
"Wah... Tuan benar-benar cepat sekali dalam menguasai Seni Ilmu Bela Diri Pedang langkah awal. Baiklah, langkah selanjutnya coba tuan alirkan energi inti bersamaan dengan menggunakan tenaga dalam. Itu dapat membuat daya hancurnya meningkat berkali-kali lipat. Tapi teknik ini hanya disarankan untuk di gunakan bila keadaan sedang mendesak saja."
"Mengalirkan nya bersamaan dengan tenaga dalam?" pikirnya sambil mengerutkan kedua alisnya.
Sakaru mencoba melakukan apa yang Sao Fang instruksikan. Muncul sebuah aura pedang berbentuk naga yang berasal dari dalam tubuh Sakaru. Sakaru mengayunkan pedangnya dan seketika itu juga terjadi ledakan yang sangat dahsyat akibat dari tebasan Sakaru.
"Booooom..."
Beberapa pohon bahkan batu hancur lebur tak bersisa. Sao Fang yang melihat nya terkejut karena kekuatan yang keluar dari pedang Sakaru berasal dari jiwa pedang naga suci secara langsung.
"Ji-jiwa pedang naga suci... Siapa tuan sebenarnya?" Sao fang tercengang dan sedikit gemetar akibat aura yang di keluarkan dari jiwa pedang milik Sakaru.
"Bagaimana Sao Fang? Apakah aku berhasil melakukannya?"
"Dia tidak mendengarkan ku ya." ucap Sao Fang di dalam hati.
Dengan hembusan nafas yang panjang, Sao Fang melempar buku Seni Ilmu Bela Diri Pedang yang di pegang nya ke dalam lembah.
"Apa yang kamu lakukan, Sao Fang???" ucap Sakaru spontan setelah melihat buku tingkat atas miliknya di lempar kan oleh Sao Fang.
Sakaru sedikit bingung dan heran dengan perbuatan yang di lakukan Sao Fang.
"Tuan sudah tidak memerlukan buku itu. Jadi, aku membuangnya..." ucapnya dengan santai.
"Tapi kenapa? Bukankah buku itu adalah buku yang sangat berharga bahkan seluruh dunia mencari keberadaannya?"
"Tenang saja, yang membuat buku itu adalah aku sendiri. Jika tuan perintahkan, aku dapat membuat banyak sekali buku yang seperti itu."
"Begitu ya. Yasudah deh, sekarang kita tidak usah mempedulikan hal itu. Terlebih lagi, ayo segera pergi ke tengah kota Xun untuk menghancurkan tugu pedang yang berada di sana." ujarnya berlari pergi menuju ke arah kota.
"Tugu Pedang? Itu kan aku yang membuatnya." pikir Sao Fang dalam benaknya.
Tujuan Sao Fang membuat tugu pedang itu adalah untuk mencari murid dan mewariskan seluruh ilmu pedang yang telah di pelajarinya selama bertahun-tahun lamanya kepada orang yang berhasil menghancurkan tugu pedang tersebut.
Karena Sakaru sudah terlanjur pergi menuju ke arah kota, Sao Fang pun tidak sempat memberitahukan nya kepada Sakaru.
Sesampainya Sakaru di tengah kota. Ternyata sudah ada seseorang yang berhasil menghancurkan tugu pedang tersebut.
__ADS_1
"Ternyata tugu pedang itu sudah hancur. Siapa yang menghancurkannya?" pikirnya spontan setelah melihat tugu pedang itu hancur lebur.
Sakaru yang penasaran bertanya kepada orang yang berada di sekitar sana. Ternyata orang yang berhasil menghancurkan tugu pedang itu adalah seorang gadis berumur 16 tahun.
Walaupun umurnya masih muda, gadis itu tidak dapat diremehkan karena bisa menghancurkan tugu pedang yang bahkan Sakaru pun tidak dapat menggores nya sedikitpun.
"Lalu, dimana gadis itu sekarang?" tanya Sakaru penasaran.
Orang itu menunjuk ke arah penginapan. Ternyata, itu adalah penginapan tempat Sakaru menginap sebelumnya. Sao Fang muncul dari belakang Sakaru dan terlihat terengah-engah.
"Tuan, cepat sekali larianmu itu." ujar Sao Fang sambil menundukkan badannya.
Sakaru melirik ke arah suara itu, "Siapa kamu Apa aku pernah melihatmu?"
"Tuan, ini aku Sao Fang. Aku sangat terkenal di seluruh kota ini jadi aku harus menggunakan penyamaran agar bisa melindungi tuan." bisik Sao Fang.
"Sao Fang?!! Tidak mungkin, kakek tua itu bisa menyamar menjadi terlihat sangat muda. Bahkan sampai terlihat seperti seumuran denganku." gumam Sakaru masih tidak percaya.
