
Di sepanjang jalan mereka pun berbincang bincang serta tertawa bersama. Sesampainya dirumah, Risda mengajak Doni masukan kedalam rumah dan mengenal kan ia kepada kedua orang tua Risda, kala itu Doni melihat ayah Risda yang ternyata sudah sangat tua dan ibunya yang harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Doni pun bersalaman kepada mereka lalu berkata kepada sang ibu “ Anak ibu hebat ya... ia sudah sangat berjasa dalam perusahaan kami bu... “.
“ Benarkah itu anakku ? “ Ibunya bertanya kepada Risda.
“ Enggak kok bu... bapak aja yang terlalu melebihkannya “ Risda tersipu malu.
“ Makasih ya pak... uda mau mempekerjakan Risda, memang keluarga kami sekarang sangat butuh dana buat hidup pak. Ayahnya sudah tidak bekerja lagi karena sudah tua dan saya pun jalan saja sudah tak sanggup lagi “ Ibu Risda berkata sambil terseduh seduh.
“ Seharusnya kami yang bilang makasih bu kepada Risda karena ia sudah bekerja sepenuh hati di perusahaan kami “ Doni berkata lalu tersenyum kepada sang ibu.
“ Oiya pak mau minum apa ? “ Risda bertanya.
“ Gak usah Ris... saya mau langsung balik “.
“ Pak... Bu... saya pulang dulu ya... “ Donipun bersalaman dengan kedua orangtua Risda lalu pergi kembali ke mobil.
Setelah sampai di rumah Doni terus terbayang wajah Risda dan melihatnya sebagai wanita yang begitu hebat karena ia berjuang sendirian untuk menafkahi keluarganya. Perasaan Doni pun perlahan berubah menjadi cinta.
__ADS_1
Keesokan harinya Doni datang dan menghampiri Risda yang kala itu sedang bekerja untuk mengajaknya keluar. Doni semakin dekat dengan Risda hingga menjadi bahan pembicaraan para karyawan lainnnya.
“ Hey apa kamu tau tadi Risda pergi bersama bos loh di jam kerja “.
“ Iya yah... mungkin Risda melet si bos yak... “.
“ Mungkin sih... “.
Mereka berbisik bisik dan akhirnya sampailah kepada si Risda dan ia memberitahukan bahwa mereka itu salah, Bos mengajak dirinya untuk melihat situasi di lapangan saat itu tujuan untuk bekerja.
“ Ooooo... gitu toh... Sorry ya Ris.. uda nuduh kamu “ kata salah satu karyawan.
Risda kembali bekerja dan menyusun proposal baru lalu menyerahkannya kepada si bos dengan ide baru nya yaitu menambahkan rasa baru dalam produk tersebut.
“ Tok..tok..! permisi pak... “.
“ Iya masuk “.
__ADS_1
Risda pun masuk kedalam dan duduk lalu menyerahkan proposalnya sembari berkata “ Ini pak ide baru saya “.
“ Nanti saya lihat ya Risda... saya harap idemu akan lebih bagus dari yang kemarin.. “.
“ Trima kasih pak “ Risda pergi dari ruangan Doni.
Doni pun melihat proposal Risda dan memahami tentang ide apa yang sedang coba disampaikan olehnya. Beberapa saat kemudian setelah Doni membaca proposal itu dia kembali memanggil Risda lalu berkata “ Proposal kamu bagus, kira kira apa rasa yang akan kamu sarankan ? “.
“ Menurut saya kita harus menambahkan rasa seperti jagung bakar atau ayam panggang pak “.
“ Ok... kalau begitu kamu langsung saja pergi ke pabrik bawa proposalmu ini dan bilang pada kepala pabriknya bahwa saya yang suruh untuk meracik dua rasa itu “.
“ Trima kasih pak, akan segera saya lakukan “ Risda pergi dengan wajah tersenyum.
“ Sungguh wanita yang hebat “ Doni bergumam.
Risda pun pergi ke pabrik dan bertemu dengan kepala pabrik, awalnya kepala pabrik tersebut langsung marah karena Risda menyuruhnya untuk meracik dua rasa itu tapi setelah dia berkata bahwa itu ialah perintah si bos, kepala pabrikpun langsung menurutinya sembari meminta maaf kepada Risda.
__ADS_1
^_^_^Met By Lightning^_^_^