
“ Kerjaan hari ini menumpuk sekali aku sungguh lelah “ Ujar Doni.
“ Hehe... yang sabar ya Bos “ Kata Risda.
“ Kamu lagi ada kerjaan gak Ris ? “ Tanya Doni.
“ Gak ada Bos, emang kenapa ? “.
“ Makan siang yuk, kebetulan sudah jam makan siang nih “.
“ Ok Bos “.
Mereka pun pergi ke sebuah Restoran bintang lima dan makan disana.
*Beberapa saat kemudian
“ Risda... “.
“ Iya Bos... “.
“ Hal apa yang paling kamu suka ? “.
“ Sebuah kepastian Bos “.
“ Hehe.. kamu benar juga.. besok kita ambil cuti yuk “.
“ Boleh sih bos, kebetulan saya belum ambil cuti saya 2 hari “.
“ Besok aku ingin memberikan sesuatu yang spesial untukmu “.
“ Apa tuh Bos ? “.
“ Rahasia dong.. yuk balik ke kantor, mari kita siapkan pekerjaan kita agar besok bisa happy “.
“ Baik Bos “.
Mereka pun kembali ke kantor dan menyiapkan pekerjaan mereka lalu pulang.
*Keesokan Hari
Doni memikirkan bahwa ia harus menyatakan perasaannya saat ini kepada Risda agar ia tidak merasa seperti dijadikan wanita penghibur saja.
Doni mulai mempersiapkan berbagai hal untuk menyampaikan perasaannya, mulai dari membeli cincin dan juga boneka untuk diberikan kepada Risda.
Sore harinya pun ia telah siap dan segera menelpon Risda.
__ADS_1
“ Halo Risda... “.
“ Iya Don.. “.
“ Kita jadi keluar kan malam ini ? “.
“ Jadi sih, aku kira kamu yang gak jelas “.
“ Maaf aku lupa ngabarin tadi “.
“ Iya iya... jadi kita mau kemana malam ini ? “.
“ Kita makan dulu aja, setelah itu aku mau ajak kamu ke sebuah cafe yang menyediakan taman yang indah. “.
“ Wah boleh tuh “.
“ Yaudah nanti malam aku jemput ya sekitar jam 7 “.
“ Ok Bos “.
*Beberapa saat kemudian
Doni sudah siap untuk pergi kerumah Risda untuk menjemputnya, rencana penembakan tersebut akan terjadi di taman. Namun Doni sedikit canggung karena tentu saja pasti akan banyak orang yang akan melihat kearahnya nanti, tapi itu tak mematahkan semangatnya.
“ Assalamualaikum.. Risda “ Doni memanggil Risda.
“ Walaikumsalam Don... aku cantik kan “ Risda bertanya kepada Doni.
“ Kan kamu memang cantik “.
“ Bisa aja kamu Don “.
“ Yuk kita pergi “.
“ Yuks... “.
Doni mengarahkan mobilnya ke sebuah restoran bintang 5 yang berada di tengah kota, makanan yang ada disana sungguh mewah dan tentu saja mahal. Risda begitu terpesona karena baru pertama kali ini ia melihat restoran dengan dekorasi yang sangat indah.
“ Hey Risda... kamu kenapa ? “ Doni membangunkan Risda dari lamunannya.
“ Gak papa Don... aku cuman kaget aja soalnya dekorasinya bagus banget “.
__ADS_1
“ Tentu dong bagus.. kan untukmu “.
“ Kamu bisa aja “.
“ Udah yuk kita pesan “.
Doni memanggil seorang pelayan yang ada di dekatnya untuk meminta menu yang tersedia.
“ Permisi mas... boleh minta menunya ya “.
“ Sebentar ya pak, saya ambilkan “ Sahut pelayan itu.
Pelayan tersebut pun memberikan menunya lalu mereka memesan makanan yang menurut mereka adalah makanan yang paling enak disitu.
“ Itu saja pak pesanannya “ Kata pelayan tersebut.
“ Itu saja “.
“ Minumnya pak ? “.
“ Sebentar ya..., pesan alpukat satu. Kalau kamu ? “ Doni bertanya ke Risda.
“ Aku sama deh... “.
“ Di tunggu ya pak... bu... “ Sahut pelayan itu.
Sembari menunggu pesanan kami datang kami pun bercanda gurau.
“ Gaunmu bagus ya Ris... “.
“ Hehe... makasih.. “.
“ Nyolong dimana ? “.
“ Ih jahat ih... ini beli loh “.
“ Hehe... becanda, kamu kok baper sih “ Doni mencubit pipi Risda.
*Beberapa saat kemudian
Pesanan mereka pun tiba dan mereka menyantapnya dengan lahap, Setelah selesai makan Doni pun mengajak Risda ke tempat penembakan tersebut.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
__ADS_1