
Tak perlu menunggu lama, setelah nona itu pergi, ia datang kemari dengan seorang pria tua yang sebelah matanya merah menyala.
Tanpa basa basi, pria tua itu langsung melihat gulungan array formasi yang telah di buat Sakaru.
"I-Ini!" ucap pria tua itu spontan.
Pria tua itu tampak terkejut namun tetap mempertahankan penampilannya. Dengan sedikit helaan nafas, lalu pria tua itu mulai menanyakan harga yang di tawarkan Sakaru.
"Anak muda, berapa kau akan menjual array formasi ini?"
Melihat reaksi dari pria tua itu, Sakaru menyadari bahwa array formasi nya memiliki harga yang sangat tinggi. Tanpa pikir panjang, Sakaru langsung menjawab pertanyaan pria tua itu "100 Juta keping koin bela diri."
"Apa, 100 juta keping koin bela diri. Kakek dia seorang penipu yang tidak tahu diri, aku akan segera mengusirnya."
"Baiklah." jawab pria tua itu dengan tegas. "Paviliun kami sekarang ini hanya memiliki keping koin bela diri sekitar 70 jutaan saja." sambungnya.
"Kalau begitu bayar saja setengahnya dulu di muka. Setengahnya lagi akan ku anggap sebagai hutang paviliun ini kepadaku. Jika suatu hari aku membutuhkan bantuan dari paviliun ini, maka paviliun ini harus membantuku."
"Baiklah aku menyetujui persyaratan mu." ucap pria tua itu sembari mengamankan array formasi yang di buat Sakaru. "Pelayan, ambilkan 50 juta keping koin bela diri dari paviliun ini, dan berikan juga kartu vip untuk tuan muda ini." sambungnya.
Setelah menerima 50 juta keping koin bela diri beserta dengan kartu vip paviliun Qin Long, Sakaru segera meninggalkan paviliun Qin Long dan kembali ke sekte Pedang Merah.
"Apa yang kakek lakukan? Kakek rela membayar 100 juta hanya untuk array formasi itu?" nona itu terlihat gelisah.
"Long'er, apa kamu tahu tentang array formasi kuno? Ini adalah array formasi kuno pertama yang berada di kekaisaran ini.
Setelah ini kakek harap kamu dapat berteman dengan tuan muda itu, bahkan jika bisa menikah lah dengan tuan muda itu.
Kamu pasti kelak memiliki masa depan yang tidak terbatas."
"Sehebat itu kah array formasi yang baru saja di buat orang itu?" nona itu tercengang.
__ADS_1
...
"Setelah mendapat 50 juta keping koin bela diri, aku harus membeli beberapa bahan dan tungku untuk membuat pil.
Setelah mendapatkan ingatan dari kaisar iblis kuno aku merasa tidak ada hal yang tidak dapat ku raih di dunia ini.
Haa, berapa beruntungnya aku."
Sakaru membutuhkan beberapa jahe berumur 100 tahun, rumput api, sereh, kunyit, seledri, dan beberapa bahan lainnya untuk membuat pil pemurni 10 jiwa.
Karena Sakaru mendapatkan kartu vip, seluruh toko yang berhubungan dengan paviliun Qin Long akan memberikan diskon sebesar 30%.
Tidak berbasa basi, Sakaru mengunjungi salah satu toko obat dan membeli bahan bahan untuk membuat pil pemurni 10 jiwa.
Setelah mendapat semua bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat pil pemurni 10 jiwa, Sakaru bergegas kembali untuk membuat pil tersebut.
"Haa, sekarang ini aku hanya berada di ranah pendekar awal. Aku akan sedikit berusaha keras membuat pil ini?" Sakaru menghela nafas panjang dan mulai membuat pil pemurni 10 jiwa.
Dengan mencampurkan seluruh bahan obat dan mempertahankan api untuk membuat bahan bahan tersebut bersatu, teknik memadatkan seluruh bahan lah yang paling sulit untuk Sakaru.
Sakaru gagal mempertahankan nyala apinya dan membuat tungku itu meledak. Untung saja Sakaru membeli beberapa tungku untuk mengatasi resiko tungku meledak.