Sao Fang melirik ke arah tugu pedang, "Ha ha ha, ternyata ada yang berhasil menghancurkan tugu pedang tersebut ya."
"Benar Sao Fang. Aku juga masih tidak percaya ada seseorang yang berhasil menghancurkan tugu pedang batu itu."
"Yua Lai. Apa kamu yang menghancurkan tugu pedang tersebut?" tanya Sao Fang yang raut wajahnya terlihat seperti sudah mengetahui jawabannya.
"Benar guru. Lalu, siapa orang ini? Apakah dia adalah murid guru?" ujar Yua Lai menunjuk ke arah Sakaru.
Sakaru berbisik ke telinga Sao Fang, "Sudah bilang saja aku ini muridmu. Jangan bilang aku ini adalah tuanmu, dan mulai sekarang panggil saja aku Sakaru."
"Dia adalah murid baruku, namanya Sakaru." ujar Sao Fang kepada Yua Lai.
"Sakaru memberi hormat kepada senior." ucap Sakaru menundukkan sedikit kepalanya.
"Kamu sopan juga ternyata. Lalu, bagaimana kamu bisa membujuk guru agar dia mengangkat mu menjadi muridmu?" tanya Yua Lai kepada Sakaru.
"Ehh... Aku hanya kebetulan bertemu dengan guru, dan guru melihat adanya potensi di dalam diriku. Jadi, guru mengangkat ku menjadi muridnya." jawab Sakaru sembari menggaruk kepalanya dengan sebelah tangan.
"Tuan ternyata pintar berbohong ya." ucap Sao Fang di dalam hati.
__ADS_1
"Begitu ya. Padahal waktu dulu, aku berusaha mati-matian untuk membujuk nya. Bahkan aku harus menghabiskan 100 keping koin roh untuk membelikan guru makan setiap harinya." gumam Yua Lai sedikit cemberut.
Setelah mendengar kata 'Makan', Sakaru mentraktir mereka makan di sebuah restoran mewah menggunakan uang hasil dari lembah. Mereka pun makan besar di sana hanya dengan menggunakan 10 keping koin roh.
"Wah kenyang sekali perutku. Sudah lama sekali aku tidak makan-makanan seenak ini." gumam Yua Lai sembari memegang perutnya.
"Tu-tuan... eh..ehem... maksud ku Sakaru. Apakah tidak apa memboroskan uang hanya untuk sekali makan?"
"Tenang saja guru. Ini hanyalah sedikit dari uang yang ku punya." ujarnya membalas Sao Fang.
"O-oh, baiklah."
Setelah selesai makan, mereka pergi ke tempat terbaik untuk berkultivasi. Di ujung kota Xun, ternyata ada sebuah gua kuno yang tersembunyi dan hanya di ketahui oleh Sao Fang. Setelah masuk ke dalam gua itu, ternyata ada hutan yang sangat luas di belakangnya.
"Tempat apa ini guru?" tanya Sakaru sembari melihat-lihat ke sekitar.
"Ini adalah tempat rahasia yang ku temukan saat pertama kalinya datang ke kota ini. Di tempat ini, tekanan saat berkultivasi akan di redam sampai setengahnya."
"Begitu ya... Ini kebetulan pas sekali denganku yang tingkat kultivasinya masih rendah." gumam Sakaru.
Sakaru mulai berkultivasi, benar dengan yang di katakan Sao Fang sebelumnya. Sakaru jadi lebih mudah berkultivasi dan menembus beberapa tingkatan sekaligus.
[Berhasil menembus tingkatan kultivasi pemula tingkat 8]
"Benar-benar hebat. Aku dapat menembus 3 tingkat sekaligus." gumamnya sedikit terkejut dan juga senang.
"Apakah disini ada tempat untuk mengisi energi chi agar lebih cepat?" gumamnya sambil melihat ke arah sekitar.
"Ada tuan. Setelah mengecek di sekitar area dekat sini, ada sebuah kolam suci di sana. Dengan berendam di dalam kolam suci, energi chi tuan dapat terisi lebih cepat." ujar Lili sembari menunjuk ke arah kolam.
"Benarkah? Kalau begitu aku akan segera kesana."
Setelah sampai di sebuah kolam suci, Sakaru langsung menjatuhkan dirinya ke dalam kolam suci tersebut. Bukan hanya energi chi yang lebih cepat memulih, fisik Sakaru juga meningkat drastis setelah berendam di dalam nya.
[Mendapatkan fisik spiritual tingkat 5]
"Woah... Apa yang terjadi?" gumam Sakaru terkejut setelah mengetahui bahwa fisik yang Sakaru miliki meningkat drastis.
__ADS_1
"Itu juga pengaruh dari kolam suci. Berendam di dalam kolam suci juga dapat membuat fisik seseorang meningkat secara drastis."
Setelah mendengar perkataan Lili, Sakaru berendam lebih dari 3 jam di dalam kolam itu.