
Sakaru langsung pergi untuk mencari dwarf yang menjadi lawannya di seleksi waktu itu. Setelah berlarian di lorong, kebetulan sekali Sakaru menabrak dwarf itu karena belok mendadak.
"A-aduh... Ternyata kakak aneh yang menjadi lawanku waktu itu." ucap dwarf itu spontan.
"Aku bukan kakak aneh loh. Namaku Sakaru, kamu bisa memanggilku kakak."
"Kakak Sakaru? Baiklah kalau begitu, kakak juga panggil aku Nana."
"Setelah melihat mu, aku jadi teringat dengan Gusion." gumam Sakaru.
"Gusion? Apa kak Sakaru kenal dengan kakakku?"
"Apa? Kukira itu hanyalah sebuah cerita dari game yang pernah ku mainkan sebelumnya." pikir Sakaru bingung.
"Ehh... Nana, sepertinya kakak melupakan sesuatu. Kakak pergi dulu ya..." ujar Sakaru sembari pergi meninggalkannya.
"?" Nana tampak kebingungan. Namun setelah itu, Nana kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Aneh sekali, apa memang kebetulan?" gumam nya berlarian di dalam lorong.
Sakaru yang mencoba untuk menjauhi Nana tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang terlihat sangat cantik namun juga sedikit ceroboh.
"Bruk..."
"A-aduh... Maafkan aku, apa ada yang terluka?" tanya nya kepada Sakaru.
"Tidak apa, itu juga bukan sepenuhnya salahmu. Aku saja tidak terlalu hati-hati dan berlarian." jawab Sakaru.
Sakaru dan gadis itu saling menatap. Tidak lama kemudian, Sakaru berdiri dan membantu gadis itu dengan mengulurkan tangannya.
"Biar ku bantu untuk mengumpulkan buku ini."
"Tidak usah. Aku bisa membawanya sendiri." ucapnya dengan cepat mengambil buku yang berserakan.
"Kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Sakaru tanpa pikir panjang sambil mengangkat dagunya.
"Namaku, ehh... Bulan." jawabnya tersipu malu.
"Begitukah, nama yang indah... Biar ku perkenalkan namaku. Namaku Sakaru, kamu bisa memanggilku kakak."
Bulan wajahnya memerah lalu mendorong pelan Sakaru, Bulan tergesa-gesa pergi menjauhi Sakaru. Sakaru hanya tertawa melihat reaksi Bulan terhadapnya.
Dilihat dari suasana sekte, sepertinya sedang ada pelatihan di dalam. Sakaru yang penasaran menghampiri suara itu.
"Satu... Dua... Tiga... Empat... Lima..."
__ADS_1
Teriakan dari murid sekte yang sedang berlatih terdengar sangat keras di seluruh lapangan. Tetua yang mengajar di sana melihat Sakaru dan langsung memanggilnya.
"Elf yang di sana, sedang apa kamu? Cepat berlatih, sana..." teriak tetua itu memanggil Sakaru.
Sakaru hanya menggaguk dan bergabung dengan barisan paling belakang.
"Siapa dia? Bukankah pelatihan sudah di mulai dari minggu kemarin?"
"Dia sepertinya cukup sombong berani sekali dia berdiri di belakang gadis tercantik di sekte ini."
"Diam, sekarang kalian lanjutkan latihan kalian. Mulai dari push up 1000 kali." teriak tetua itu.
"Baik!" teriak murid serempak.
Semua murid mulai melakukan push up secara bersamaan. Sakaru mulai merasakan adanya tatapan-tatapan aura membunuh di antara murid laki-laki.
Sakaru melakukan push up bersamaan dengan murid yang lainnya. Sembari melakukan push up, Sakaru melakukan 1 kesalahan fatal yaitu melirik ke arah depan.
Setelah selesai push up 1000 kali, gadis tercantik itu langsung menendang tepat menuju ke arah wajah Sakaru. Karena reflek Sakaru yang sangat bagus, ia berhasil menangkis tendangan dari gadis itu dengan sebelah tangan.
"Dasar menyebalkan..." ucap gadis itu sebal dan spontan pergi meninggalkan Sakaru.
"Teman-teman, Elf itu telah membuat nona Lu marah. Ayo kita beri dia pelajaran."
Murid-murid itu mengelilingi Sakaru seolah-olah sudah menangkap seorang pencuri yang telah mencuri harta berharga (Melihat Lu Fei push up).
