
Sakaru mengikuti orang asing itu untuk berkeliling kota. Setelah bertanya tentang nama dari orang itu, ternyata orang itu bernama Liu Bei.
"Apa yang kamu inginkan dariku sebenarnya?" tanya Sakaru penasaran dengan maksud Liu Bei mendekatinya.
"Tidak ada, aku hanya ingin membantu pendatang baru saja. Tidak ada maksud lain." Liu Bei menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap langit.
"Oh begitu ya. Jadi, kemana kamu akan membawaku berkeliling hari ini?"
"Oh ya, benar juga. Kalau begitu, ikuti aku." ujarnya sambil berjalan ke arah dalam kota.
Sakaru mengikuti Liu Bei untuk berkeliling kota. Dia berkunjung ke tempat-tempat yang unik, seperti pasar senjata, monumen kuno, reruntuhan, dan lain-lain. Karena Sakaru melihat sebuah rumah makan, akhirnya Sakaru mentraktir Liu Bei dan makan di rumah makan tersebut.
Sakaru menggunakan 1 keping koin roh untuk membeli makanan di sana. Pelayan yang menyambutnya juga langsung menyiapkan makanan tingkat 3 yang tertinggi. Kepala serigala, daging rusa bertanduk, anggur berkualitas sedang dan juga meja sekelas bangsawan.
Setelah makan di rumah makan tersebut, Sakaru meminta kepada Liu Bei untuk mengantarkannya ke toko pakaian terdekat. Liu Bei pun menuruti perkataan Sakaru.
Sesampainya di toko pakaian, Sakaru masuk ke dalam untuk membeli sebuah pakaian. Liu Bei tidak berani masuk ke dalam dan lebih memilih untuk menunggu di luar seolah-olah ada orang yang tidak ingin ditemuinya.
"Permisi, aku mempunyai 1 keping koin roh. Carikan aku pakaian dengan warna biru muda dan sepasang celana yang cocok untukku." teriak Sakaru dalam toko pakaian tersebut.
Terlihat seorang perempuan ras manusia keluar dari sebuah ruangan dan sepertinya orang itu sedang dalam mood yang tidak baik, "Apa sih teriak-teriak. Ternyata pelanggan yang cukup berisik lainnya di pagi hari."
"Wah, dia seperti nya sedang kesal. Menurut pengalaman ku selama ini, aku tidak boleh membuatnya tambah kesal dan harus bersikap santai di hadapannya." pikirnya mengingat kejadian lampau yang hampir sama dengan ini.
"Apakah kamu mempunyai sepasang pakaian berwarna biru muda yang cocok untukku?" tanya nya dengan sopan sambil mengusap rambut kepala belakangnya.
"Pakaian berwarna biru ya. Tunggu sebentar aku akan segera mengambil kan nya." ujarnya masuk ke dalam ruangan.
Setelah menunggu beberapa lama, perempuan itu membawa sebuah jubah biru dengan 1 set pakaian yang cocok dengan jubah itu.
"Ini pakaianmu. Berikan uangnya dan segera tinggalkan toko ini." ucapnya dengan nada geram.
"Jubah dengan bahan dasar bulu serigala es dan pakaian dengan bahan dasar kulit serigala es. Ini akan sangat cocok dengan tuan." ucap Lili kepada Sakaru.
"Begitu ya. Baiklah aku akan membeli yang ini."
Sakaru memberikan 1 keping koin roh dan bergegas untuk meninggalkan toko itu. Sebelum pergi dari toko itu, Sakaru langsung mencobanya dan terlihat sangat cocok dengan Sakaru.
"Liu Bei apakah kamu menunggu lama di sini?" sapa nya sambil melambaikan tangan.
"Wah kamu hebat sekali bisa keluar dengan selamat dari toko itu." Liu Bei terlihat sedikit terkejut.
"Kamu, merencanakan sesuatu ya?" Sakaru menggeleng-gelengkan kepalanya dan terlihat seolah-olah ingin memukul Liu Bei.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Liu Bei terlihat waspada.
__ADS_1
"Bercanda... Memang benar tadi terlihat orang itu seperti sedang kesal dengan seseorang. Aku juga sedikit penasaran dengan orang yang membuatnya kesal." gumam Sakaru sambil menyentuh dagunya, menatap langit seolah-olah sedang berpikir.
"Orang itu sebenarnya adalah aku, hehe." ujar Liu Bei dengan santai nya.
"Orang itu ternyata kamu. Pantas saja, waktu tadi kamu tidak berani untuk masuk."
Liu Bei menjulurkan lidahnya dengan cepat. Lalu mengajak Sakaru ke sebuah tempat yang terlihat sangat mewah, ternyata tempat itu adalah tempat berjudi milik keluarga Wu.
"Sakaru, silahkan bersenang-senang di sini. Aku memiliki sedikit urusan jadi, aku pergi dulu." ujarnya melambaikan tangan sambil meninggalkan Sakaru.
**
"Boss Fang Wu, aku berhasil membawa pelanggan ke tempat ini. Sekarang dia mempunyai 4 keping koin roh."
"Hoho, boleh juga kamu. Kalau begitu, ini 100 keping Yuld bayaranmu." ucap Fang Wu mengeluarkan sekantung tas penuh uang.
"Terimakasih boss, kalau begitu aku pergi dulu." kata Liu Bei pergi meninggalkan Fang Wu.
