Met By Lightning

Met By Lightning
Kehidupan Doni : Bangkit


__ADS_3

Doni sangat beruntung karena pagi ini baru saja ada seorang wanita yang membeli kopinya, ia seperti mengingat wanita itu namun ia lupakan karena ia tak ingin hilang fokus dalam pekerjaannya.



“ Aku harus bisa bangkit ! “ Doni meyakinkan dirinya bahwa ia bisa bangkit.



Doni melanjutkan penjualannya hingga akhirnya ada seseorang yang menawarkan kepadanya untuk bekerja sama.



“ Salam kenal Pak “ Kata Pria tersebut.



“ Salam kenal, ada apa ya ? “.



“ Kamu mau bekerja sama dengan saya, kebetulan saya lagi kekurangan pasokan kopi “.



“ Boleh Pak, kalau boleh tahu nama Bapak siapa ya ? “.



“ Roni, nama kamu ? “.



“ Doni Pak “.



Roni menjelaskan keuntungan yang akan didapatkan jika bekerja sama dengan perusahaannya, katanya Roni sedang memasok stok kopi untuk persiapan pembukaan cabang cafe yang bekerja sama juga dengannya. Doni yang mendengar hal itu sungguh bangga dan bertrimakasih kepadanya.



“ Akhirnya sedikit demi sedikit perusahaanku mulai berkembang “.



Kini Doni tak perlu lagi memasarkan kopinya di jalanan yang panas dan juga berdebu. Doni mengerjakan proyek penyedian stock tersebut dengan memfokuskannya pada pengembangbiakan kopi di lahannya. Karyawannya pun kini telah bertambah dan yang kini melakukan door to door bukan lagi karyawan setia Doni, tapi para karyawan baru.


__ADS_1


“ Trimakasih karena kalian aku bisa bangkit “.



“ Sama sama Bos “ Mereka serentak menjawab.



“ Lain kali hati hati ya tuan muda “ Cela Arya.



“ Iya kamu benar, Trimakasih “.


^_^_^Met By Lightning^_^_^


Doni berusaha keras hingga akhirnya proyek tersebut selesai dan siap untuk diberangkatkan. Ia menerima keuntungan yang sangat besar atas penjualannya ke pada perusahaan Roni. Ia berniat ingin membeli gedung yang kecil saja karena uang yang ia punya tentu saja takkan mampu membeli gedung yang besar. Karena selama ini mereka hanya bekerja di sebuah ruko dan hanya bermodalkan sepuluh komputer dan juga beberapa kipas angin agar karyawan tak kepanasan.



Doni memerintahkan para karyawan untuk mencarikan gedung kecil agar mereka dapt pindah secepat mungkin.



“ Ini semua demi kenyamanan kita “ Gema Doni.




Beberapa karyawan menawarkan beberapa gedung namun tak ada satupun yang coock untuk perusahaannya.



“ Kita butuh yang memanjang bukan bertingkat “.



“ Baik Pak “.



Mereka pun menerima saran Doni untuk mencari bentuk gedung yang memanjang karena stok kopi yang akan datang pasti akan sangat banyak dan Doni merencana mengolah setengah dari stok kopi tersebut menjadi kopi bungkus yang dapat diseduh dimanapun. Mereka yang mendengar ide tersebut sungguh terpesona dengan jiwa kepemimpinan Doni serta ide ide yang keluar dari kepalanya.



“ Bos kita sungguh hebat ya... panutan banget “ Bisik bisik dari beberapa karyawan.

__ADS_1



“ Selamat ya tuan muda... kamu berhasil membangkitkan perusahaan ini walaupun masih berbentuk kerangka “ Arya memuji Doni.



“ Tumben kamu muji “ Cela Ridwan.



“ Hah ? “ Arya tampak kesal.



“ Sudah sudah ! “ Doni melerai mereka berdua.



Mereka melanjutkan pekerjaan hingga hari mulai petang dan mereka memutuskan untuk pulang.



Sesampainya dirumah Doni berkata kepada kedua orang tuanya bahwa ia akan membelikan rumah baru untuk mereka sesegera mungkin. Orangtuanya pun senang dan memeluk Doni lalu berkata.



“ Kamu sudah menjadi sosok pemimpinya nak sekarang “.



“ Trimakasih Pah~ Mah~ “.



Hari itu berakhir dengan sejuta rasa lelah yang tergantikan dengan satu hal yang disebut perkembangan.


^_^_^Met By Lightning^_^_^


Jiwa kepemimpinan ?


Doni punya itu ?


Keren dong...


Semangat Doni ! Usaha takkan mengkhianati hasil kok !.


^_^_^Met By Lightning^_^_^

__ADS_1


__ADS_2