"Serang..."
"Huuuh... dasar murid-murid aneh." ucap Sakaru menghela nafas pendek.
Terjadi pertempuran yang terlihat sengit antara Sakaru dan kelompok penggemar Lu Fei. Tetapi dengan mudahnya Sakaru mengalahkan mereka semua.
"Siapa dia sebenarnya... Ah..."
Sakaru tidak terlalu mengerti dengan kegiatan yang berada di dalam sekte pedang merah. Tapi, dengan menggunakan lencana murid elite sekte pedang merah, Sakaru mendapatkan akses menuju ke seluruh tempat yang berada di dalam sekte.
Karena sekte pedang merah cukup besar, Sakaru memutuskan untuk menemui tetua yang di kenal nya yaitu Tetua Rong.
"Sudah kuduga, tetua Rong berada di depan gerbang." gumamnya menghampiri tetua Rong.
"Tetua Rong." ucap Sakaru memberi hormat.
"Kamu, kalau tidak salah... Sakaru ya. Aku sudah menanyakan nya kepada kepala sekte tadi."
"Benar tetua Rong."
__ADS_1
"Jadi, apa urusanmu mencari ku?"
"Kalau tetua Rong tidak keberatan..., temani aku berkeliling sekte ini."
"Hahaha, dasar bocah. Kukira apa ternyata hal sepele seperti ini."
Tetua Rong kebetulan melihat Lu Fei sedang berada di sekitar sana. Tetua Rong lalu memanggil Lu Fei untuk menggantikannya menemani Sakaru.
"Ada apa tetua Rong?" tanya Lu Fei sambil memberikan hormat.
"Ajaklah Elf ini berkeliling tempat ini." ucap tetua Rong sembari menunjuk Sakaru.
"Ternyata Elf ini, menyebalkan sekali. Tapi aku tidak dapat menolak permintaan dari tetua Rong, bagaimana ini?" pikirnya dengan geram.
Lu Fei menghela nafas pendek, dengan berat hati Lu Fei mengajak Sakaru untuk berkeliling.
"Ada apa? Apa kamu marah dengan kejadian tadi?" tanya Sakaru dengan santai nya.
"Dasar... Jika ini bukan karena permintaan tetua Rong, aku tidak sudi mengantarmu berkeliling sekte ini." ucapnya dengan memalingkan pandangan.
"Lalu, kemana kamu akan membawaku pergi."
"Benar juga..., kalau begitu untuk memberinya pelajaran, aku akan membawanya menuju arena ranking." pikir Lu Fei.
"Hehe, kamu pasti sangat kuat bukan."
"Tentu saja, hari ini saja aku memberi tetua dari sekte lain pelajaran." ujarnya dengan nada sedikit sombong.(Membantai mereka yang di maksud Sakaru memberikan pelajaran.)
"Wah... Pastinya kamu sangat kuat. Bagaimana kalau sekarang kita pergi menuju ke arena ranking." ucapnya sambil tersenyum kepada Sakaru.
"Baiklah."
Sakaru mengikuti Lu Fei menuju ke Arena Ranking. Arena Ranking adalah arena 1 lawan 1 dimana sang penangtang bisa menangtang siapa saja yang berada dalam ranking dan pihak yang di tantang tidak akan bisa menolak.
Karena Sakaru baru pertama kali datang ke arena ranking, Sakaru mendapatkan ranking ke 74621 dari seluruh murid sekte.
"Nona Lu Fei, selamat datang. Jarang sekali nona mau datang ke sini. Apakah ada urusan yang nona perlukan?" sambut orang itu.
"Benar, aku ada urusan disini." jawab nya dengan lantang. "Dia, ingin menantang murid luar ranking 1." ujarnya sembari menunjuk Sakaru.
"Apa? Kalau begitu biar aku ajukan dulu kepada ketua divisi murid luar." ucapnya dengan terkejut dan langsung pergi menuju ruang pusat.
"Hahaha, rasakan itu murid sombong. Sudah lebih dari 10 tahun tidak ada yg berani melawan nya semenjak kejadian 'sekali pukulan' waktu itu." ucap Lu Fei dalam hati.
Sakaru yang tidak tahu apa-apa hanya bisa tersenyum dan mengaguk.
__ADS_1
Setelah pengajuan kepada ketua divisi murid luar, pertandingan ranking akan di laksanakan 1 bulan lagi untuk persiapan para penantang dan pihak yang di tantang.