
Sakaru mengambil sebuah ranting pohon dan mulai mengalir kan energi chi yang dimiliki nya ke dalam ranting tersebut.
"Slash..."
Sakaru mengayunkan ranting itu dan dengan mudah nya ranting itu memotong sebuah pohon hanya dengan sekali tebasan.
"Ternyata benar-benar bisa. Ranting kayu ini sudah seperti sebuah pedang yang tajam." ujarnya kegirangan.
"Woah, cara penggunaan energi chi yang menarik. Selama aku hidup beratus-ratus tahun lamanya, baru kali ini aku melihat seseorang menggunakan ranting kayu sebagai pedang." Lili juga tampak terkejut melihat Sakaru dapat memotong sebuah pohon hanya dengan menggunakan ranting kayu.
"Bdarr......"
Sebuah ledakan menghantam ke arah Sakaru, untungnya Sakaru terlebih dahulu menyadari serangan tersebut.
"Siapa di sana!!?" ucap Sakaru spontan melihat ke arah datangnya serangan.
Seseorang menampakan dirinya dari balik pohon, "Boleh juga kamu bisa menyadari serangan ku ini."
"Tuan, hati-hati. Aku tidak dapat mendekteksi energi sihir milik orang ini, aku tidak menyadari keberadaan orang ini sebelumnya. Sepertinya orang ini bisa menyamarkan energi sihirnya agar terasa sama seperti energi hewan biasa."
Orang itu mengirimkan pesan melalui kertas pengirim pesan.
"Apa urusanmu denganku? Aku tidak pernah membuat masalah denganmu, lantas mengapa kau menyerangku?" tanya Sakaru sembari waspada akan serangan mendadak lainnya yang orang itu lancarkan.
"Masalah? Biar kuberi tahu 1 hal masalahmu, kamu adalah orang yang berani menipu boss kami dan mencuri banyak sekali uang."
"Mencuri? Aku tidak pernah mencuri uang milik siapapun selama berada di sini. Apa mungkin, Fang Wu." pikir Sakaru dalam benaknya.
"Tidak usah banyak basa-basi, hari ini aku akan membunuhmu dan mengambil kembali uang yang telah kau rampas dari boss kami."
"Rasakan ini, pukulan ular hijau."
Energi orang itu terasa sangat kuat dan pukulan nya mulai membentuk sebuah serangan udara berbentuk ular. Sakaru berhasil menghindarinya namun...
"Tuan, ini gawat. Teman-teman dari orang itu hampir datang kemari. Tingkat kultivasi mereka juga berada di tingkat murid 3. Mereka semua berjumlah 10 orang. Tuan sebaiknya lari sebelum semuanya terlambat."
"10 orang? ini benar-benar gawat, aku harus segera melarikan diri dari sini."
__ADS_1
"Byur..."
Sakaru menggunakan Langkah petir berlari sangat cepat menuju ke dalam hutan. Tidak diam saja, orang itu pun mengejar Sakaru dari belakang.
"Kamu tidak akan lolos dari kami. Menyerah lah dan berikan uang itu, kami tidak akan membunuhmu." kata orang itu sembari berlari mengejar Sakaru.
"Orang itu pikir aku bodoh apa? Mana mungkin aku percaya dengan omongan nya." pikir Sakaru menambah kecepatan berlarinya.
Sakaru berlari sangat cepat meninggalkan orang itu jauh di belakangnya.
"Sial... Orang itu cepat sekali. Bagaimana bisa dia berlari begitu cepat, boss bilang orang itu lebih lemah dari pada kami. Tapi buktinya, lariannya setara dengan orang tingkat pendekar . cih..." Orang itu terlihat kesal dan menghentikan langkahnya.
Setelah beberapa lama Sakaru berlari menjauhi orang itu. Tanpa Sakaru sadari, dia sudah berlari sejauh 10 km dan berhenti sejenak karena dia sudah berada di dalam perbatasan hutan.
"Duh..., aku harus lari kemana lagi. Jika aku masuk lebih jauh ke dalam hutan, bisa-bisa aku mati terbunuh oleh hewan sihir yang berada di dalam hutan." pikir Sakaru kebingungan sambil mengaruk-garuk kepala.
Setelah berdiam diri sambil memikirkan rencana, Sakaru memutuskan untuk melawan mereka semua satu per satu menggunakan teknik yang telah ia pelajari sebelumnya.
