
Area 2 dalam ruang dimensi terasa sangat hening dan menenangkan, sangat jauh berbeda dengan keadaan di kota yang selalu ramai dengan orang yang berlalu lalang.
Sakaru, setelah berlatih terus-menerus akhirnya ia dapat menguasai teknik berpedang dengan sangat mulus. Ditambah dengan teknik Memperingan Tubuh, ayunan pedang yang Sakaru lancarkan kini menjadi lebih cepat dan mematikan.
Karena merasa dirinya sudah cukup dengan teknik berpedang, Sakaru ingin mencari sesuatu dan kembali ke dalam kota.
Setelah keluar dari dalam gua, Sakaru melihat ada atraksi di seluruh jalan. Karena penasaran dengan apa yang terjadi, Sakaru bertanya kepada orang yang berada di sekitar sana.
"Bro... Ini sebenarnya ada acara apa?" tanya Sakaru seolah-olah sudah akrab dengan orang itu.
"Hanya pembukaan sekte saja." jawabnya dengan singkat.
"Oh terimakasih telah memberi tahuku. Ini untukmu." Sakaru menaruh satu keping koin roh di atas meja orang itu.
"Sa-satu keping koin roh!!? Siapa orang tadi sebenarnya???" orang itu nampak terkejut dan juga senang.
**
Sakaru mengikuti rombongan itu dari belakang. Di depannya, terlihat ada sebuah arena besar yang di belakangnya ternyata adalah tempat milik sekte pedang merah.
Rombongan itu masuk ke dalam untuk mendaftar karena sekte pedang merah sedang merekrut beberapa murid baru. Di depan gerbang sekte pedang merah, ada seorang kakek yang sedang merekrut untuk orang-orang yang ingin mendaftar kan diri masuk ke sekte pedang merah.
"Hoi... Elf yang disana." teriak kakek itu memanggil Sakaru.
Sakaru yang merasa terpanggil menghampiri kakek itu.
"Ini, nomor terakhir untuk mendaftar ke sekte ini." kakek itu melempar sebuah batang kayu dengan ukiran nomor 600 di tengahnya.
"Ini untuk apa?" ujarnya dengan bingung kepada kakek itu.
"Tentu saja untuk nomor pengenalmu. Besok pagi, kamu datang lagi kemari. Akan di adakan seleksi di arena itu. Jika berhasil melalui seleksi itu, kamu akan di terima menjadi murid luar di sekte ini." ucap kakek itu lalu pergi meninggalkan gerbang dan masuk ke dalam sekte.
Sakaru sebenarnya tidak terlalu ingin bergabung ke dalam sebuah sekte. Namun karena dirinya sudah mendapatkan nomor, tentunya Sakaru tidak akan melepaskan kesempatan ini.
__ADS_1
Sakaru juga meninggalkan tempat itu dan kembali ke dalam gua untuk berlatih. Sesampainya di dalam gua, Sao Fang dan Yua Lai ternyata sedang duduk di atas batu rata sambil memakan roti isi.
"Guru, aku mau bertanya. Apakah sekte pedang merah itu sangat kuat?" tanya Sakaru tanpa pikir panjang setelah melihat Sao Fang yang sekarang memiliki julukan pendekar pedang terkuat ada di depannya.
"Tentu saja sangat kuat. Aku, sebagai kepala sekte pedang merah menjaminnya." ujarnya sembari memakan habis roti isi.
"Ke-kepala sekte? Sejak kapan?" ucapnya sedikit terkejut dan juga bingung.
"Sakaru kamu ini... Sudah berguru pada guru tapi tidak mengetahui latar belakang guru."
"Mana kutahu, aku saja baru sampai ke kota ini beberapa hari yang lalu. Terlebih lagi, jika guru adalah kepala sekte pedang merah, apakah senior Yua Lai juga berasal dari sekte pedang merah?"
"Tentu saja... Aku termasuk salah satu murid elite dari 10 murid elite yang berada di dalam sekte pedang merah."
