Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR

Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR
Chapter 13 : Melewati Gunung dan Lembah.


__ADS_3

"Rasakan ini, tebasan ular hijau."


Sakaru sedikit bermain-main dengan mereka. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk melatih dirinya supaya terbiasa dengan pertarungan secara langsung.


"Cling...Clang..."


Sakaru menangkis serangan itu menggunakan pedang yang ia dapatkan dari mayat beku tadi. Tidak diam saja, ke 7 orang yang tersisa juga membantu untuk melancarkan serangan kepada Sakaru. Alhasil, serangan mereka sedikit mengenai tubuh Sakaru tetapi dengan mudahnya Sakaru menyembuhkannya menggunakan kekuatan penyembuhan tingkat roh milik Lili.


"Apa-apaan Elf itu!?? Apakah dia monster?" ujar pemimpin kelompok itu sedikit gemetaran dan terkejut dengan penyembuhan yang di miliki Sakaru.


"Te-tebas... kepalanya. Jika kita berhasil menebas kepalanya, dia pasti tidak dapat memulihkan nya kembali." ucap seseorang itu memberi semangat kepada temannya.


"Semakin menarik saja. Kamu..., aku akan menyejukkan tubuhmu terlebih dahulu." ucap Sakaru menunjuk kepada orang yang memberikan usulan tadi.


"Swosh....Freeze..."


Sakaru melesat ke arah orang itu dan dengan mudahnya membekukannya. Orang yang lainnya terlihat ketakutan dan berusaha untuk melarikan diri.


"La-lari... Elf itu adalah monster." teriak salah satu orang itu ketakutan.


Mereka semua lari terbirit-birit menjauhi Sakaru. Dengan cepat, Sakaru mengejar mereka dan membekukan mereka hanya dengan sekali sentuhan satu per satu.


Setelah beberapa saat...


"Satu orang lagi kemana?" pikir Sakaru sambil melihat-lihat ke arah sekitar.


Setelah berkeliling di sekitar area sana, Sakaru tidak kunjung menemukan 1 orang lagi. Sakaru baru menyadari, kekuatan yang dimilikinya ternyata dapat dengan mudahnya mengalahkan 10 orang murid tingkat 3.


"Biarlah... Aku akan mengambil barang-barang yang mereka miliki dan bergegas untuk pergi ke kota selanjutnya." gumamnya sambil mengambil barang-barang yang di miliki oleh mereka.


30 menit telah berlalu, Sakaru telah mengambil semua barang yang di miliki oleh mereka. Sakaru mendapatkan 7 kertas pengirim pesan, 7 pedang biasa, dan beberapa keping Yuld yang totalnya adalah 720 keping.


Setelah itu Sakaru bergegas pergi ke area dalam hutan untuk pergi menuju ke kota selanjutnya dan juga untuk menghindari adanya pemburu yang dikirim oleh Fang Wu. Kemungkinan besar Fang Wu akan mengirimkan lebih banyak orang untuk memburunya karena uang yang di dapatkan Sakaru dari rumah judi milik Fang Wu bukanlah jumlah yang sedikit.


**


Terlihat seorang pembunuh bayaran dari dalam hutan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah judi untuk menemui Fang Wu.

__ADS_1


"Maafkan aku boss... Aku tidak dapat mengalahkan Elf itu dan 9 orang yang di kirimkan tadi telah tewas di bunuh oleh Elf itu." ucap nya sambil terengah-engah.


"Slash..."


Fang Wu menebas kepala pembunuh bayaran itu dengan sekali tebasan.


"Dasar tidak berguna. Memangnya seberapa kuat dia, Brak..." Ujar Fang Wu geram sambil menggebrak meja.


**


"Aku sedikit lapar setelah bertarung tadi." gumamnya sambil mengusap perut.


Sakaru melihat ada kelinci yang lewat di sekitar sana. Spontan, Sakaru langsung menangkap kelinci itu dan segera memasaknya. Setelah memakan kelinci yang di tangkapnya tadi, Sakaru melanjutkan perjalanan nya menuju ke kota lain dengan menyebrang melewati gunung.


Karena hari sudah gelap. Seperti biasa, Sakaru bermalam di atas sebuah pohon. Keesokan harinya...


Sakaru membuka kedua matanya, dan dari arah timur matahari mulai menusuk ke 2 mata Sakaru.


"Sudah pagi ternyata... Hoam... tidurku nyenyak sekali." ucap Sakaru sambil meregangkan otot-otot kakinya.


