Met By Lightning

Met By Lightning
Prologue


__ADS_3

 


Doni adalah seorang lelaki yang begitu menyukai petir dari kecil hingga sekarang berumur 19 tahun. Doni memiliki berbagai perusahaan ternama di Jakarta, di perusahaan tersebut dia adalah seorang pemimpin perusahaan yang sangat dihormati oleh karyawannya, bisa dibilang Doni ini adalah lelaki yang diidamkan oleh banyak wanita. Walaupun Doni sudah memiliki apapun tapi dia sampai saat ini belum bisa mendapatkan jodoh yang terbaik baginya, begitu banyak wanita yang mencoba mendekati nya saat itu tapi tidak ada satupun yang membuat dirinya begitu menginginkan wanita tersebut. Doni merasa hidupnya begitu membosankan walaupun dia sudah mendapatkan apapun saat itu.


Sasya adalah seorang wanita yang sangat takut akan petir dari kecil hingga sekarang berumur 19 tahun. Sasya bekerja sebagai pembuat kopi disalah satu cafe yang cukup terkenal di Jakarta. Dia sangat mengidamkan kehidupan seperti orang kaya yang dimana mereka hanya sekedar menikmati hidup tidak perlu berusaha keras. Walaupun begitu Sasya adalah wanita yang tidak pantang menyerah mengejar mimpinya dan terus berusaha hingga berhasil. Sasya adalah tipikal wanita idaman bagi para banyak lelaki yang sedang mampir di cafe tersebut, terutama si bos yang begitu menyukai Sasya.


 


Suatu hari mereka akan berada di dalam keadaan yang dimana mereka harus mengorbankan sesuatu yang berharga bagi mereka kala itu.


Mereka begitu frustasi dan sedih akan hal yang terjadi kepada mereka.


" Kenapa dunia ini begitu kejam! "kata mereka berdua yang belum saling mengenal di halte bus".


"loe kok ngikutin gue sih " kata Sasya.


" Siapa juga yang ngikutin loe ! loe kali yang ngikutin omongan gue ! " kata Doni.


" Songong banget sih loe ! ".


" Elu yang songong! ".


Mereka pun bertengkar di halte tersebut, " Hey kamu.... " Doni berkata.


" Apaan ! " Sasya masih marah.


" Kamu... kenapa berkata seperti itu ? ".


"Loe juga kok berkata gitu juga ? ".

__ADS_1


" Aku...(menatap langit) ingin mengakhiri hidupku sesegera mungkin ".


" Kok gitu ? ".


" Aku begitu baik terhadap semua orang, tapi semua orang justru malah memanfaatkanku ".


" Sedih banget ya hidup lu ".


" Kalo kamu ? ".


" Aku sangat tidak suka dengan lelaki yang selalu beranggapan bahwa dia bisa mendapatkan segalanya, tapi aku slalu di dekatin oleh mereka ".


" Sedih ya...".


Akhirnya kami saling bercerita tentang masalah kami satu sama lain, semakin kami bercerita perlahan tapi pasti mulai timbul perasaan di antara kami.


" Eh busnya uda datang tuh ".


Didalam perjalanan menuju rumah, Doni terus melihat kearah Sasya yang menurutnya adalah seorang wanita yang sedang dia idamkan saat itu. Sasya pun sedikit melirik kearah Doni dan berkata " Apaan lue ngeliatin gue kayak gitu.. penjahat kelamin lue ya..! ".


"Enggak kok... perasaanmu aja itu.... aku lihat kearah jendela kok ".


" Oh gitu ! ".


" Mmmmm... aku boleh minta nomor WA mu ? ".


" Enggak ! ".


" Kok gitu ? ".

__ADS_1


" Loe kegatelan ya Anj**g, gue kira loe beda dari cowok lain tapi rupanya sama aja ".


" Tunggu Tunggu... kamu salah penafsiran... aku hanya ingin berkenalan denganmu ".


Tiba-tiba petir menyambar "Duuuuaaarrr".


Sesaat itu juga Sasya memeluk Doni dengan wajah ketakutan.


"Apaan sih loe meluk meluk gue ? ".


" Kan kamu yang meluk aku ".


" Gak sengaja itu tadi... ".


 


Petir kembali menggelegar " Duuuaaaarrr... ".


Sasya kembali memeluk Doni.


" Tuh kan elu yang meluk ".


" Yaudah deh aku yang meluk... jadi gak minta nomor WAnya ?".


 


" Boleh nih ? ".


" nih save..., uda ya aku diluan turun ".

__ADS_1


Sasya turun dari bus dan melambai ke arah Doni.



__ADS_2