Sakaru naik ke sebuah pohon lebat dan menunggu kelompok yang mengejar Sakaru. Setelah menunggu beberapa lama, terlihat ada 2 orang yang melewati pohon lebat yang di naikki Sakaru.
"Kemana Elf sialan itu... Jika kita tidak segera menemukan nya, bisa-bisa boss membunuh kita ketika kita kembali dengan tangan kosong." ujar orang itu kepada yang lainnya.
Sakaru terpeleset dan terjatuh di hadapan mereka berdua. Suasana di sana sangat canggung.
"Halo." ujar Sakaru tersenyum sambil melambaikan tangan kepada mereka.
"Kau adalah Elf yang menipu boss kami. Kami akan segera mengirimkan mu ke akhirat, bersiaplah."
Ke dua orang itu saling bekerjasama, yang satu menerjang ke arah depan untuk menyerang Sakaru dan yang satunya lagi mengirimkan pesan kepada yang lainnya.
"Rasakan ini, pukulan pembelah batu."
Belum melukai Sakaru sedikit pun, orang itu membeku setelah bersentuhan langsung dengan Sakaru. Orang yang satunya terlihat panik dan berusaha untuk melarikan diri sembari menunggu bantuan.
"Bagaimana dia melakukannya? Aku harus kabur, menunggu yang lainnya datang membantu." pikirnya pergi menjauhi Sakaru.
Sakaru tampak tercengang melihat orang itu membeku tidak bergerak.
__ADS_1
"Kejadian ini, sama seperti waktu itu. Aku tidak menyangka teknik Teratai Es juga mempan kepada manusia." gumam nya sambil mengambil barang-barang milik orang itu.
Untungnya, hanya bagian tubuh saja yang membeku setelah menerima teknik Teratai Es. Sakaru dengan cepat mengambil barang bawaan milik orang itu dan segera bersembunyi di atas pohon.
Sakaru mengambil 1 pedang tajam dengan 1 cincin aneh yang di pakai nya. Karena Sakaru penasaran dengan cincin itu, ia pun bertanya kepada Lili.
"Itu adalah cincin penyimpanan dengan 50 kg ruang penyimpanan di dalamnya. Tuan bisa memeriksa isi di dalam nya dengan mengalirkan sedikit energi chi ke dalam cincin itu."
"Seperti ini?" kata Sakaru sembari mengalirkan sedikit energi chi ke dalam cincin tersebut.
Muncul beberapa tulisan yang berasal dari dalam cincin itu.
[60 keping Yuld, dan 1 kertas pengirim pesan]
"Sedikit sekali uang milik orang ini." gumamnya sedikit kecewa.
Setelah menunggu beberapa lama di atas pohon, ke 9 orang lainnyatelah berkumpul di tempat tersebut.
"Apa yang terjadi? Apa ini perbuatan Elf sialan itu?" kata seseorang yang terlihat seperti pemimpin kelompok itu.
"Be-benar. Elf itu yang membuat Lu Cang menjadi seperti ini."
"Sepertinya aku sudah cukup kuat untuk menghadapi ke 9 orang itu sekaligus." gumam Sakaru di atas pohon.
Sakaru turun ke bawah untuk menampakkan dirinya. Setelah melihat Sakaru, ke 9 orang itu tampak marah dan mulai menyerang Sakaru secara membabi buta. Namun dengan mudahnya Sakaru menghindari serangan tersebut.
"Ka-kau..., apakah benar-benar pendekar yang tingkat kultivasi nya berada di tingkat pemula?" tanya salah satu orang itu sedikit panik.
"Kalau benar memangnya kenapa?" ujar Sakaru membalas pertanyaan orang itu.
"Kau tidak akan kubiarkan berhasil selamat dari hutan ini." teriak salah satu orang itu sambil menerjang ke arah Sakaru.
Sepertinya nasib orang itu sama seperti orang yang sebelumnya menyentuh Sakaru, orang itu mati dengan cara menyejukan, yaitu membeku sampai menjadi es.
8 orang yang lainnya tampak panik dan mulai menyerang Sakaru dengan hati-hati. Mereka juga menyadari agar tidak bersentuhan langsung dengan tubuh Sakaru.
"Oh... Ternyata kalian sebegitu nya waspada hanya untuk melawanku yang tingkat kultivasi nya di bawah kalian." ucap Sakaru tersenyum jahat.
__ADS_1
"Kurang ajar..., aku akan segera membunuhmu." ujar salah satu orang dengan geram, mengacungkan pedang ke arah Sakaru.