
Doni dan Risda pun lekas masuk kedalam mobil dan pergi ke cafe itu. Di pertengahan jalan Risda menanyakan sesuatu kepada Doni.
“ Kita mau pergi kemana lagi Don ? “.
“ Ada deh... kamu ikut aja ya “.
“ Seriusan ih... soalnya mukamu kelihatan berpikiran jahat ya ! “.
“ Enggak kok, memang mukaku gimana ? “.
“ Semoga aja sih enggak, auah gelap “.
“ Santai aja kali, pokoknya bakalan ada sesuatu yang spesial nanti hehe... “ Doni tertawa.
Sesampainya di cafe tersebut Doni lekas menutup mata Risda sebelum ia turun dari mobil.
“ Kamu pake penutup mata dulu ya “.
“ Gak mau ah, takut “.
“ Gak papa, kan nanti aku yang nuntun “.
“ Tapi awas ya kalau macam macam “.
“ Iyaaaaaa... “ Doni pun memakaikan penutup mata kepadanya.
Doni pun semakin gugup saat tempat yang dituju sudah semakin dekat. Dia mulai kembali mengingat kata kata yang telah di persiapkannya sedari tadi. Mulai dari gaya hingga rangkaian kata pun ia bayangkan.
“ Kita sudah sampai nih Ris... tunggu ya... “.
“ Kamu mau ngapain sih ? “ Tanya Risda penasaran.
“ Sekarang kamu buka ya penutup matanya dalam hitungan ketiga “ Arahan Doni.
__ADS_1
“ Satu ! Dua ! Tiga ! Buka ! “.
Risda pun membuka penutup matanya lalu terkejut saat melihat begitu banyak rangkaian bunga serta semua teman kantornya tengah berkumpul di tempat itu yang dimana beberapa dari mereka memegang sebuah balon huruf yang bertuliskan i love you membuat Risda sedikit bingung.
Doni pun berlutut sembari mengeluarkan cincin lalu memegang tangan Risda sembari berkata “ Apakah kamu mau mencintaiku setulus hatimu dan selalu mendampingi ku dikala susah maupun senang... Apa kamu mau jadi pacarku ? “.
“ Hah ? “ Risda kaget.
“ Kok hah sih ? “.
“ Kamu seriusan nih Don... aku gak salah dengar kan “ Tanya Risda.
“ Enggak kok, jadi gimana ? “.
“ Mmmmm... akuuuuu mau... “ Risda tersipu malu.
“ Iya Don “.
Teman teman kantor Risda pun bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada mereka berdua. Sebenarnya teman teman kantor Risda sudah lama tahu bahwa si bos suka dengannya dan mereka merencanakan penembakan ini sudah jauh jauh hari.
“ Trima kasih semuanya... hari ini aku yang traktir... yeay... “ Doni berteriak.
“ HORE ! “ mereka bersorak.
Risda dan Doni pun duduk di meja yang sama seperti seorang pasangan baru mereka masih malu malu.
“ Kamu mau pesan apa nih Risda ? “ Tanya Doni.
“ Minum aja deh “.
“ Iya minum apa ? “.
__ADS_1
“ Pilihin dong kan kita udah jadian “ Risda tersenyum kecil ke Doni.
“ Oke deh bos “.
“ Kalau diluar aku yang jadi bosnya ya... “ Kata Risda sembari mencolek hidung Doni.
“ Siap Bos “.
“ Ciee.... “ Teman kantor mereka bersorak.
Malam itu sungguh sangat cepat dirasa mereka dan juga sangat membahagiakan. Mereka pun kembali sekitar pukul 10 dan Doni harus mengantar Risda terlebih dahulu.
*Di tengah jalan
“ Makasih ya Don... aku seneng banget... “ Risda merangkul Doni.
“ Sama\-sama Ris... aku juga makasih karena sudah mau menerima cintaku “.
“ Santai aja kali... kan dari awal aku memang uda suka sama kamu “ Risda kembali mencolek hidung Doni.
Malam itu pun berakhir dengan indah, sesampainya dirumah Doni masih terus tersenyum hingga ia tertidur pulas dan memimpikan kehidupan yang indah dengan Risda.
*Keesokan harinya
“ Waduh aku terlambat nih harus cepat cepat pergi ke kantor “ Doni tersentak.
“ Tumben kamu buru buru ke kantor Don ? “ Tanya Mama Doni.
“ Hehe... mau jemput Risda dulu ma “.
“ Cie.... yaudah gih sana, nanti kenalin ke mama ya “.
“ Oke mah “.
Doni lekas pergi menuju rumah Risda lalu pergi ke kantor.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
__ADS_1