"Murid elite? Karena aku juga adalah murid guru, artinya aku juga adalah murid elite."
"Tidak, murid elite hanya bisa di dapat ketika murid sekte memiliki beberapa prestasi dan penghargaan."
"Begitu... Jadi, aku termasuk murid apa? Murid biasa atau bagaimana?" tanya Sakaru kepada Yua Lai.
Di dalam sekte juga ada rangking yang membuat murid-murid dalam sekte saling berebut untuk menjadi murid rangking pertama.
100 orang murid luar teratas akan mendapatkan hak setiap bulannya berupa uang, pil peningkatan, dan juga tempat tinggal yang khusus telah di sediakan oleh sekte.
100 murid dalam teratas juga memiliki hak yang lebih banyak di bandingkan murid luar dalam segi pembagian uang dan pil peningkatan.
Seluruh murid elite juga memiliki hak yang sangat jauh berbeda dengan murid luar maupun dalam. Memiliki akses khusus menuju ke dalam gua ruang dimensi yang hanya diketahui oleh Sao Fang.
Sekte pedang merah juga adalah satu-satunya sekte terkuat yang ada di kota Xun, dan bahkan sekte kecil lainnya memilih bergabung dengan sekte pedang merah.
"Sudah, senior Yua Lai. Aku sudah mengerti inti dari perkataanmu itu." ucap Sakaru sedikit kesal lalu memotong perkataan Yua Lai.
"Benarkah...? Baiklah kalau begitu."
__ADS_1
"Intinya, aku juga adalah murid elite karena sudah bisa masuk ke dalam gua ini."
"Yaaaa... Itu mungkin karena guru."
"Sao Fan-, maksudku guru. Benarkan aku sekarang adalah murid elite dalam sekte pedang merah." Ucap Sakaru sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Oh, itu mudah saja. Mulai sekarang, aku meresmikan Sakaru sebagai murid elite." ucap Sao Fang sambil memberikan lencana murid elite sekte pedang merah kepada Sakaru.
Lencana murid elite, terbuat dari batu khusus berukiran pedang berwarna merah di tengahnya, dan di kelilingi garis berwarna emas mengelilingi batu itu.
"Terimakasih guru. Aku Sakaru, menerimanya dengan senang hati." ucap Sakaru memberikan hormat kepada Sao Fang.
"Guru... Bukankah itu terlalu mudah untuk Sakaru?"
"Sudahlah Yua Lai, itu sudah menjadi keputusan ku."
"Baiklah jika itu adalah keputusan guru." ujar Yua Lai sembari menghela nafas.
Yua Lai terlihat sangat iri dengan Sakaru, dan bahkan itu dapat terlihat dari raut wajahnya. Yua Lai tidak mengetahui bahwa Sakaru lah yang menyelamatkan Sao Fang ketika ia bergelantungan di dinding lembah.
Sao Fang juga sudah memutuskan Sakaru sebagai tuannya karena itu sudah menjadi keputusannya yang bulat karena Sao Fang tidak pernah berpikir akan ada seseorang yang menyelamatkan nya di saat dirinya sekarat.
"Yua Lai iri kepadaku ya. Bagaimana kalau aku bilang, Sao Fang adalah anak buah ku." pikir nya sambil melirik ke arah Yua Lai.
"Tuan, sepertinya itu adalah ide buruk." ucap Lili kepada Sakaru.
"Bercanda kok, tidak usah cemas." jawab Sakaru kepada Lili.
"Sakaru sedang berbicara dengan siapa?" pikir Yua Lai heran.
"Senior Yua Lai, sekarang aku juga murid elite loh. Mohon kerjasamanya ya."
Yua Lai terlihat menghela nafas panjang dan merelakan semua yang telah terjadi.
__ADS_1
"Kamu, aku iri sekali kepadamu. Bisa dengan mudah menjadi murid elite, mungkin orang-orang dari sekte akan ada yang mencoba mencelakaimu. Jadi, berhati-hatilah."
"Baik, senior Yua Lai. Aku akan terus berhati-hati setelah ini."