
Hingga akhirnya pasukan yang menyerbu secara amburadul itu berhasil menjangkau barisan pagar istana. Disitu ada lagi pagar kuat dari besi sebagai pertahanan terakhir.
Maka diserbu istana.
Pada awalnya, panah-panah dilepaskan oleh pasukan pemanah. Meskipun tak banyak artinya. Karena benteng keraton demikian kuat. Serta para pasukan sudah berlindung dibalik perisai mereka. Namun demikian, panah-panah itu memiliki arti yang demikian penting. Sehingga ada selang waktu yang lumayan, untuk para pasukan lain bisa melanjutkan serangannya.
Kemudian pasukan berkuda mulai mendekat dengan senjata tameng dan tombaknya. Mereka bergerak dengan kecepatan tinggi. Saat panah dilepaskan, itu juga mereka melaju. Dan tombak dilemparkan dari jarak pendek, pada musuh yang tengah bertahan dibalik perisainya.
Dan pasukan lain melaju hingga melewati barisan pemanah, yang terus menghujani pagar istana berikut bentengnya.
Dari istana perlawanan semakin gencar. Mereka tak ingin istana yang sudah dikuasai dengan bersusah payah itu mesti jatuh pada orang lain.
Panah-panah dilepaskan, mengimbangi pasukan musuh. Saat musuh memanah mereka berlindung sembari memasang anak panahnya. Kemudian giliran mereka memanah dari balik beteng. Terus menerus kegiatan itu dilakukan, hingga menghujani mereka yang tengah menyerbu. Pasukan kuda ada yang kena, dan jatuh. Pasukan pemanah juga tak lolos dari hujan panah istana. Sehingga ikutan tumbang. Begitu juga barisan lain yang terus mendekat. Sehingga mulai banyak korban dari pihak penyerbu dan membuat bangkai bertumpuk-tumpuk. Meskipun begitu pasukan penyerbu terus merangsek dengan ganas.
Dari balik dinding istana lontaran tombak juga dilakukan pada pasukan lain agar musuh langsung tumbang. Mereka melakukannya saat melihat musuh sudah dekat, hingga mendekati pagar depan. Lontaran itu demikian jauh dan penyerbu demikian saja terjungkal.
Berikutnya pedang menyambut bagi mereka-mereka yang berhasil merangsek mendekati pintu besi tersebut serta lolos dari panah dan tombak.
Hingga pertarungan antar musuh terjadi pada jarak dekat. Satu lawan satu atau bahkan keroyokan yang jelas semuanya ingin saling menjatuhkan.
Mercukundo terus menerjang musuh dari atas punggung kuda yang demikian lincahnya bergerak kesana-kemari , dia berteriak-teriak sembari membabat musuh yang menghadang. Dia tak ingin pasukannya banyak yang tewas. Makanya dia turun tangan sendiri. Meskipun harus terkena senjata lawan yang pedih menggores diri. Tapi kenekatannya membuat dia terus melaju. Dan semuanya tak dirasakan. Sepanjang dia masih bergerak bahkan lebih jauh lagi masih ada nafas, semua penghalang akan sia-sia. Sehingga diapun berhasil menjatuhkan banyak musuh.
Tak jarang dia mesti turun dari kuda untuk membongkar pertahanan musuh andai kudanya terjepit diantara barisan yang sudah tak bisa di tembus. Tombaknya dia lempar dengan kuat. Dan menjatuhkan musuh. Lalu pedangnya menyingkirkan penghalang lainnya.
Setelah terbebas dari kepungan, dia naik kuda lagi, dan membabat kan pedangnya kiri kanan, supaya musuh langsung tersingkir. Tak jarang kerumunan prajurit yang menghadangnya, harus bubar akibat kena sabetan pedangnya yang ganas. Dan itu belum selesai. Kudanya yang tangkas ikut mengamuk. Kakinya menyepak kiri kanan. Bahkan dibelakangnya harus terpental, kala terkena tendangan belakang dari kuda perkasa yang ikut mengamuk.
__ADS_1
Serangan belum berhasil. Sangat sulit. Selain jumlahnya yang juga banyak, dan persenjataan juga lebih lengkap, perlindungan mereka lebih terjamin. Ada tembok istana. Ada perisai pada tiap prajuritnya. Dan berbagai peralatan perang masih lengkap.
