Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR

Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR
Chapter 22 : Mendapatkan System.


__ADS_3

Sakaru berpindah ke tempat yang sangat asing untuk dilihat olehnya. Tanah tandus dan hanya ada beberapa pohon merah yang tumbuh disana. Dengan pemandangan langit merah seperti sore hari, di tambah lagi kicauan burung gagak terdengar kencang dari segala arah.


Energi mana yang sangat kuat tercampur dengan energi alam terasa di seluruh tempat itu.


Cling! [Membuka jendela Point karena telah mencapai Area Iblis Tingkat 1]


Cling! [Anda memiliki 1 pemberitahuan yang belum dibaca]


"Jarang sekali terdengar suara ini. Sepertinya aku harus membacanya." gumamnya sembari meng-klik logo surat.


[Halo, apakah kamu puas dengan game ini? Apakah kamu sudah menjadi pendekar hebat? Tentu saja sudah bukan, karena telah mencapai Area Iblis. Lelah, tentu saja lelah. Sulit, tentu juga itu pasti sulit. Banyak sekali rintangan yang harus dilewati dari awal hingga saat ini. Oleh karena itu, kami pihak ke 3 dalam game ini akan memberikan mu sebuah hadiah kecil berupa sebuah system yang mungkin akan sedikit membantumu dalam petualangan kali ini. Apakah kamu akan mengaktifkan System, Ya/Tidak.]


Sakaru mengangkat sebelah alisnya, "System? Belum pernah aku mendengar tentang hal ini sebelumnya. Kalau begitu YA, aku akan mengaktifkan System."


[Telah mendapatkan persetujuan. Memulai System menghitung mundur, 10...9...8...7...6...5...4...3....2...1...0. System berhasil di terapkan. System akan selalu bersama dengan kamu, jika memerlukan bantuan dari nya, pikirkan saja 'System' dalam pikiranmu, maka System akan menanggapinya.]


"Begitu ya. Kalau begitu, System?" pikir Sakaru dalam benaknya.


[Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?]


"Oh... benar-benar menanggapi. Kalau begitu, icon ini sebenarnya untuk apa?" tanya Sakaru menunjuk ke icon baru yang muncul di hadapannya.


[Tuan, itu adalah jendela Point. Dengan membunuh makhluk hidup, Tuan akan mendapatkan sejumlah Point yang dapat di tukarkan dengan sesuatu yang telah terdaftar dalam icon penukaran Point.]


"Benar-benar menarik." ujarnya sembari meng-klik icon penukaran.


[Point \= 0]


[Pemulihan Energi inti \= 100 Point]


[Penambahan kekuatan fisik X10 \= 1.000 Point]


[Keabadian \= 10.000.000 Point]

__ADS_1


"Kalau di pikir-pikir, ini akan berguna untukku suatu saat nanti." gumamnya dengan senang. "Dan juga, apa-apaan dengan keabadian? Point yang ku butuhkan untuk menukarnya juga sangat banyak." sambung Sakaru.


"Iya juga. System, dengan membunuh makhluk hidup aku akan mendapatkan Point bukan?"


[Benar Tuan.]


"Jadi, berapa banyak Point yang kudapatkan dengan membunuh 1 makhluk hidup?"


[Tuan akan mendapatkan 1 Point untuk setiap makhluk hidup yang Tuan bunuh.]


"Ha-hanya 1!!!" ucapnya terkejut dan hanya bisa pasrah.


Lili yang melihat tuannya berbicara sendiri hanya bisa terdiam dengan wajah yang kebingungan.


Sakaru melihat ke arah sekitar, dan terlihat sekelompok iblis mulai berdatangan dari arah barat. Sakaru yang masih belum mengetahui kekuatan lawan bergegas pergi untuk bersembunyi di balik pohon merah yang berada di dekatnya.


"Tuan hati-hati, ada sekelompok iblis level 1 muncul dari arah barat." ucap Lili memperingatkan Sakaru.


"Ya, aku melihatnya. Apa level 1 itu cukup kuat?" tanya Sakaru sekilas kepada Lili.


"Pendekar tingkat 1, dan mereka berkelompok. Sebaiknya aku bersembunyi saja deh." ujarnya sembari bersembunyi di belakang pohon merah.


