Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR

Menjadi Pendekar Elf Terkuat Dalam Game VR
Chapter 15 : Panen Yang Tak Terduga.


__ADS_3

Sakaru terbangun dari mimpinya, "Apa itu? Mimpi, kurasa bukan. Apa yang terjadi dengan kakek itu sebenar nya?"


"Apa terjadi sesuatu tuan?" tanya Lili kebingungan karena reaksi Sakaru yang baru saja terbangun.


"Oh Lili, bukan apa-apa. Aku hanya bermimpi tentang kejadian sebelum nya yang terjadi di sini."


Sakaru bangun dari tempat tidurnya lalu membuka jendela kamar nya. Pagi itu, keadaan di kota sangat ramai dengan orang yang berlalu lalang.


Karena ada sesuatu yang mengganjal di dalam pikiran Sakaru tentang mimpi semalam, Sakaru mencoba untuk pergi menuju ke arah lembah.


Sesampainya di lembah...


"Ternyata benar-benar terjadi pertempuran di sekitar sini. Mayat-mayat para pendekar juga berhamburan." ujarnya sedikit terkejut.


"Tapi, ini adalah kesempatanku untuk mengambil barang milik mereka. Hehehe..." batin Sakaru tersenyum sembari menggosokkan kedua tangannya.


Sakaru langsung mengambil seluruh barang milik mereka. Bukan main, Sakaru mendapatkan lebih dari 5000 keping koin roh, 9 pedang senjata pusaka pendekar tingkat 3, 1 pedang senjata pusaka raja tingkat 5, dan beberapa perlengkapan lainnya seperti Sarung Tangan Api perlengkapan pusaka raja tingkat 3, Sepatu Listrik perlengkapan pusaka pendekar tingkat 5, dan beberapa pil penyembuh tingkat menengah.


Walaupun barang-barang itu sedikit terkena noda darah, tetapi Sakaru tetap mengambilnya dan menyimpannya ke dalam inventory miliknya.


"Baik lah, sudah semuanya." ujarnya senang karena mendadak kaya.


"Di dalam mimpiku, kakek itu mengalahkan mereka semua sendirian. Aku masih penasaran seberapa kuat kakek itu. Tapi aku tidak menyangka, di akhir mimpiku kakek itu melompat ke dalam lembah itu." gumam Sakaru.


"Lembah??? Tunggu sebentar..."


Sakaru bergegas untuk melihat ke dalam lembah, ternyata kakek itu dalam keadaan selamat dan bergelantungan berkat sebuah pedang yang tertancap ke dinding lembah.


"Kakek itu sebenarnya sudah berapa lama disana? Aku harus segera menolongnya."


Sakaru mencari cara agar bisa mengangkat kakek itu naik ke atas. Setelah melihat ke arah sekitar, Sakaru melihat sebuah akar pohon yang cukup tebal, lalu Sakaru mengikatkan tubuhnya sendiri ke akar pohon itu lalu turun ke dalam lembah itu secara perlahan.


Menggunakan teknik Memperingan Tubuh, Sakaru dengan mudah nya turun dan mengangkat kakek itu. Nafas kakek itu tampak lemah tetapi masih memiliki kesempatan untuk hidup. Dengan kekuatan penyembuhan tingkat roh milik Lili, akhirnya kakek itu pulih dengan sempurna.


Kakek itu mulai membuka kedua matanya secara perlahan, "Apakah aku sudah mati?"

__ADS_1


Melihat Sakaru sedang terduduk di sebuah pohon, kakek itu spontan berkata, "Anak muda, apakah kamu yang akan mengantar ku kembali ke alam baka?"


"Alam Baka? Apa kakek sedang mengingau? Kakek masih hidup tau, berterima kasih lah padaku karena telah menolong kakek."


"Masih hidup?"


Kakek itu langsung memeriksa seluruh anggota tubuhnya dan masih tidak percaya kalau dirinya masih hidup.


"Kalau aku masih hidup, lantas kenapa kedua lenganku masih utuh?" tanya Kakek itu heran kepada Sakaru.


"Oh, itu berkat ku karena telah memulihkan kakek dengan teknik rahasia milikku (Yaitu Lili)."


"Kemana pedangku? Pedangku itu adalah senjata pusaka dewa tingkat 1." tanya kakek itu sekali lagi kepada Sakaru.


"Pedang?" pikir Sakaru sekilas. "Oh..., itu masih tertancap di bawah sana." ucap Sakaru sembari menunjuk ke arah bawah lembah.


