
**
Di dalam mimpi Sakaru.
Sakaru sedang terduduk di sebuah ayunan dekat taman menikmati indahnya matahari yang terbenam sendirian.
"Indahnya, andai saja aku dapat menikmati keindahan ini untuk selamanya." gumamnya sambil menyeruput segelas kopi hangat.
Setelah menjelang beberapa lama terjadi sebuah gempa bumi sekitar taman tersebut.
"Gedebug...Gedebug...Gedebug..."
Terasa 3 dentuman keras seperti sedang menghantam di sekitar area sana. Kopi yang di seruput Sakaru pun tumpah membasahi seluruh mukanya.
"Sial, apa yang terjadi sebenarnya..."
**
"Bangunlah dasar tukang tidur, ini sudah pagi." ucap gadis berkerudung merah dengan lantang sambil memukul-mukul pohon tempat Sakaru tertidur.
"Brak..."
Pohon itu ambruk dan menimpa badan Sakaru. Sakaru terbangun dari tidur indahnya dan terkejut dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Apa yang terjadi?" gumam nya yang masih setengah tertidur sambil melihat ke arah sekitar.
Sakaru melihat ke arah depan dan ternyata...
"Gadis itu ternyata kembali lagi." ujar nya dengan ekspresi datar.
"Apa-apaan ekspresi mu itu? Hari ini aku telah menyempurnakan jurus tinju api ku menjadi pukulan api ganas. Hari ini kamu pasti tidak akan selamat, ha ha ha ha...." gadis itu tertawa seolah-olah dialah pemilik seluruh alam semesta.
"Gadis aneh..." pikir Sakaru mengacuhkan gadis itu sambil membebaskan diri dari tindihan pohon besar yang menimpanya.
__ADS_1
"Oh, kamu baik-baik saja setelah tertimpa pohon sebesar itu. Boleh juga, kamu memang pantas menjadi rival ku."
Sakaru mengabaikan gadis itu dan melakukan pemanasan. Karena merasa dirinya terabaikan, gadis itu terlihat kesal dan langsung melancarkan serangan ke arah Sakaru.
"Menyebalkan..., rasakan ini pukulan api ganas."
Gadis itu menyerang ke arah Sakaru menggunakan pukulan api ganas miliknya. Tidak diam saja, Sakaru menghadang pukulan milik gadis itu menggunakan teknik tendangan petir dadakan yang dibuat nya kemarin.
Tapi tidak bersungguh-sungguh, Sakaru berpura-pura tidak dapat menahan pukulan dari gadis itu dan membuat dirinya terpental jauh ke belakang. Setelah melancarkan serangan pukulan api ganas, gadis itu terlihat sangat kelelahan dan mungkin akan menjadi kesempatan yang bagus untuk Sakaru menyerang balik.
Akan tetapi, Sakaru lebih memilih untuk berpura-pura kesakitan karena masih waspada dengan ke 2 orang tingkat guru yang berada di balik awan yang di sebut Lili sebelumnya.
"Ahh... Sakit sekali." ucap Sakaru mencoba bangkit dengan bersandar kepada sebuah pohon.(Hanya Akting)
Tidak mungkin bukan, orang dengan tubuh fisik pemula tingkat 7 di kalahkan dengan begitu mudahnya oleh pukulan api ganas yang kekuatan pukulannya sama seperti pukulan biasa Sakaru.(Di dunia nyata, fisik pemula tingkat 7 mungkin setara dengan besi yang penuh dengan karat namun masih begitu kuat)
"Huh... masih belum tumbang juga. Serangan mu itu masih sangat lemah jika di bandingkan dengan pukulan api ganas milik ku ini ha ha ha." ujar gadis itu menyombongkan diri.
Selang beberapa saat, terdengar suara dari dalam perut gadis itu menandakan bahwa dirinya sudah lapar. Sakaru yang mendengar suara dari dalam perut itu langsung memanfaatkan keadaan dan mengusulkan untuk berdamai...
"Kamu lapar ya..., aku juga sebenarnya lapar. Bagaimana kalau hari ini kita berdamai saja dan mulai berburu beberapa babi hutan untuk dijadikan makanan?" ujar Sakaru memberikan usul.
