Met By Lightning

Met By Lightning
Kehidupan Doni : Anak yang terpilih


__ADS_3

Doni adalah seorang anak dari keluarga kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan ternama di Indonesia, Doni hidup seperti seorang raja yang dimana tahtanya tidak akan pernah runtuh. Dia anak yang pintar di sekolahnya bahkan dia pernah bersekolah di salah satu sekolah ternama di USA.



Ayah Doni begitu membanggakan dirinya dan yakin bahwa Doni akan bisa memimpin kerajaan bisnis Sang ayah. Kini ayah dan ibunya sudah tua dan Doni sudah berusia 19 tahun.



Suatu hari setelah sarapan pagi Doni dipanggil oleh Sang ayah untuk berbicara secara empat mata bersama Doni. Doni begitu penasaran dengan yang ingin dikatakan oleh Ayahnya.



“ Doni... kamu kan udah besar... ”. Ayah berkata sambil menepuk pundak Doni.



“ Iya yah... Doni sudah besar... ada apa yah ? “. Doni penasaran.



“ Ayah mau kasih kamu tanggung jawab yang besar, apakah kamu bisa ? “.



“ Tanggung jawab apa itu ayah ? “.



“ Ayah ingin kamu meneruskan kerajaan bisnis ayah untuk kedepannya, apakah kamu bisa ? “.



“ Bisa yah “. Doni sangat senang akan hal itu.



“ Kamu harus bisa memberikan kinerja terbaik kamu ya nak.. “.

__ADS_1



“ Aku akan melakukan apapun yang aku bisa ayah “.



“ Kalau begitu tandatanganilah ini nak... " Ayah Doni memberikan surat pengalihan kepemimpinan perusahaan.



Doni pun menandatangani surat ahli waris tersebut yang berarti bahwa seluruh perusahaan yang sudah ayahnya bangun kala itu akan jatuh ke tangan anaknya yang bernama Doni.



Keesokan harinya Doni pergi ke perusahaan utama untuk mengenal secara menyeluruh tentang perusahaan lain yang berada di kerajaan bisnisnya. Doni diberikan sambutan yang hangat oleh para karyawan disana karena sewaktu kecil Doni sering berada di perusahaan tersebut dan dia selalu bersikap baik kepada seluruh karyawan.



“ WELCOME NEW KING ! “ kata yang tertulis di spanduk besar di depan pintu masuk serta para karyawan yang memberikan tepuk tangan untuk menyambut Doni.




Doni melihat lihat setiap ruangan di perusahaan tersebut dan bertanya tentang kinerja setiap karyawan pada sekretarisnya dan memberikan solusi terhadap penurunan yang terjadi belakangan ini. Mulai dari penanganan atas penurunan pasokan bahan untuk pembuatan produk hingga perhitungan agar tidak ada bahan yang tidak berguna.



Setelah memberikan penjelasan yang begitu banyak Doni pergi ke ruangannya dan dia duduk di balik meja yang memiliki papan nama “Pemimpin”.



Doni membuka setiap File perusahaan yang ada di meja tersebut dan memeriksa akan berbagai bahan yang masuk secara berlebihan serta pengeluaran uang dalam membeli bahan.



“ Tok! Tok! “ terdengar suara orang mengetuk pintu.

__ADS_1



“ Masuk! “.



“ Permisi Pak, saya mau memberikan proposal pemasaran yang kemarin di bahas oleh pimpinan sebelumnya “.



“ Proposal pemasaran tentang apa ya ? “.



“Proposal ini berisi tentang bagaimana cara kita memasarkan produk ini di berbagai kalangan karena produk ini belum sampai di kalangan bawah dan juga Tujuan dari proposal ini ialah memberikan harga yang lebih murah terhadap para pembeli dengan mengurangi isi dalam kemasan makanannya, begitu Pak sekiranya... ".



“ Boleh juga ide kamu itu... “.



“ Trima kasih Pak “.



“ Letakkan saja proposalnya disini agar saya bisa mempelajarinya... “.



“ Saya izin keluar ya Pak.. trima kasih Pak “.



Doni pun mempelajari proposal tersebut agar ia dapat mengembangkan kerajaan bisnis ayahnya lebih besar lagi. Doni pun menyegerakan membuat apa yang karyawannya sarankan tadi. Doni pun mengatur bagian pabrik agar membuat kemasan yang lebih kecil agar harga dapat terjangkau pada kalangan bawah.


^_^_^Met By Lightning^_^_^

__ADS_1



__ADS_2