Mertolulut: Pendekar Sakti Tanpa Tanding

Mertolulut: Pendekar Sakti Tanpa Tanding
Menjelajah


__ADS_3

“Kita istirahat dulu lah.“


Sekian lama rasa kesal, capek yang mendera, membuat ingin melalaikan segala aktifitas, untuk sejenak menenangkan diri.


“Aku mau melihat-lihat tempat ini terlebih dahulu,“ ujar Putri. Meskipun dia juga lelah, namun rindu akan tempat yang sudah sejak kecil ditinggali membuatnya ingin mengenang tempat ini. Melihat-lihat istana, tamansari, juga kolam yang indah. Sedikit lega. Jauh dari hutan yang menyeramkan. Dan kesunyian. Kini kehidupannya akan kembali. Ramai lagi. Dan mempunyai banyak saudara lagi. Juga tak akan kekurangan makanan. Apa-apa ada, termasuk minumannya yang begitu nikmat pelepas segala dahaga.


“Boleh.“


Ronggo menemani.


“Sekitar komplek ini dahulu tak asing, namun kali ini sudah lama ditinggalkan, yang ada hanya rasa kangen, sedikit atau banyak sudah ada yang berubah,“ ujar Putri sembari melihat-lihat dan berjalan-jalan memutari pekarangan rumah dan segala isinya.

__ADS_1


“Banyak sekali kerusakannya. Disana-sini hanya ada kekacauan. Disitu semua rusak. Maklum belum sempat membenahi. Barangkali kerusakan dahulu yang terjadi saat mereka menyerang sudah sedikit ditata. Namun bertambah parah saat ada kejadian yang baru dilewati yakni kala kita menyerbu kembali tempat indah ini.“


Mereka terus berjalan. Melewati pendopo, tamansari, kamar-kamar, serta rumah disekitarnya yang dipakai oleh para kerabat.


“Rumahku juga banyak berubah,“ ujar Ronggo melihat-lihat rumah dinas Merto Lulut yang terkenal seram itu, kini berubah jadi serem beneran.


“Ih serem.“


“Itu beteng sudah jebol, mungkin saat penyerangan yang dilakukan baik saat kita dahulu diserang maupun waktu kita balik menyerang, membuat benteng ini keadaannya demikian.“ Beteng itu akan dibangun lagi. Tentunya dibuat dengan lebih kuat. Dan fungsi utama sebagai tempat pertahanan akan berguna secara maksimal. Kalau perlu dibuat tinggi dan mirip dengan di luar kerajaan. Dimana pada bagian luarnya memang sering ditembus. Misalkan dengan memanjatnya memakai tangga, atau panjatan tali. Sehingga bisa dijangkau musuh dengan mudah. Namun bagian beteng dalamnya akan diubah sedemikian rupa, sehingga para pencuri yang membawa hasil curian akan kesulitan memanjat tembok, dan benda itu tak jadi dibawa.


“Kamarku juga acak-acakan.“

__ADS_1


Putri mendengus, kamarnya tak terawat. Kali saja akibat perang besar itu, sehingga kamarnya ikut kacau balau. Atau para istri pembesar itu yang membuatnya demikian. Ketika para pengikutnya terdesak, maka mereka mengacak-acak tempat tersebut, agar tak bisa ditempatinya lagi, dan melakukan bumi hangus sebelum meninggalkannya.


“Punya saudara-saudaraku juga mesti kosong,“ ujar Putri sedih. Melihat kamar-kamar para kerabat yang sudah tak bisa menempati, karena sudah pergi. Disitu dahulu ramai. Teriakan para kerabat, senda gurau mereka, serta penghiburan yang seringkali dilakukan agar dirinya terus merasa senang.


“Kita mesti benahi ini.“


“Benar, segala kerusakan, kekacauan yang kali ini ditinggalkan oleh peristiwa menyedihkan sebelum ini, memerlukan banyak tenaga dan pikiran untuk membenahinya.“


Bikin tempat bagus, nantinya, kalau keadaan benar-benar sudah aman. Semuanya ini akan ditata ulang, menjadi suatu lokasi yang tak beda dengan yang dahulu syukur-syukur malahan lebih bagus.


“Sudah lah istirahat, kalau perlu tidur,“ ujar Ronggo yang ingin istirahat di tempat empuk agar bisa melanjutkan esok dan menjaga putri cantiknya itu dengan lebih waspada.

__ADS_1


__ADS_2