Kakek itu spontan melihat ke arah bawah, ternyata benar yang di katakan Sakaru. Pedang itu menancap sangat kuat di dinding lembah. Kakek itu turun ke bawah dan berdiri tepat di atas pedang yang tertancap itu. Kakek itu menarik pedang itu lalu melompat ke atas setelah mengambil pedang itu. Kakek itu langsung menunduk di hadapan Sakaru...


"Aku akan mengabdi kepada tuan selama sisa hidupku."


"Apa yang kakek ini lakukan? Mengabdi?" pikir Sakaru merasa aneh.


"Jangan panggil aku kakek, panggil saja dengan sebutan Sao Fang." balas kakek itu kepada Sakaru.


"Emm... Baiklah. Kalau begitu Sao Fang, apa yang akan kamu lakukan sekarang." tanya Sakaru kepada kakek itu.


"Tentu saja, mengikuti tuan dan melindungi tuan kemanapun tuan pergi."


"Keras kepala sekali kakek ini. Ya sudah lah. dilihat dari kemampuan yang kakek ini miliki, sepertinya akan membantuku di kemudian hari." pikir Sakaru.


"Yasudahlah kalau kamu memaksa. Kalau begitu, ajarkan aku seni Ilmu Bela Diri Pedang dari dalam buku ini." ujar Sakaru sembari memberikan buku Seni Ilmu Bela Diri Pedang.


"Buku itu... Ternyata tuan menemukannya ya. Ha ha ha... Baiklah, aku Sao Fang. Akan mengajarkan tuan cara mempelajari Seni Ilmu Bela Diri Pedang dengan cara cepat dan mudah."


Sakaru langsung berlatih Seni Ilmu Bela Diri Pedang di dekat lembah. Karena mayat-mayat terlihat sangat menggangu dan tidak enak untuk di pandang, Sakaru menggunakan teknik Langkah Petir menendang semua mayat itu ke arah dalam lembah.

__ADS_1


"Kalau begitu Sao Fang, ajari aku bagaimana cara mempelajarinya."


"Pertama-tama tuan harus memiliki tenaga dalam yang kuat dan memiliki jiwa pedang di dalam tubuh tuan."


"Tenaga dalam? Apakah sama prinsipnya dengan energi chi?" pikir Sakaru sekilas.


"Tenaga dalam bagaimana caranya? Bisa kamu contohkan padaku?" tanya Sakaru kepada Sao Fang.


"Bisa tuan."


Sao Fang mengayunkan pedang miliknya dan dapat dengan mudahnya memotong sebuah pohon besar hanya dengan sekali tebasan.


"Seperti itu tuan. Tuan coba juga lah menebas beberapa pohon."


"Baiklah akan ku coba."


"Apakah sama seperti mengalirkan energi chi ke dalam pedang? Kucoba dulu deh, yang penting menebas pohon."


Sakaru mengalirkan energi chi miliknya kedalam pedang yang di dapatnya tadi. Dengan mudah, Sakaru juga dapat menebas pohon itu dengan sekali tebas.


"Apakah seperti itu?" tanya Sakaru kepada Sao Fang.


"Bukan tuan. Yang di lakukan tuan tadi adalah mengalirkan energi inti menuju ke dalam pedang, itu dapat membuat tuan cepat lelah. Berbeda dengan tenaga dalam yang menggunakan fisik sebagai dasar energi dan mengkonversi kan nya menjadi kekuatan."


"Fisik sebagai dasar energi ya? Apakah ini sama prinsipnya dengan seseorang yang sedang marah dapat membuatnya lebih kuat daripada dengan orang yang tenang?" pikir Sakaru dalam benaknya.


Sakaru melepaskan energi chi yang di alirkannya, dan dengan sekuat tenaga Sakaru mengayunkan pedang itu dengan begitu cepat dan berhasil menumbangkan 1 pohon besar dengan mudah.


"Apakah seperti itu Sao Fang?"


"Benar tuan. Tenaga dalam tuan ternyata cukup kuat untuk orang yang seumuran dengan tuan."


"Lalu, bagaimana dengan jiwa pedang. Aku tidak mengerti dengan hal itu." gumam Sakaru sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Jiwa pedang berasal dari dalam hati. Jika tuan meselaraskan hati tuan dengan ayunan pedang, maka tuan dapat menemukan jiwa pedang milik tuan sendiri."

__ADS_1


"Apa maksudnya itu? Yasudah, aku akan mencobanya saja." pikir Sakaru sekilas.


Sakaru mencoba menyelaraskan hatinya dengan ayunan pedang. Sakaru mulai terbiasa dan mulai tumbuh jiwa pedang yang tertanam di dalam tubuh Sakaru, seolah-olah pedang itu adalah bagian tubuh milik Sakaru sendiri.


__ADS_2