
Setelah pergi ke luar, ternyata tanpa Sakaru sadari diluar sudah pagi. Sakaru berada di dalam gua es itu kurang lebih selama 1 hari.
"Tidak kusangka aku berada di dalam gua es selama ini." ujarnya yang baru saja keluar dari gua es.
Sakaru kembali menuju ke kota untuk menjual tanaman Mawar Beku yang telah di dapatkannya. Suasana di kota masih sangat ramai dengan pendatang-pendatang baru dari luar kota.
"Aneh sekali, mengapa keadaan kota hari ini terasa sangat ramai? Ya sudahlah, aku tidak terlalu peduli dengan hal ini. Terlebih lagi aku akan menjual seluruh Mawar Beku yang telah ku dapat dan aku akan menjadi kaya he he he." ucapnya sambil tersenyum.
"Swossh..."
Tanpa Sakaru sadari, sekarang dirinya berlari lebih cepat dari pada kebanyakan orang di kota itu. Orang-orang yang melihat nya sedikit terkejut namun hanya melihat dengan sekilas. Orang-orang pikir, mungkin Sakaru adalah seorang petualang dengan tingkat kultivasi yang berada di atas pendekar.
"Cekiiiit..."
Sakaru berhenti mendadak dan mulai berpikir di dalam benaknya, "Tunggu, tunggu sebentar. Sebenarnya dari tadi aku berlari ke arah mana sih?"
Sakaru pun menanyakan kepada penduduk di kota itu tentang tempat untuk menjual tanaman Mawar Beku yang ia dapat dalam gua es. Setelah bertanya kepada penduduk sekitar, akhirnya Sakaru sampai di sebuah rumah pelelangan milik keluarga Wu. Di kota itu hanya ada 1 rumah pelelangan dan pemilik dari rumah lelang tersebut adalah seorang bangsawan.
Di dalam dunia ini, ada 3 status yang mewakili latar belakang seseorang yaitu keluarga biasa, keluarga bangsawan, dan keluarga kerajaan. keluarga Wu juga adalah keluarga terkaya di dalam kota itu. Selama lebih dari ratusan tahun mereka telah menguasai semua ekonomi kota itu dan bahkan memiliki 3 orang berbakat tingkat master di dalam keluarganya. Salah satunya adalah Chen Wu yang sekarang ini adalah pemilik dari rumah pelelangan di kota itu.
Sakaru masuk ke dalam rumah pelelangan itu. Isi dari rumah pelelangan itu sangat beragam, mulai dari tanaman, senjata, baju pelindung, jimat, sisik hewan, dan juga benda-benda untuk membantu ber kultivasi lainnya.
"Selamat data-. Apa yang dilakukan orang biasa di dalam pelelangan ini?" bisik pelayan yang menyambut Sakaru, tetapi tidak jadi karena melihat Sakaru berpakaian layaknya orang biasa.
Sakaru tetap berjalan tidak memperdulikan ke dua pelayan Elf itu. Ada seorang manusia yang bekerja di dalam rumah pelelangan dan menyambut Sakaru dengan hangat.
"Selamat datang di rumah pelelangan kami. Apakah ada yang bisa saya bantu?" Pelayan itu menundukkan sedikit kepalanya dan berkata dengan sangat sopan kepada Sakaru.
Sakaru pun memberitahukan tujuannya datang kemari kepada pelayan itu. Pelayan itu pun membawa Sakaru menuju ruangan pemilik rumah lelang tersebut.
"Trak..."
__ADS_1
Pelayan itu pun membukakan pintu untuk Sakaru. Sakaru pun duduk di sebuah kursi yang telah disediakan dan mulai menawarkan tanaman Mawar Beku yang di dapatnya dengan Chen Wu.
"Ho ho, kamu terlihat seperti orang biasa. Jadi, apakah kamu benar-benar memiliki tanaman Mawar Beku seperti yang di sebutkan oleh salah satu pelayan ku tadi?" kata Chen Wu sambil mengusap-usap dagunya.
"Bagaimana dia bisa mengetahuinya?" Pikir Sakaru sekilas.
"Itu karena pelayan tadi yang memberitahukan nya menggunakan kertas pengirim pesan."
"Pantas saja, tadi dia terlihat menulis sesuatu ternyata mengirim kan pesan kepada Chen Wu." pikir Sakaru dalam benaknya.
"Iya anda benar. Saya kemari untuk menjual beberapa tanaman Mawar Beku."