“Kita bagi pasukan.“
“Ada yang menerjang dari samping.“
Pasukan dibagi. Yang semula kebanyakan mencoba merangsek dari pintu utama, kali ini mesti merubah strategi. Harus ada yang menyusup, baik dari belakang atau dari samping. Sehingga nanti bisa menyerang dari dalam.
Rencana itu langsung dicoba. Tiada salah jika mesti melakukannya. Daripada dari depan, tapi selalu terpukul oleh kekuatan musuh, sehingga korban banyak yang berjatuhan dari pihak putri.
Kuda-kuda mencoba menyerang dari sisi sayap. Mereka langsung merubah gerak yang sebelumnya sudah berada pada sasaran bidikan senjata musuh. Tiba-tiba menyimpang dan langsung menyerang pada sisi itu.
Benar saja. Kekuatan mereka cukup lemah di daerah itu. Yang semakin keteteran. Senjata-senjata para penyerang berhasil menembus, dan diantaranya mengenai pasukan penjaga.
Dengan hasil yang lumayan itu, maka mampu mengoyak pertahanan. Sehingga para penunggang kuda mampu mendekati mereka. Sekaligus melontarkan panahnya dan hasilnya beberapa diantara pasukan penjaga berhasil dilumpuhkan.
“Waduh mereka berhasil mendekat. “
“Cepat perkuat daerah itu. Tambah penjaganya. “
Namun mereka tahu. Penjagaan diperkuat. Pasukan banyak didatangkan. Termasuk beberapa prajurit cadangan serta bagian penyuplai senjata. Mereka langsung disuruh memperkuat di tempat tersebut.
Mereka kembali melemparkan panah dan tombaknya. Pada setiap orang yang mendekat. Hingga banyak yang terjungkal dari atas punggung kuda.
Para pasukan bersenjata pedang segera menyerbu daerah tersebut. Meskipun rekannya yang menunggang kuda banyak yang berjatuhan. Namun kekuatan penyerang itu lebih banyak lagi yang merangsek masuk pertahanan musuh.
__ADS_1
Dan pengawal juga ditambah. Dengan semakin kuatnya pertahanan, maka serbuan pasukan pedang lawan, berhasil ditahan sekaligus mulai terdorong mundur kembali.
Dengan konsentrasi yang terbelah itu, bagian tengah mulai berkurang kekuatannya. Sebagian terus berusaha menahan jangan sampai musuh sanggup membobol pertahanan. Dan sejauh ini berhasil, hanya kekuatan utama di sisi tengah yang terus menipis. Apalagi pasukan musuh terus mendesak.
Melihat kekacauan ini, barisan dibelakang segera menyerbu pada regol utama. Mereka langsung menggunakan senjata terbaiknya guna membantu mengoyak bagian utama di pintu depan itu.
Terus dan terus.
Termasuk para pemanah juga akhirnya mencoba merangsek ke dalam. Mereka memanah sembari berjalan. Dan dilanjutkan dengan membacok pakai pedangnya.
Hingga membuahkan hasil. Serbuan yang terus menerus itu berhasil merobek pertahanan tengah. Dan longgarnya sisi itu disusul dengan semakin banyaknya para penyerbu yang berhasil menusuk ke dalam.
Setelah berada di dalam, maka mereka segera mendesak pada sisi kiri kanannya.
Serta sebagian terus maju mendekati ruang utama. Mendorong para prajurit yang melakukan perlawanan dengan gerak mundurnya.
“Kita sudah bisa masuk.“
“Terus gempur!“
“Dan tangkap rajanya.“
Mereka merangsek maju. Menyerang yang masih bertahan. Dan memburu para pasukan yang mundur. Hingga daerah utama istana berhasil direbut. Kekacauan terus merebak. Didsana sini masih banyak perlawanan. Mereka pergunakan senjata apa saja yang ada di dalam ruang mewah itu. Sehingga banyak diantaranya yang hancur, akibat perlawanan yang mengerikan hingga titik darah penghabisan.
Pasukan penyerbu akhirnya berhasil menguasai istana. Meskipun korban demikian banyak tercipta akibat serangan yang tak kenal lelah.
__ADS_1
Pasukan musuh terus mundur dan ingin melarikan diri, namun dihadang oleh barisan belakang, dimana ada Putri dan para Srikandi yang menghalangi langkah mereka. Mereka kini mengepung istana. Dari berbagai pintu yang terbuka, disitu ditempatkan pasukan penjaga. Hingga kalau ada musuh yang ketahuan langsung ditangkap. Kalau melawan, langsung dibunuh.