Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR

Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR
Chapter 8 : Langkah Petir dan Teratai Es.


__ADS_3

Setelah mendapatkan begitu banyak keping koin roh, Sakaru bergegas untuk meninggalkan kota karena ada beberapa kemungkinan Fang Wu akan menyuruh anak buahnya untuk memburu bahkan membunuh Sakaru. Untuk menghindari hal itu, Sakaru pergi ke dalam gunung dan mulai berlatih ke 2 teknik yang di dapatkan nya dari Lili di dalam reruntuhan dekat gunung.


Reruntuhan di dekat gunung.


Sakaru bertiduran di sebuah batu dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Dengan berbekal ribuan keping koin roh, sepertinya Sakaru akan meninggalkan kota itu dan pergi ke kota lainnya.


"Aku harus berlatih teknik Langkah Petir dan Teratai Es untuk memperkuat diri sebelum meninggalkan tempat ini." gumamnya yang sedang tiduran sambil menatap awan di atas langit.


Karena Sakaru telah memakan pil fondasi 5 dewa, dengan mudahnya ia mempelajari teknik Langkah Petir karena inti energi yang di miliki Sakaru sekarang sangat kuat.


"Swossh.... Blar...Blar...Blar..."


Sakaru melesat bagaikan petir yang menyambar, setiap langkah Sakaru membuat tanah di sekitar nya meninggalkan jejak dan itu membuat Sakaru mulai berpikir cara untuk mengatasi nya.


"Menurut gulungan teknik Langkah Petir, aku harus memusatkan energi inti yang ku miliki ke seluruh telapak kaki untuk memperingan berat kaki dan mempercepat gerakan agar aku bergerak bagaikan petir dengan mengandalkan gravitasi bumi. Tapi, bagaimana kalau aku memperluas jangkauan energi chi ke seluruh bagian kaki bagian bawah agar seluruh kakiku terasa lebih leluasa untuk bergerak dan tidak meninggal kan jejak?." pikirnya untuk mengatasi kelemahan dari teknik Langkah Petir.


Sakaru menjadi lebih berpengetahuan setelah memakan pil fondasi 5 dewa. Karena itu, ia berpikir bahwa merubah cara kerja dari inti energi dapat mempercepat langkah dan bisa mengatasi kelemahan dari teknik tersebut.


"Baiklah, akan ku coba sekarang."


Sakaru menyebarkan energi chi nya ke seluruh kaki bagian bawah dan mulai berlari melewati pepohonan.


"Swing...."


Sakaru melesat lebih cepat dari pada sebelumnya dan tidak meninggalkan jejak.


"Ini lebih bagus dari pada yang ku perkirakan sebelumnya. Bukan hanya kecepatannya yang bertambah, energi chi yang ku gunakan juga jadi lebih sedikit." gumamnya dengan senang sambil kembali ke tempat sebelumnya dengan berjalan.


"Wah, tuan ternyata dapat mengubah teknik Langkah Petir menjadi seperti itu. Ternyata pil fondasi 5 dewa sangat berpengaruh untuk tuan."


"Hebat kan aku... ha ha. Oh iya juga Lili, apakah kamu masih memiliki gulungan teknik lainnya dalam lautan spiritualmu?" tanya Sakaru terlihat penasaran dan mengharapkan.

__ADS_1


"Sebaiknya tuan mempelajari ke 2 teknik yang ku berikan kepada tuan terlebih dahulu dan menaikkan tingkat kultivasi tuan menjadi tingkat murid. Itu syarat minimal untuk mempelajari gulungan teknik yang selanjutnya."


"Baiklah jika memang harus begitu. Aku akan segera mempelajari teknik Teratai Es dan berkultivasi setelahnya."


Sakaru mengeluarkan gulungan terakhir yang dimilikinya yaitu gulungan teknik Teratai es. Teknik Teratai Es sendiri sebenarnya adalah teknik pertahanan diri. Cara kerja dari teknik ini yaitu dengan membuat energi chi berubah menjadi energi negatif yin dan membuat lawan membekuk hanya dengan bersentuhan saja. Teknik ini juga memiliki kelemahan yaitu dapat di netralkan oleh energi yang lebih besar dan kuat dari energi si pemakai.


Tingkat dari teknik Teratai Es adalah tingkat atas dalam teknik pertahanan. Ada 8 tingkatan di dalam teknik pertahanan yaitu tingkat bawah, tingkat tengah, tingkat atas, tingkat tinggi, tingkat master, tingkat roh, tingkat dewa, dan tingkat ilahi.