Sekelompok iblis itu melewat begitu saja seolah-olah tidak terjadi sesuatu. Sakaru akhirnya keluar dari tempatnya bersembunyi dan mulai menghela nafas pendek.


"Fiuh... Kukira mereka akan menemukan ku." kata Sakaru dengan lega.


"Sebaiknya aku segera meninggalkan tempat ini, sebelum ada iblis lain yang melewat." gumamnya sembari melihat-lihat ke arah sekitar.


Karena Sakaru merasa pergi ke arah barat adalah tempat yang aman, tanpa pikir panjang Sakaru langsung melesat ke arah sana. Sesampainya di sana, terlihat sebuah reruntuhan sebuah istana yang sepertinya hancur akibat serangan yang begitu dahsyat.


"Reruntuhan apa ini?" pikirnya sedikit bingung.


Sakaru sedikit penasaran dengan reruntuhan itu. Ia melompat naik ke atas dinding istana, dan ternyata ada sekelompok orang selamat yang sedang berada di sana.

__ADS_1


Sakaru bergegas untuk menghampiri kelompok itu. Terlihat ada 10 orang yang berhasil selamat, kedua orang diantaranya terluka sangat parah dan 1 orang diantaranya terluka cukup parah.


"Apa kalian tidak apa-apa?" ujar Sakaru dari kejauhan menghampiri kelompok itu.


Sakaru melompat ke arah mereka dan bergegas untuk memberikan pertolongan pertama. Dengan kekuatan yang Lili miliki, Sakaru dengan mudahnya memulihkan kondisi dari ke 3 orang itu.


"Wah, terimakasih orang baik." ucap orang yang terlihat seperti pemimpin dari mereka.


"Apa di sekitar sini hanya ada kalian?" tanya Sakaru kepada mereka.


Suasana terlihat mencekam, seluruh orang itu terlihat sangat tertekan dengan pertanyaan Sakaru. Orang yang terlihat seperti pemimpin kelompok itu langsung membawa Sakaru ke tempat lain untuk berbicara.


"Sebenarnya kami semua ada total 15 orang. Tetapi semenjak kami diserang oleh sekelompok iblis level 4, 5 orang yang lainnya menghilang dan kemungkinan mereka sudah terbunuh. Sekarang yang tersisa hanyalah aku dan ke 9 muridku."


"Murid? Apakah anda adalah guru dari mereka?" tanya Sakaru.


"Benar, aku adalah guru dari mereka. Namaku Yu Jong, berasal dari sekte naga hitam."


"Yu Jong, apa kamu yakin mereka ber 5 sudah terbunuh? Kamu kan guru mereka, bukankah seharusnya mencari keberadaan mereka terlebih dahulu?"


"Sebenarnya kami sudah mencari mereka selama lebih dari 4 hari, namun belum kunjung bertemu. Tadi juga, kami baru saja menghadapi sekelompok iblis level 1."


"Kalau begitu, aku akan membuat sebuah formasi pelindung di sekitar istana ini. Kamu, kembalilah ke dalam istana dan buat sebuah tempat perlindungan." ucap Sakaru sembari membuat beberapa garis di tanah mengelilingi istana itu.


Muncul sebuah cahaya terang yang menjulang tinggi ke langit. Iblis tidak akan bisa melewati penghalang yang dibuat Sakaru kecuali mereka lebih kuat dari pada penghalang itu.


Yu Jong kembali ke dalam istana, sementara itu Sakaru mencoba untuk mencari keberadaan ke 5 murid Yu Jong yang hilang.


Menurut informasi yang di dapatkan dari Yu Jong, ke 5 murid yang hilang masuk ke dalam kabut merah yang berada jauh di arah barat.


Karena Sakaru tidak memiliki tujuan lain, Sakaru memutuskan untuk membantu Yu Jong untuk mencari keberadaan ke 5 muridnya yang hilang.


Dengan cepat, Sakaru melesat pergi ke arah barat. Sejauh 100 km, Lili tidak mendekteksi adanya iblis di sekitarnya yang menandakan bahwa keadaan di arah barat aman untuk saat ini.

__ADS_1


Sesampainya di sana...


__ADS_2