
Karena terlalu lama berendam, kulit Sakaru sedikit mengkerut dan tubuhnya juga sudah mendapatkan efek yang maksimal dari kolam suci.
"Aku sedikit penasaran dengan apa yang di lakukan mereka berdua sekarang?" gumam Sakaru sembari keluar dari kolam suci.
Setelah mencari mereka dengan mengelilingi hutan itu, Sakaru melihat Yua Lai sedang berlatih sebuah teknik pedang bersama dengan Sao Fang. Sakaru yang tidak ingin mengganggu mereka mencoba untuk berkeliling di sekitar area tersebut.
Di area tersebut, banyak sekali tumbuh-tumbuhan aneh yang tumbuh disana, hutan yang terbentang luas, dan bahkan tidak ada satupun monster di area itu.
Karena masih penasaran dengan hutan tersebut, Sakaru mencoba untuk menjelajahi lebih jauh ke dalam hutan.
"Aneh sekali, aku tidak dapat melihat ujung dari hutan ini." gumam nya sambil berjalan menyusuri hutan.
Setelah beberapa jam berjalan masuk ke dalam hutan, mulai terlihat ada sebuah dinding cahaya yang menjulang tinggi di depannya.
"Apa itu?" ucap nya spontan dan langsung bergegas pergi ke sana.
Sakaru melesat menuju ke arah dinding cahaya itu. Sesampainya di depan dinding itu, Sakaru mencoba untuk menyentuh dinding itu.
"Weerrrr...Weerrrr..."
"Aneh sekali, aku tidak dapat menembusnya. Dinding ini juga terasa seperti mendorongku." gumamnya sembari menyentuh-nyentuh dinding cahaya.
"Tuan, setelah menganalisa tempat ini, ternyata tempat ini adalah Ruang Dimensi milik seseorang."
"Ruang Dimensi? Apa itu?" tanya Sakaru dengan wajah bingung.
"Ruang Dimensi hanya bisa di buat oleh orang-orang tertentu. Tujuan Ruang Dimensi di buat juga beragam, salah satunya adalah untuk berkultivasi. Terkadang, ada juga orang yang membuat ruang dimensi hanya untuk menyimpan harta. Setelah aku melihat-lihat area sekitar, ruangan dimensi ini sudah ditinggal kan oleh pemiliknya selama 1000 tahun lebih lamanya."
"Lalu, apa hubungannya dengan dinding ini?"
"Itu adalah dinding kultivasi tiap area. Ada lebih dari 5 penghalang yang berada di ruang dimensi ini."
"Dinding Kultivasi, dan juga ada lebih dari 5?" pikir Sakaru sedikit bingung sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Sekarang kita sedang berada di area pertama. Di balik dinding cahaya itu ada area yang lebih luas lagi dan bahkan memiliki bahan-bahan yang langka untuk para kultivator berkultivasi."
__ADS_1
"Lalu, bagaimana caranya agar aku bisa pergi ke sana?"
"Itu cukup mudah. Tuan hanya perlu meningkatkan tingkat kultivasi."
"Jika hanya itu saja persyaratannya. Baiklah, aku akan terus berkultivasi agar bisa masuk ke area ke dua." ujarnya bersemangat.
Sakaru terus berfokus untuk berkultivasi, 4 jam berlalu dan akhirnya Sakaru berhasil mencapai tingkatan kultivasi pemula tingkat terakhir.
[Berhasil menembus tingkatan kultivasi pemula tingkat 9]
"Akhirnya aku sudah mencapai tingkatan kultivasi pemula tingkat terakhir." gumam nya terlihat senang.
"Sekarang aku membutuhkan beberapa Batu Sphera untuk meningkatkan kultivasi ku ke tingkatan selanjutnya."
Batu Sphera adalah batu yang di gunakan untuk menembus tingkatan kultivasi menuju ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan menyerap energi dari batu Sphera, itu dapat membuat jiwa menjadi wadah yang cocok untuk tingkatan kultivasi selanjutnya. Jika jiwa tidak cocok, itu hanya akan membatasi tingkatan kultivasi dan hanya bisa mencapai tingkat tertentu.
"Tuan, seharusnya di sekitar area 1 ini ada beberapa Batu Sphera yang masih murni."
