
Doni bertemu dengan Ilham lalu menyapanya dengan ramah dan menyuruhnya untuk duduk.
“ Silahkan duduk Ham “ Tawar Doni.
“ Baik Don “.
“ Sebelumnya aku ingin bertrimakasih atas kerjasamanya selama ini dan aku ingin minta maaf jika perusahaan kami mencoreng nama baik perusahaanmu “ Doni bersikap seramah mungkin.
“ Gimana ya Don ? Perusahaanmu harus mengganti rugi yang cukup besar terhadap kami “.
“ Berapa itu Ham ? “.
“ Hampir separuh saham perusahaanmu “.
“ Gak bisa gitu dong... “.
“ Dengar ya ! perusahaan luar yang tengah bekerja sama juga dengan kami, mereka ikut meminta biaya ganti rugi. Apa kamu mengerti dengan situasi ini ! “ Ilham tegas.
“ Aku mengerti Ham “.
“ Sekarang tanda tangani penyerahan saham ini “.
“ Baik “.
Doni terpaksa menandatangani surat tersebut dengan berat hati. Ia tidak menyangka bahwa dampaknya bisa seperti itu. Ia tak mungkin menceritakan hal inin kepada Papanya karena Papanya sudah pasti akan marah besar.
“ Aku harus bisa membangun lagi ! “ Doni berusaha menyemangati dirinya.
Risda datang menghampiri Doni yang tengah bingung harus bagaiman sembari membawa minuman dan beberapa surat penting.
__ADS_1
“ Ini Bos diminum dulu biar rileks “.
Tanpa pikir panjang Doni segera meneguk minuman itu. Yang dimana minuman tersebut sudah dicampur oleh Risda dengan obat yang dapat membuat Doni merasa seperti melayang.
“ Kenapa semuanya bergoyang ya Risda... “ Tanya Doni.
“ Mungkin Bos capek... tandatangan dulu ya Bos “ Pinta Risda.
Tanpa rasa ragu dan tak membaca surat tersebut sebab ia percaya dengan Risda.
“ Trimakasih Bos “.
Risda pergi meninggalkan Doni yang dalam keadaan pusing. Doni tak tahu bahwa surat surat yang tengah ia tandatangani tersebut adalah surat yang sangat berharga dan menentukan nasib keluarganya kedepannya.
Doni memutuskan untuk segera pulang dan membersihkan tubuhnya dan segera tidur agar pusingnya hilang.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
Doni melihat bahwa suasana kantor begitu sepi, ia mulai bertanya tanya dalam hati.
“ Ada apa ini ? “.
Risda pun muncul dihadapan Doni dengan memakai baju dan jas seraya Bos lalu berkata.
“ Gimana kabarmu saayaannggg ? “.
“ Apa maksudmu Risda ? “.
“ Apa kurang jelas ! “.
“ Aku tak mengerti “.
__ADS_1
“ Kamu sudah menandatangi surat penyerahan aset perusahaanmu kepada diriku dan sekarang ini aku sedang merapikan beberapa barang yang tak berguna serta aku akan memecat seluruh karyawanmu dan menggantikannya dengan karyawan ku “.
“ Kamu bercanda kan ? “.
“ Silahkan kamu lihat suratnya “.
Doni mengambil surat tersebut dan benar saja surat itu sudah ditandatangani olehnya. Ia begitu terkejut ternyata surat yang ditandatanganinya adalah surat yang di berikan Risda sewaktu ia mengalami pusing.
“ Kamu siapa ? “ Tanya Doni kesal.
“ Haalooo saaayaanggg “ Ilham datang menghampiri Risda lalu mencium pipinya.
“ Apa apaan ini Risda ! “ Doni kesal.
“ Haduh ! Doni sayang... gampang banget sih ditipu oleh kecantikan fisik ku “ Risda menyombongkan diri.
Ilham datang menghampiri Doni dan membisikkan kepadanya dengan lantang.
“ Selamat menikmati kesengsaraanmu Doni beserta keluarga “.
Doni terkejut dengan perkataan sahabat lamanya itu.
“ Sekarang kamu pergi dari sini ! SATPAM ! “ Ilham memanggil satpam.
Doni pun diseret keluar dari kantornya sendiri dan ia bingung harus bagaimana menyampaikan semua ini kepada kedua orang tuanya.
Doni begitu putus asa dan merasa sangat terpuruk akan hal itu. Ia tertekan baik fisik maupun mental.
“ Apa kamu lihat raut wajahnya tadi ! itu yang telah lama aku tunggu ! “ Ilham tertawa atas kemenangannya bersama Risda yang ada dipelukannya sedangkan Doni hanya bisa menangisi semua kesalahannya dan kelengahannya atas perasaan yang kian membutakan hati dan juga fikirannya.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
__ADS_1