
Beberapa hari setelah kejadian itu, Sasya mulai khawatir akan sikap bosnya yang mulai berani menggoda dan memegang tubuhnya. Tapi ia tetap kukuh dan terus melanjutkan pekerjaan nya di tempat itu karena ia tahu bahwa mencari pekerjaan itu sungguh sulit, setiap berpapasan dengan si bos ia selalu mendapatkan kedipan mata yang genit. Semakin lama sikap bos tersebut semakin menjadi.
Pada saat Sasya tengah pulang dari kafe si bos pun datang menghampiri Sasya dan berkata.
“ Yuk Sasya ! saya antar pulang “Kata Riski.
“ Gak usah Bos makasih “Sasya berkata sembari menundukkan kepala.
“ Kamu kok gitu sih, ayuk lah... “ Riski mencolek tangan Sasya.
Tapi Sasya hanya diam dan tetap kukuh untuk tidak ikut.
“ Kalau kamu gak mau aku anterin pulang, mending besok kamu gak usah kerja lagi deh “ Ancam si bos.
“ Kok gitu sih ! “ Sasya marah.
“ Habisnya kamu sok jual mahal sama bos sendiri, kalau kamu mau nemenin aku malam ini mungkin aku bisa angkat kamu jadi manager “.
“ Nemenin gimana bos ? “.
__ADS_1
“ Masa kamu gak tahu sih “.
“ Sorry Bos, kalau begitu saya lebih memilih berhenti dari kafe ini daripada saya harus kehilangan harga diri, saya pamit trimakasih “ Sasya pergi meninggalkan si bos.
“ Dasar kamu sok jual mahal ! wanita seksi kayak kamu itu cocoknya jual diri ! “ Riski sang bos berteriak dengan nada tinggi.
Tapi Sasya tidak memperdulikannnya dan terus melangkahkan kakinya untuk pergi. Dan ia berjanji bahwa tak akan pernah kembali lagi ketempat itu.
*Keesokan harinya
Sekitar pukul 7 pagi Sasya keluar rumah untuk mencari pekerjaan baru, dia mulai pergi dari satu kafe ke kafe lainnya hingga ke kantor kantor yang menerima tamatan SMA, tetapi tidak ada yang menerimanya.
Sasya pun menyudahi pencarian pekerjaannya dan beristirahat sejenak di sebuah cafe, sembari ia memesan kopi ia menanyakan apakah ada lowongan di cafe itu dan ternyata ada lowongan di bagian membuat kopi. Dan Sasya langsung bersyukur dan langsung meminta pelayan yang memberikan kopi ke Sasya agar di pertemukan dengan sang manager.
“ Ada mbak, emang kenapa ya ? “.
“ Saya belum dapat pekerjaan nih mbak, kalau boleh tahu pekerjaannya apa ya ? “.
“ Setau saya sih buat kopi mbak “.
“ Wah kebetulan banget, soalnya saya dulu sempat bekerja di cafe juga dan menjadi pembuat kopi “.
__ADS_1
“ Wah kebetulan dong mbak “.
“ Kamu boleh enggak anterin saya ke manager nya ? “.
“ Boleh kok mbak, yuk ! “ ajak pelayan tersebut.
“ Trima kasih mbak “.
Pelayan tersebut pun mengantarkannya ke ruang kerja sang manager dan memperkenalkannya..
“ Selamat siang pak, ini ada yang mau ngelamar “ pelayan tersebut berkata sembari membuka pintu ruangan.
“ Iya, silahkan duduk “.
Sasya pun duduk dan menjelaskan kedatangannya ke cafe tersebut, seperti biasa ia akan di test terlebih dahulu pengetahuannya tentang berbagai macam jenis kopi. Tapi Sasya sudah begitu bersahabat dengan berbagai macam kopi sehingga ia dapat menyebutkan semua jenis kopi yang di berikan kepadanya. Sang Manager pun yang tergolong masih dalam kategori muda ia tercengan kaget karena Sasya begitu mudahnya menebak kopi dari aromanya.
Setelah berhasil melewati testnya Sasya pun di terima dan akan bekerja esok harinya. Ia pun pulang dengan wajah bangga dengan air mata yang melembabkan matanya.
“ Trima kasih Tuhan “ Sasya menengadahkan tangan ke langit dan mengusap ke wajahnya.
__ADS_1
^_^_^Met By Lightning^_^_^