Tidak seperti gulungan teknik Langkah Petir yang langsung masuk ke dalam kepala. Teknik Teratai Es hanya bisa dipahami setelah lebih dari 1 bulan untuk orang normal. Karena Sakaru telah memakan pil fondasi 5 dewa, Sakaru hanya membutuhkan waktu 3 hari untuk mempelajarinya.


3 hari telah berlalu dan Sakaru sudah benar-benar bisa menguasai teknik Teratai es. Karena Sakaru belum makan selama 3 hari, ia mencoba untuk memburu hewan di sekitar hutan itu menggunakan teknik Teratai Es yang sudah ia pelajari.


"Aku sudah lapar setelah mempelajari teknik Teratai Es selama 3 hari. Tapi tubuh baruku benar-benar hebat, aku bisa menahan lapar selama lebih dari 1 hari." gumamnya sambil melihat ke arah sekitar.


"Kresek...Kresek..." terdengar suara dari arah dedaunan.


Mata Sakaru langsung tertuju ke arah suara, dan mulai mendekati nya dengan perlahan.


"GOAAARRR...."


Seekor singa jantan menerjang ke arah Sakaru. Untung nya, Sakaru telah mempelajari teknik Teratai Es dan membuat singa itu beku seketika setelah bersentuhan langsung dengan Sakaru.


"Apa, dia benar-benar menjadi es."


"Ting...ting...ting..."


Sakaru mengetuk-ngetuk singa itu dan singa itu terbelah menjadi 2. Bahkan, seluruh darah singa itu pun membeku seluruhnya.


"Bagaimana ini, aku tidak boleh menggunakan teknik ini, terlalu berbahaya." ujarnya tercengang dengan kekuatan teknik Teratai Es.


Sakaru mulai berpikir sejenak, "Apakah aku kembali ke kota saja dan membeli makanan? Tidak, tidak, tidak. Pasti anak buah Fang Wu sedang mencari ku disana." Sakaru menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah berpikir demikian, akhirnya Sakaru menemukan seekor babi hutan. Sakaru langsung mengejar babi hutan itu dan berhasil menangkapnya. Sakaru memukul kepala babi itu menggunakan batu lalu membakarnya di atas api unggun yang iya buat. Aroma daging babi hutan itu mulai tercium dan menyebar ke seluruh area dekat situ.


"Wah, sepertinya makan besar nih. Babi hutan sebesar ini pasti akan mengenyangkanku untuk beberapa hari." gumamnya sambil menunggu babi hutan itu matang.


Sembari menunggu babi hutan itu matang, Sakaru memiliki sebuah ide dan pergi menuju ke arah hutan untuk mencari buah yang pernah ia lihat dan akan memakannya dengan daging babi hutan tersebut.


**


"Sniff...Sniff..." mengendus-ngendus.


"Aroma apa ini harum sekali. Kebetulan sekali aku sangat lapar hari ini. Lucky..."


Setelah mencari di mana aroma itu berasal...


"Ternyata ada seseorang yang sengaja meninggalkan babi hutan itu untukku."


Melirik ke arah sekitar, "Tidak ada orang di sini. Beruntung sekali, kalau begitu selamat makan."


**


Setelah mencari beberapa buah-buahan. Sakaru kembali menuju ke tempat ia membakar babi hutan tersebut. Setelah sampai, ternyata ada seorang gadis yang sedang memakan daging babi hutan hasil berburu Sakaru dengan lahapnya.


"Siapa kamu, dasar gadis nakal berani beraninya memakan daging babi hutan miliku tanpa ijin." kata Sakaru spontan mengambil daging babi hutan yang tersisa.


"Swing..."


"Hah, memangnya siapa yang perlu ijin? Memangnya aku memerlukan ijin untuk mengambil daging babi hutan ini?" ucap gadis berkerudung merah itu sambil mengambil kembali daging yang diambil Sakaru dan langsung melahapnya.


"Ku-kurang ajar..., itu adalah makan siang milikku dan kamu seenaknya memakannya tanpa meminta ijin terlebih dahulu." ujar Sakaru geram sambil menarik kedua pipi gadis berkerudung merah itu.


"Apa yang kamu lakukan, beraninya menyentuh ku dengan tanganmu itu." gadis berkerudung merah itu melancarkan serangan tinju api mengarah ke perut Sakaru.

__ADS_1


Sakaru terpental, tetapi tinju itu bukan lah apa-apa bagi Sakaru. Sakaru yang ingin membalasnya hanya bisa terdiam karena dia tidak mempelajari teknik menyerang sama sekali sebelumnya.


__ADS_2