"Kalau begitu, apakah saya boleh melihatnya?" ujar Chen Wu tidak percaya kepada Sakaru.
Sakaru mengeluarkan 3 tanaman Mawar Beku dari inventory nya. Chen Wu sedikit terkejut dengan tanaman Mawar Beku yang di bawa Sakaru.
"Bagaimana bisa dia mendapatkan tanaman Mawar Beku tingkat tinggi? Tingkat kultivasi nya juga rendah. Apakah ada seseorang yang mendukungnya dari belakang?" pikir Chen Wu.
"Jadi, berapa harga untuk ke tiga tanaman Mawar Beku ini?" kata Sakaru dengan santai.
"Apa!? Apakah dia mengetesku? Aku harus menjawabnya dengan tepat." pikir Chen Wu dalam benaknya.
"Eh.. Ehem. Aku akan membeli tiap tanaman Mawar Beku itu dengan 1 keping koin roh, bagaimana?" ucapnya sambil melihat ke arah Sakaru dengan serius.
Sakaru yang mendengarnya langsung membalas perkataannya, "Apa hanya 1 keping? Jangan bercanda, aku mendapatkan nya dengan sulit tahu."
Seperti nya Sakaru hanya mendengarkan kata 'keping', tidak dengan 'roh' nya. Chen Wu pun terpaksa menawarkan penawaran terakhir.
"Ba-baiklah, ini penawaran terakhirku. Aku tawar dengan 2 keping koin roh per tanaman Mawar Beku. Jadi aku bayar 6 keping koin roh untuk semua tanaman Mawar Beku yang kamu miliki." Chen Wu terlihat berkeringat.
"Tu-tunggu sebentar. Keping koin roh, seberapa banyak itu sebenarnya?" Sakaru mengerutkan alisnya dan berpikir sejenak.
__ADS_1
"Tuan, 1 keping koin roh setara dengan 1000 keping Yuld."
"Apa!?? 1000 keping Yuld."
Sakaru berusaha untuk tetap bersikap tenang di hadapan Chen Wu dan langsung menerima tawaran yang di berikan Chen Wu.
"Ba-baiklah jika anda memaksa. Aku akan menjualnya dengan 6 keping koin roh kepada anda." ucap Sakaru dengan nada berat.
"Kesepakatan selesai." ucap Chen Wu menarik nafas lega.
Sakaru pun menerima 6 keping koin roh dan langsung pergi ke luar dari rumah lelang tersebut. Sakaru terlihat senang karena mendapatkan 6 keping koin roh, karena harga itu berbeda dari yang di katakan Lili sebelumnya.
"Lili, kamu berusaha menipuku ya?" ucap Sakaru geram terhadap Lili.
"Aku tidak menipu, menurut pengalamanku. Harga dari 50 tahun yang lalu adalah 100 keping Yuld. Aku tidak menyangka karena harga tanaman Mawar Beku melonjak naik setelah 50 tahun terakhir."
"Yasudah, karena sekarang aku telah mendapatkan uangnya. Untung saja aku tidak langsung berkata harga tiap tanaman Mawar Bekunya 100 keping Yuld dan bertanya terlebih dahulu."
"Sekarang aku akan pergi kemana ya?" pikir Sakaru setelah mendapatkan uang yang lumayan banyak.
Setelah memikirkannya, Sakaru melihat banyak sekali orang yang bajunya hampir sama dengan yang dia gunakan. Sakaru pun mendapatkan sebuah ide di dalam kepalanya untuk membeli sebuah pakaian untuk ia kenakan.
Pada saat itu juga, ada seseorang yang melihat Sakaru memiliki beberapa keping koin roh dan langsung mendekatinya.
"Halo kawan, apakah kamu baru di kota ini." ujarnya seakan-akan akrab dengan Sakaru.
"Siapa orang ini? Apakah dia berbicara denganku?" pikir Sakaru sambil melihat-lihat kearah sekitar.
"Apa yang kamu maksud tadi aku?" tanya nya dengan heran.
"Betul kawan, sepertinya kamu baru di kota ini. Jadi, bagaimana kalau kamu ikut denganku berkeliling kota ini. Kebetulan, aku sangat mengenal seluk beluk dari kota ini."
__ADS_1
Tanpa pikir panjang karena Sakaru memang baru di kota ini, dia menerima tawaran dari orang asing itu dan berkeliling kota dengannya. Sakaru tidak memikirkan bahaya nya menerima tawaran dari orang asing karena pikir nya, dia telah memiliki Lili yang akan melindunginya.