"Ini terlalu banyak menghabiskan energi chi yang ku miliki. Walaupun kedengarannya mudah, itu ternyata sangat sulit untuk di lakukan, terutama saat memadatkan pil. Haah..." Sakaru menghentikan alkimianya lalu tiduran di sebuah kayu.
"Oh iya juga. Lili, apa kamu bisa melakukan alkimia?" tanya Sakaru kepada Lili.
"Aku tidak bisa melakukan alkimia, tetapi aku bisa membantu tuan dengan meminjamkan energi roh untuk tuan gunakan."
"Ide bagus, kalau begitu aku akan mencobanya sekali lagi."
Dengan menggunakan energi roh milik Lili, Sakaru berhasil membuat pil pemurni 10 jiwa kualitas tertinggi dengan urat nadi pil.
__ADS_1
Kualitas pil terbagi menjadi 3 yaitu kualitas rendah, kualitas sedang, kualitas tinggi. Pada umumnya, pil dengan kualitas rendah hanya memberikan efek 50% saat digunakan. Pil kualitas sedang memberikan efek 70%, dan pil dengan kualitas tinggi memberikan efek 90%.
Namun, pil yang Sakaru buat menimbulkan urat nadi pil yang membuat keefektifannya menjadi 100%.
"Akhirnya selesai juga, selamat makan."
Sakaru memakan pil pemurni 10 jiwa secara langsung untuk mempertahankan keefektifan pil nya sebesar 100%.
Pil pada umumnya di bagi menjadi 10 tingkat dan masih ada tingkatan yang lebih tinggi lagi. Pil yang baru saja Sakaru buat adalah pil tingkat 3. Hanya pil tingkat di atas 6 yang dapat mempertahankan keefektifitasan nya tanpa memerlukan wadah khusus.
Efek pil yang di makan Sakaru langsung bekerja dan itu membuat jiwa Sakaru terlahir kembali dan membuat Sakaru lebih mudah untuk berkultivasi.
"Fiuh... Kalau begini hasilnya, aku akan lebih cepat menuju ke ranah dewa."
Sakaru masuk ke salah satu kamar yang berada di sekte pedang merah untuk berkultivasi. Halangan yang tadinya sekitar 300% kini telah berkurang menjadi 100%.
Sakaru dengan mudahnya menembus ke tingkatan selanjutnya dan kini Sakaru berada di ranah pendekar tingkat 4.
Keringat bercucuran di seluruh tubuh Sakaru yang menandakan Sakaru berhasil memaksimalkan kultivasinya. Karena hal ini, setelah Sakaru berkultivasi, Sakaru tertidur pulas hingga tidak ada seorang pun yang dapat membangunkannya.
Keesokan harinya, Sakaru merasa segar dan kini ia perlu melatih teknik-teknik yang ia punya sebelumnya.
"Teknik kaisar iblis kuno, Serangan Mata Ilahi. Dengan teknik ini, roh seseorang yang ku serang akan terkikis dan bahkan menghilang. Jadi ini adalah teknik yang sangat bagus untuk membuat seseorang terkena mental.
Baiklah, aku akan mencobanya. Siapa yang akan ku jadikan kelinci percobaan nya ya?"
Setelah berjalan-jalan dan Sakaru sampai di sebuah area yang terlihat sangat sepi, tiba tiba saja muncul sekelompok bandit yang merampok Sakaru.
"Serahkan seluruh harta milikmu atau nyawamu akan melayang!" teriak bandit itu memperingatkan Sakaru.
Bukannya takut, Sakaru malah tersenyum lebar dan langsung mempraktekan teknik serangan mata ilahi. Alhasil, seluruh bandit itu terkena serangan roh dan membuat tubuh mereka tergeletak di tanah.
__ADS_1
"Hui, mengerikan. Sepertinya aku tidak akan menggunakan teknik serangan mata ilahi ini dengan sembarangan."
Karena merasa teknik miliknya sudah cukup kuat, Sakaru pergi ke gua rahasia dan pergi ke area iblis berharap ada sesuatu yang dapat dia temukan.