
Beberapa hari yang lalu Doni telah menyelamatkan seorang gadis dari pemerkosaan bernama Sasya namun hal itu tak membuat Risda cemburu. Karena Risda tahu bahwa Doni hanya ingin menolongnya saja.
Doni tak begitu memikirkan hal itu karena ia hanya terpaku terhadap Risda yang memiliki segalanya tanpa ada kekurangan sedikitpun, cantik iya ! pintar iya ! mandiri iya ! pandai masak iya ! sopan iya ! ramah iya ! Risda seperti tak ada kekurangannyadi mata dirinya.
“ Bos ngapain melamun ? udah ditunggu tuh di ruang meeting “ Risda menghentikan lamunan Doni.
“ Sebentar Risda, saya akan kesana “.
Doni menghampiri ruang meeting dengan maksud bertemu dengan pimpinan perusahaan tersebut. Disaat ia tengah membuka pintu ia dikejutkan dengan seorang yang sudah lama ia kenal dan tidak lain adalah anak dari teman ayahnya yang sudah meninggal karena shock atas perusahaan yang bangkrut. Ternyata anaknya berhasil membangkitkan perusahaan tersebut, Doni sungguh terkejut.
“ Ternyata itu kamu Don “.
“ Sudah lama kita tak bertemu ya Ham “.
Mereka bersalaman lalu duduk sembari mengobrol mengingat kedekatan mereka dahulu hingga perusahaan ayahnya bangkrut dan ayahnya meninggal, namun ia tak patah semangat dan terus berusaha dan akhirnya perusahaan ayahnya kembali di bangkitkan olehnya. Nama dari pemimpin perusahaan tersebut dan juga teman lama Doni ialah Ilham Sukma.
“ Begitulah Don, menyerah bukanlah pilhan “ Ilham berkata sembari menepuk pundak Doni.
Mereka melanjutkan dengan membicarakan kerja sama yang akan mereka lakukan agar membangun perusahaan mereka menjadi lebih baik lagi.
“ Apa kamu setuju Don ? “.
“ Aku setuju banget “.
Mereka menyetujui hal itu, hal yang dimana bahwa perusahaan Sukma Production akan memberikan sebagian lapak mereka agar dapat dipakai oleh perusahaan Wijaya Production. Terutama di bagian internasional Ilham merencanakan untuk membangun satu lapak dengan makanan produksi dari kedua perusahaan.
Ilham mengajak Doni untuk makan siang bersama, Doni menyetujui ajakan Ilham namun ia membawa Risda untuk menemaninya.
__ADS_1
“ Yasudah yuk “ Ajak Ilham menuju ke mobilnya.
Doni dan juga Risda masuk kedalam mobil. Di sepanjang jalan Doni menceritakan tentang masa kecilnya bersama Ilham yang aneh mulai dari Ilham suka memakan pasir sewaktu kecil dan Ilham balik memberitahu bahwa Doni suka ngompol saat tidur. Risda yang mendengar pertengkaran itu tertawa.
Mereka berhenti di sebuah rumah makan dan memesan makanan, sembari menunggu mereka lanjut bercerita.
“ Permisi Pak, ini makanannya “ Seorang pelayan datang mengantar makanan.
“ Yuk kita makan “ Ajak Ilham.
Doni begitu terkejut ternyata makanan di tempat ini sungguh seperti makanan di restoran bintang lima yang sering ia kunjungi bersama Risda.
“ Ikan ini enak banget gilaaa... seperti makanan restoran bintang lima, ya kan Risda ? “ Doni menanyakan ke Risda.
“ Iya Bos benar “.
Selesai makan Doni permisi ke kamar mandi karena ingin buang air kecil.
“ Rencana kita akan segera mencapai klimaksnya Bos ! “ Ucap Risda.
“ Hah... kamu benar ! aku sudah tidak sabar melihat ekspresi polosnya itu berubah menjadi tatapan penuh kebencian dan keputusasaan ! “ Ilham merangkul Risda.
“ Jangan Bos, nanti ia kembali melihat kita seperti ini bagaimana ? “.
“ Maaf\-maaf, habisnya kamu cantik banget dengan pakaian kantormu itu “.
“ Hehe... makasih Bos “.
__ADS_1
Risda kembali menjauh dari Ilham saat Doni kembali dari kamar mandi. Ilham mengantar mereka kembali ke kantor dan ia juga kembali ke kantornya.
“ Mampir lagi ya Ham “ Ujar Doni sembari melambaikan tangan.
Ilham tersenyum sembari melambaikan tangan dari dalam mobil dan bergumam didalam hatinya di balik senyum palsu yang ia tampilkan, “ Semoga beruntung Doni... teman lamaku.. “.
“ Udah yuk balik kerja “ Ajak Risda.
Selesai bekerja mereka kembali pulang kerumah dan Doni berharap bahwa kerjasama tersebut meraih untung yang sangat besar.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
*Keesokan harinya
“ Hari minggu yang cukup indah “ Doni bangkit dari tidurnya menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya lalu turun untuk makan. Papa dan Mama Doni tengah menunggu dbawah agar bisa menikmati sarapan bertiga lagi seperti dulu, karena sudah lama mereka tidak sarapan bertiga sebab Doni yang sangat sibuk.
“ Ayuk Nak makan... “ Ajak Mamanya.
Doni duduk dan membalik piring yang tengah disiapkan oleh Mamanya dan mengambil nasi serta lauk pauk berupa Ayam goreng dan sayuran yang dimasak oleh pembantu mereka.
“ Ini Bibi semua yang masak ? Enak banget Bi “ Puji Doni terhadap pembantunya.
“ Makasih Den, tapi yang buat ayam gorengnya Mama Aden tadi... “.
“ Makasih ya Bi.. Ma.. “.
Setelah makan Doni langsung menuju ke kolam renang rumahnya untuk merilekskan tubuhnya dengan berenang sejenak dan beristirahat menikmati angin yang berhembus perlahan ke tubuhnya saat ia duduk di pinggiran kolam renang.
“ Aaaahhhh, santai nya... “ Lenguh Doni dalam kenikmatannya.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
__ADS_1