Met By Lightning

Met By Lightning
Kehidupan Doni : Hilangnya Uang Produksi


__ADS_3

“ Mah~ Pah~ berangkat dulu ya ! “ Pamit Doni.



“ Iya hati hati “ Sahut Mama.


^_^_^Met By Lightning^_^_^


Doni pun pergi menuju rumah Risda lalu ke kantor. Sesampainya di kantor ia memeriksa bagian keuangan yang dimana terdapat keganjalan di sana, dimana pengeluarannya sungguh sangat berlebihan tak seperti hitungan yang seharusnya sudah tetap. Doni pun memanggil bagian pengurus keuangan.



“ Kenapa bisa pengeluaran begini banyak ? “.



“ Itu pengeluaran bagian produksi Pak, saya hanya mengeluarkannya dan menyerahkannya ke direktur produksi Pak “ Ujarnya.



Doni pun menelpon administrasi untuk segera memanggil direktur produksi ke ruangannya.



“ Bisa tolong panggilkan direktur produksi ke ruangan saya “.



“ Baik Pak, segera akan saya panggil “.



“ Baik trimakasih “ Doni.


^_^_^Met By Lightning^_^_^


Tak lama kemudian datanglah direktur produksi menghadap Doni. Doni pun mulai menanyakan tentang pengeluaran tersebut.



“ Kenapa bisa pengeluaran dalam produksi jauh dari perhitungan yang sudah diprediksikan kali ini, bukannya produksi sebelumnya hitungan kita selalu tepat dan tak pernah salah “.



“ Maaf Pak, uang tersebut memang saya gunakan untuk produksi dan biayanya saat ini jauh dari perkiraan kita Pak “.



“ Tidak mungkin, saya sudah menanyakan kepada penyedia bahan dan juga bagian pabrik, mereka berkata bahwa....Dubrrraakkk....\(Doni menggebrak meja\) TIDAK ADA SATUPUN DARI MEREKA YANG MENAMBAH BIAYA OPERASIONAL SEBESAR ITU !, lebih baik kamu jujur ? kamu apakan uang itu ? “ Doni terlihat kesal.


__ADS_1


“ Saya tidak tahu Pak “.



“ Lebih baik kamu jujur lalu saya pecat dengan rasa hormat atau saya pecat tanpa ada harga diri !, kamu pilih mana ? “ Doni memberatkan.



“ Itu memang bukan saya Pak “.



“ Kalau bukan kamu, lalu siapa ? “.



“ Saya tidak tahu Pak “ Direktuk produksi masih tetap kukuh.



“ Baiklah jika kamu tidak mau jujur, aku akan memecatmu saat ini juga tanpa uang pesangon sedikitpun “.



“ Gak bisa gitu dong Pak, saya sudah lama kerja disini “.




“ Baiklah Pak “ Direktur pun pergi meninggalkan ruangan.


^_^_^Met By Lightning^_^_^


Dana yang di keluarkan untuk pihak produksi mengalami minus hampir 100juta dan Doni tidak tahu uang tersebut dimana, tapi ia malah menuduh bahwa si Direktur lah yang mengambilnya. Doni begitu kesal saat itu.



Risda pun datang menghampiri Doni yang saat itu sedang kesal lalu berkata, “ Kamu tidak apa apa ? “.



“ Gak papa sih, cuman kerugian yang kita alami cukup besar dan seharusnya dana minus ini bisa di pakai untuk produksi bulan depan “ Doni masih kesal.



“ Yaudah gak papa..., nanti juga dikasih yang lebih kok sama yang Maha Kuasa “ Risda mencoba menenangkan Doni.



Doni memegan tangan Risda yang saat itu berada dipundak untuk menenangkan Doni lalu berkata, “ Trimakasih ya sayang... semoga saja semua akan baik\-baik saja “.

__ADS_1



“ Udah yuk kita makan dulu, udah jam makan siang nih “ Ajak Risda.



“ Ayuk... “.



Doni pun memakan masakan Risda yang telah ia siapkan dari rumah.



“ Kamu rajin banget Risda, masak gini banyak enak lagi “ Kata Doni sembari mengunyah makanan tersebut.



“ Maakaasiihh, ini kan untukmu saaayyaaanngg “ Risda Merayu.



“ Kamu bangun jam berapa untuk menyiapkan masakan ini “.



“ Sekitar jam 5 pagi Hehe~ “.



“ Cepat banget, aku aja masih tidur “.



“ Iiiisss... bos malas banget sih “ Risda manja.



“ Manja banget sih kamu “ Doni mencolek hidung Risda.



“ Udah makan lagi yuk “ Ajak Risda.



Tapi Doni masih memikirkan hal tersebut, kemana uang yang segitu banyak jika bukan di pakai si Direktur itu. Dan kenapa Direktur itu tak mau mengakui kesalahannya. Apa dia memang tidak salah ?.



Doni pun terus memikirkan hal itu, hingga ia berniat untuk mencari tahu lebih jauh lagi, siapa pencuri yang sebenarnya ?.

__ADS_1


^_^_^Met By Lightning^_^_^


__ADS_2