**
"Menurut informasi yang ku dapat dari ketua, orang berjubah biru itu memiliki 4 keping koin roh. Aku harus sukses dalam misi kali ini." pikir seorang gadis lalu menghampiri Sakaru.
"Tuan, anda terlihat gagah sekali. Kalau begitu, apakah anda mau bermain sebentar dengan kami?" tawar gadis itu sambil mendekatkan badannya ke punggung Sakaru.
"Ehh... Apa ini? Kalau begitu baiklah." Sakaru tergoda oleh gadis itu dan mengikutinya ke ruang vip.
Sakaru melihat sebuah meja besar berbentuk persegi dan ada seseorang yang duduk menggunakan pakaian berwarna perak tepat di belakang meja itu.
"Oyah... Apakah kamu penantang baruku hari ini?"
Terlihat seperti ada 2 buah dadu dan 1 tempat berbentuk gelas hitam di atas meja itu. Sakaru mengetahui bahwa itu adalah judi dadu dan hanya mengandalkan keberuntungan untuk memenangkannya.
Jika dadu yang sudah di kocok berhasil di tebak, maka itulah pemenangnya. Jika jumlah mata dadu nya adalah 1-4, berarti itu adalah nilai rendah. Jika jumlah mata dadu nya adalah 5-8, berarti itu adalah sedang. Jika jumlah mata dadu nya adalah 9-12, berarti itu adalah nilai tinggi.
"Jadi, apakah kamu datang kemari untuk bertaruh denganku?" tanya orang itu kepada Sakaru.
Lili berbisik ke telinga kanan Sakaru, "Tuan terima saja, biar aku yang memberitahukan semua angka dadu yang keluar."
Sakaru tanpa ragu menerima tawaran dari orang berbaju perak tersebut.
"Silahkan menaruh taruhan untuk di gunakan dalam ronde ini."
Karena Sakaru percaya dengan Lili, Sakaru mempertaruhkan 4 keping koin roh untuk bertaruh.
"Gegabah sekali dia. Aku jadi merasa kasihan kepadamu." pikir gadis itu dalam benaknya.
__ADS_1
Gadis itu mulai meng-kocok dadu dan menyimpannya tepat di atas meja itu.
"Hasilnya adalah 7, tuan harus memilih nilai sedang." bisik Lili kepada Sakaru.
"Aku bertaruh nilai sedang." ucap Sakaru tanpa keraguan sedikitpun.
"Baiklah. Kalau begitu aku bertaruh nilai rendah."
Gadis itu membuka gelas, "Hasilnya adalah nilai sedang. Pemenangnya adalah tuan berjubah biru."
Sakaru mendapatkan 4 keping koin roh dari taruhan. Jadi total keping koin roh yang di dapatkan oleh Sakaru adalah 8. Sakaru mempertaruhkan seluruh keping koin nya dan selalu saja menang. Sepuluh ronde berlalu dan Sakaru mendapatkan total 4096 keping koin roh.
Pria berbaju perak itu pun berbisik kepada gadis itu, "Apa trik licik yang dia gunakan."
Gadis itu membalas berbisik kepada pria itu, "Sepertinya dia tidak melakukan trik apapun. Dia hanya asal menjawab dan kebetulan angka yang dia pertaruhkan benar."
"Sial, panggilkan aku boss Fang Wu." ucap nya dengan geram.
"Baik, akan segera ku panggilkan." gadis itu terlihat gemetar dan langsung pergi meninggalkan ruang vip.
Setelah menunggu beberapa lama, Fang Wu pun datang ke ruang vip dan bertaruh dengan Sakaru. Fang Wu di kenal sebagai Raja Judi dan memenangkan lebih dari 95% pertandingan judi yang pernah ia mainkan.
"Tuan, orang itu tampak berbahaya. Sepertinya tuan harus mengalah dengannya dan segera pergi dari tempat ini." ucap Lili kepada Sakaru.
"Baiklah, aku bertaruh 100 keping koin roh untuk pertaruhan ini." ucapnya sambil menaruh 100 keping koin roh di atas meja.
"Pertama-tama, siapa namamu?" tanya Fang Wu kepada Sakaru.
"Namaku Sakaru. Kalau begitu ayo segera mulai pertaruhannya."
Sakaru sengaja mengalah dalam pertaruhan kali ini. Setelah itu dia segera menyimpan koin yang sudah dia dapat dan bergegas untuk pergi dari tempat judi itu.
"Sial, siapa orang itu berani-beraninya dia merampok di sini. Seolah-olah pertaruhan tadi telah di atur nya dan sengaja mengalah kepadaku. Sakaru, namamu akan ku ingat." Fang Wu tampak geram dan bergegas pergi keluar tempat judi.
**
"Beruntung sekali aku hari ini, pasti sekarang ini dia sedang menangis karena keping koin roh nya telah menghilang." Liu Bei tampak gembira.
Dari arah belakang, datang Fang Wu yang kesal. Liu Bei pun langsung menyambutnya, "Apa kabar boss, apakah boss sudah menguras habis uang yang di miliki pria itu?"
"Sialan kau, berani-berani nya membawa seorang penipu ke tempatku."
"Bukh....."
Fang Wu memukul perut Liu Bei sangat keras dan itu cukup untuk membuat seluruh organ dalam yang di miliki Liu Bei rusak.
__ADS_1
**
"Beruntung sekali aku hari ini. Terimakasih Liu Bei, sahabatku." Sakaru berjalan dengan senyuman.