Sakaru melanjutkan perjalanan nya menuju ke kota lain. Setelah beberapa menit berjalan memasuki hutan, mulai terlihat ada beberapa hewan sihir yang berlalu lalang di sana.


"Tuan mungkin bisa mengalahkan salah satu dari mereka. Tapi dengan hewan sihir sebanyak itu, tuan sepertinya tidak dapat mengalahkan nya."


"Kamu terlalu meremehkan tuanmu ini. Lihat, aku akan menyerang mereka menggunakan teknik Teratai Es." ujarnya sambil melesat ke salah satu hewan sihir.


"Swosh..."


Sakaru menyentuh hewan sihir itu dan tidak ada reaksi apapun dari teknik Teratai Es.


"Eh... Apa yang terjadi?" ucap Sakaru spontan dan mulai terlihat panik.


"Itu terjadi karena energi sihir hewan itu setara atau lebih kuat dari pada energi chi milik tuan."


Hewan sihir itu melirik ke arah Sakaru, Sakaru yang panik sedikit ketakutan dan bersiap untuk melarikan diri. Namun, hewan sihir itu tampak tenang dan tidak menyerang Sakaru.


"Kenapa hewan sihir ini tidak menyerangku?" pikir Sakaru dalam benaknya.

__ADS_1


"Mungkin hewan sihir itu tidak menganggap tuan sebagai ancaman."


"Begitu ya... Baguslah kalau begitu, aku dapat dengan tenang pergi menuju ke kota lain." gumamnya senang dan melanjutkan kembali perjalanan.


Sepanjang perjalanan, tidak ada satupun hewan sihir yang menyerang Sakaru. Dengan santai nya, Sakaru melewati mereka seolah-olah hanya angin yang melewat.


Sesampai nya di depan lembah, Sakaru sedikit bingung dan bertanya kepada Lili bagaimana caranya agar bisa melewati lembah tersebut.


"Lili, bagaimana caraku melewati lembah ini?" tanya Sakaru sembari menunjuk ke arah lembah.


"Tunggu sebentar... Lembah ini memiliki panjang lebih dari 10000 km. Jika memutari lembah ini mungkin akan menghabiskan waktu berbulan-bulan lamanya atau lebih untuk sampai ke kota."


"Lantas, bagaimana caraku agar bisa menyebrang?" pikir Sakaru melihat ke arah sekitar lembah.


"Lompati saja lembah itu." ucap Lili dengan santai nya.


"Apa? Itu mustahil. Bagaimana caraku melakukannya? Bahkan jika aku melakukan itu, aku harus bisa melompat sejauh 300m lebih ke arah sana." Sakaru menunjuk ke ujung lembah.


"Itu tidaklah mustahil, tuan hanya perlu mempelajari teknik Memperingan Tubuh."


"Hah? Memangnya ada teknik yang seperti itu?"


"Ada tuan. Tunggu sebentar, aku akan mengambil gulungan tekniknya."


Lili mengambil gulungan teknik dari dalam lautan spiritual miliknya. Sakaru lalu mencoba untuk mempelajarinya secepat mungkin agar bisa menguasai teknik memperingan tubuh. 1 Minggu telah berlalu, dan Sakaru berhasil mempelajari teknik memperingan tubuh.


"Setelah 1 minggu lamanya, akhirnya aku berhasil menguasai teknik Memperingan Tubuh. Memang benar tubuhku ini menjadi lebih ringan 10 kali lipat daripada sebelumnya. Jika yang di katakan Lili benar, artinya aku dapat melompat melewati lembah ini dengan mudah." pikir Sakaru dalam benaknya.


Setelah melihat seberapa jauh lembah itu, Sakaru langsung mengambil ancang-ancang dan mengkombinasikan teknik Memperingan Tubuh dengan teknik Langkah Petir.


"Baiklah, aku akan melompat." kata Sakaru tanpa adanya keraguan sedikitpun.


"Jdarrrrrrrr..."


Sakaru melompat dan melesat sangat cepat sehingga dia melewati lembah itu dengan mudahnya.


"Tunggu sebentar, bagaimana caraku mendarat dengan selamat?" pikir Sakaru yang sedang melesat dengan cepat ke ujung lembah.

__ADS_1


Sakaru berhasil melewati lembah itu namun tidak dapat menghentikan pergerakannya. Alhasil, tubuh Sakaru menabrak sebuah batu besar dan membuat tubuhnya penuh dengan luka.


__ADS_2