hati dan mulai menanyakannya kepada Lili.
"Lili, bagaimana ini? Bagaimana caranya aku agar bisa mengambil Mawar Beku?" Sakaru sedikit panik karena tidak bisa mengambil tanaman Mawar Beku dan malah menghancurkan salah satunya.
"Itu salah tuan sendiri karena memetiknya dengan cara mematahkan batangnya. Itu dapat menggangu aliran energi yang berada di dalam tanaman itu dan membuatnya hancur."
"Begitu ya, jadi apa ada cara agar bisa mengambil tanaman Mawar Beku ini?" tanya nya dengan wajah bingung.
"Gali bawahnya, dan ambil intinya dengan Mawar Beku itu."
Sakaru mencoba menggali bawahnya menggunakan tangan kosong. Mulai terlihat inti tanaman Mawar Beku dan Sakaru pun mencoba mengambil ke tiga Mawar Beku yang masih hidup.
"Intinya ternyata berbentuk bulat dan sangat keras." Sakaru menyimpan ke tiga Mawar Beku itu di dalam inventory.
"Bagaimana dengan inti tanaman yang ku hancurkan, apakah aku dapat mengambilnya juga?"
"Tuan dapat memakannya untuk meningkatkan tingkat kultivasi tuan. Banyak sekali energi yang tersimpan di dalam inti Mawar Beku."
Sakaru mengambil inti dari tanaman Mawar Beku yang di hancurkannya tadi dan langsung menelannya bulat-bulat. Energi yang berada di dalam Inti itu langsung terserap dan menyatu dengan inti energi sihir milik Sakaru.
"Aku tidak merasakan apapun."
"Dug...Dug..."
Jantung milik Sakaru bekerja lebih cepat dan membuat Sakaru sedikit panik.
"Apa yang terjadi, dadaku terasa sangat sesak."
"Itu terjadi karena inti energi sihir, yaitu jantung. Mencoba untuk menyerap seluruh energi yang berada di dalam inti tanaman Mawar Beku tadi."
__ADS_1
Sakaru menjadi sedikit lebih tenang setelah mendengar perkataan Lili. Pikirnya bahwa ini normal terjadi setelah memakan sebuah inti yang berbentuk bulat dan sangat keras.