
Sasya adalah seorang anak dari keluarga yang sederhana, setiap hari orang tuanya selalu berkelahi perkara kekurangan biaya untuk hidup dan Sasya selalu mendengarkan pertengkaran itu bahkan dia sering menjadi pelampiasan kedua orang tuanya terutama si ibu yang terus berkata bahwa Sasya adalah seorang anak yang tidak pernah diharapkan lahir ke dunia ini karena akan menambah beban biaya hidup.
Ia begitu takut akan kejadian itu yang terus terusan berulang di setiap harinya, Sasya bertekad untuk mengubah hidupnya saat itu. Setelah Sasya berusia 17 tahun dan sudah memiliki sedikit tabungan agar bisa menyewa sebuah kamar kos dia pun memberanikan diri untuk pergi dari rumahnya dan tinggal di kamar kos.
Sasya membuka pintu kamar kos dan berkata, “ Akhirnya aku bisa bebas ! “.
“ Kehidupanku berawal dari sini “ Sasya berkata kembali.
Setelah hampir satu bulan dia tinggal di kos kosan itu, tabungannya mulai menipis dan ia sungguh bingung bagaimana membayar uang SPP sekolahnya. Sasya pun mencari tahu setiap media social tentang penerimaan karyawan pekerja yang masih sekolah, Sasya menemukan satu lowongan kerja yang begitu pas menurutnya kala itu yaitu menjadi penjaga toko baju. Tapi itu tidak bertahan lama, ia dipecat seminggu setelah diterima alasannya karena kurang efisiennya Sasya dalam bekerja.
Dia bingung harus mencari kerja kemana lagi untuk membiayai sekolahnya, ia masih terus berusaha mencari pekerjaan. Begitu banyak surat lamaran yang sudah ia lempar tapi tidak ada satupun yang menerimanya.
__ADS_1
Suatu ketika Sasya sedang berjalan sambil melamun dia menabrak seorang lelaki yang sedang membagikan brosur cafe yang baru buka. Sasya pun bertanya kepada pria tersebut “ Apakah cafe ini masih menerima karyawan ? “.
“ Masih kak... Coba aja... “.
Sasya sangat senang kala itu dia begitu bahagia. Keesokan harinya Sasya pergi ke cafe tersebut untuk melamar pekerjaan dan ia diterima sebagai pembuat kopi disana.
“ Sungguh beruntungnya aku... “ Sasya berkata sambil tersenyum setelah di terima.
Suatu hari cafe begitu ramai pembeli tapi Sasya bisa menghandle seluruh pembeli walaupun hanya ada 3 pegawai kala itu. Sang bos pun mulai tertarik kepada Sasya karena ia sangat ulet dalam bekerja dan begitu menghargai pendapat pelanggan baik dalam respon baik maupun buruk ia selalu berkata dengan penuh senyum.
“ Kamu bekerja cukup baik hari ini Sasya... “.
__ADS_1
“ Iya bos trima kasih... ”.
Sang bos begitu bangga kepada Sasya akan kinerjanya yang begitu bagus. Disaat gajian sang bos melebihkan gaji Sasya dan ia bertanya kepada sang bos “ Kenapa gaji saya dilebihkan bos ? “.
“ Sengaja saya lebihkan agar kamu lebih giat lagi dan pertahankan pelayananmu yang begitu baik “.
“ Siap bos ! trimakasih “.
Akhirnya Sasya tidak perlu takut lagi dalam memikirkan masa depannya kala itu.
Kini Sasya sudah berusia 19 tahun dan ia masih bekerja di cafe tersebut sebagai pegawai tetap dan begitu dihargai oleh para karyawan lain.
Sasya juga memiliki cita cita bahwa ia ingin memiliki cafe sendiri suatu saat nanti.
__ADS_1
^_^_^Met By Lightning^_^_^