"Wah, baguslah kalau begitu. Aku akan segera mencarinya."
"Batu ini, ternyata sulit sekali di temukan dan lebih kecil dari pada yang kukira. Untung saja Lili memberitahu keberadaan batu ini, kalau tidak mungkin aku tidak dapat menemukannya." gumam nya sembari berjalan kembali ke tempat Sao Fang dan Yua Lai.
Selagi berjalan kembali ke tempat Sao Fang dan Yua Lai berada, Sakaru mencoba menyerap Batu Sphera yang ia temukan untuk meningkatkan tingkatan kultivasi ke tingkatan selanjutnya.
[Berhasil mendapatkan tingkatan kultivasi murid tingkat 1]
"Ternyata mudah sekali untuk menyerap Batu Sphera ini, dan aku dapat menembus tingkatan kultivasi dengan mudah di sini. Sekarang, energi chi ku juga terasa lebih banyak dan kuat."
"Itu karena Batu Sphera yang tuan temukan masih murni dan energi nya masih belum memudar."
"Begitu ya, beruntung sekali aku hari ini." ucap Sakaru senang.
Sakaru bergegas untuk kembali ke tempat Sao Fang dan Yua Lai berada. Karena sudah terlalu lama berada di dalam hutan, Sakaru tidak dapat menemukan keberadaan mereka berdua.
"Kemana mereka berdua pergi?" ujarnya spontan karena tidak melihat mereka berdua ada dimanapun.
__ADS_1
Sakaru menguap karena sudah sangat mengantuk, Sakaru merasa aneh karena di tempat itu masih terlihat seperti siang hari.
"Hoam... Ini aneh, mengapa aku merasa mengantuk sekali?"
"Itu karena waktu yang sebenarnya di luar ruang dimensi ini sudah malam."
"Sudah malam? Lalu, bagaimana di sini terlihat seperti siang hari?" Sakaru sedikit bingung dengan perkataan Lili.
"Ini karena ruang dimensi terbuat dari energi mana yang kuat. Itu memungkinkan ruang dimensi ini tidak terpengaruh dengan dunia luar dan membuat waktu sendiri."
"Energi mana? Apa itu sama dengan energi chi?" pikirnya sedikit bingung.
"Berbeda tuan, energi mana adalah energi yang berasal dari alam. Orang-orang biasanya menyerap energi mana untuk memperkuat energi inti milik mereka."
"Bagaimana cara menyerap energi mana? Jika aku bisa menyerap energi mana, mungkin aku bisa membuat energi chi ku lebih kuat dan itu membuat semua teknik yang ku pelajari sebelumnya menjadi lebih kuat."
"Tubuh tuan masih belum memungkinkan untuk bisa menyerap energi mana. Jika tuan ingin meningkatkan kekuatan, sebaiknya berlatih seni berpedang saja."
"Kukira kamu bisa membuatku lebih cepat kuat dengan cara instan."
Sakaru ke luar dari gua itu, hari sudah gelap gulita. Karena Sakaru sudah sangat mengantuk dan ingin segera tidur, ia bergegas pergi ke penginapan dan tertidur pulas di sana.
Keesokan harinya...
Karena Sakaru sudah mencapai murid tingkat 1, Sakaru bergegas pergi ke dalam gua. Setelah masuk ke dalam gua...
"Sakaru." teriak Yua Lai memanggil Sakaru.
"Senior Yua Lai, ada apa memanggilku?" jawab Sakaru sembari menghampiri Yua Lai.
"Tidak, aku hanya terkejut melihat tingkat kultivasi mu meningkat drastis semenjak masuk ke dalam gua ini. Apa ada cara khusus yang kamu lakukan?" tanya Yua Lai sedikit penasaran.
"Tidak ada. Kalau tidak ada urusan lain, aku pergi dulu." ujarnya pergi meninggalkan Yua Lai ke arah dalam hutan.
Sakaru bergegas pergi untuk menuju ke area 2. Benar dengan apa yang di katakan Lili sebelumnya, dinding itu menghilang dari penglihatan Sakaru. Sakaru pun melesat pergi ke area 2 untuk mencari harta karun yang di sebutkan Lili sebelumnya.
__ADS_1