Dengan wajah terpaksa, gadis itu menyetujui usulan Sakaru. Dia terduduk di atas sebuah pohon yang sudah ambruk, "Kalau begitu, aku akan menunggu di sini, kamu carikan aku beberapa babi hutan untukku makan ya." ujarnya sambil menunjuk asal-asalan.
Sakaru hanya bisa menuruti omongan gadis itu agar tidak memicu masalah dengan ke 2 orang yang berada di balik awan. Setelah berkeliling di sekitar hutan itu, Sakaru menemukan beberapa ekor babi hutan dan langsung menyikatnya.
Sakaru mendapatkan 3 ekor babi hutan dan kembali ke tempat gadis itu berada. Sakaru menyalakan api unggun untuk membakar babi hutan yang telah di burunya tadi.
"Bagaimana kamu bisa membuat api hanya dengan menjentikan jari? Susah-susah aku mengumpulkan beberapa batu untukmu membuat api." ucap gadis itu menunjuk ke arah tumpukan batu.
"Batu itu memang sudah ada dari kemarin di sana." gumam Sakaru sekilas.
"Pokoknya aku ingin segera menyantap daging babi hutan itu, perutku sudah sangat kelaparan."
__ADS_1
"Baik-baik, tunggu sebentar. Sebentar lagi kematangan daging ini pas."
"Lili, apakah ke 2 orang yang berada di atas awan itu masih mengawasinya? Kalau sudah tidak ada, aku ingin sekali memberi pelajaran kepada gadis ini sekali saja. Membuatku kesal setengah mati." bisik Sakaru geram.
"Sebaiknya tuan jangan lakukan itu. Aku tidak dapat menjamin keselamatan tuan jika tuan macam-macam dengan gadis berkerudung merah itu."
"Ya sudah deh, aku hanya akan bersabar." gumamnya sambil menghela nafas.
Daging babi hutan itu pun sudah matang. Dengan cepat, gadis itu memakan daging babi hutan itu tanpa sisa. Sakaru juga segera mengamankan bagian miliknya supaya kejadian yang sama tidak terulang 2 kali.
"Ahh.... Aku kenyang sekali." ujar gadis itu sembari mengusap perutnya.
"Setelah ini, apa yang akan kamu lakukan?" tanya gadis itu kepada Sakaru.
"Memangnya apa yang akan aku lakukan ada hubungannya denganmu gadis kecil?"
"Aku hanya bertanya saja. Yasudah, karena hari ini aku harus kembali. Aku akan pergi sekarang, jika kita bertemu lagi kuharap kamu menjadi lebih kuat dariku agar kamu bisa mengalahkan ku."
"Swosh..."
Gadis berkerudung merah itu pergi, ke 2 orang yang berada di balik awan juga pergi mengikuti nya.
"Fiuh... akhirnya dia pergi juga. Aku akan menghabiskan daging babi hutan yang ku bakar tanpa adanya gangguan siapapun."
Sakaru melahap habis daging babi hutan yang ia bakar. Setelah menghabiskan daging babi hutan, menurut pengetahuan yang di dapat nya dari pil fondasi 5 dewa, ada sebuah kota yang berjarak 1400 km dari arah kota Lotus March.
Karena ada sebuah gunung dan lembah yang menghalangi jalan menuju ke kota itu (Pastinya akan ada banyak hewan sihir yang berbahaya di sana). Sakaru memutuskan untuk meningkatkan tingkat kultivasinya terlebih dahulu.
Menurut pengetahuan dari pil fondasi 5 dewa. untuk menaikkan tingkat kultivasi ke tingkatan selanjutnya, orang dengan kemampuan biasa memerlukan waktu sekitar 2 hari untuk menembus ke tingkatan selanjut nya. Karena mengetahui cara yang paling tepat untuk berkultivasi, Sakaru hanya memerlukan beberapa jam saja untuk menembus ke tingkatan kultivasi selanjutnya.
"Baiklah..., aku akan meningkatkan tingkat kultivasiku terlebih dahulu sebelum pergi ke kota selanjutnya."
Sakaru duduk dengan menyilangkan ke dua kakinya, lalu mulai memfokuskan diri untuk menembus ke tingkatan kultivasi yang selanjutnya.
__ADS_1