Met By Lightning

Met By Lightning
Kehidupan Sasya : Cafe #1


__ADS_3

Akhirnya semua telah siap dan Sasya memutuskan untuk berhenti dari tempat ia bekerja begitu juga dengan Rita yang katanya ingin ikut bersama dengannya. Mereka mengambil uang pesangon dan mulai membuka cafe mereka walaupun tempatnya sangat sederhana tapi semakin hari pengunjung semakin ramai saja.



“ Wih rame bener yak ! “ Rita kaget kesenangan.



“ Kamu bener Rit... syukur deh “ Ucap Sasya.



“ Semoga terus seperti ini ya... “.



“ Aku sih juga berharap begitu, udah yuk balik kerja lagi “.



Cafe tersebut begitu ramai dan meraih untung yang begitu besar, sehingga Sasya dapat membeli mesin kopi yang sama seperti saat dia bekerja dulu.



“ Akhirnya kebeli juga nih “ Sasya senang membeli mesin kopi baru.



“ Wah... udah bisa ngalahin kopinya si Bos kita nih... hihihi... “ Ejek Rita.



“ Haha... kamu benar “.



Perkembangan yang sangat pesat membuat cafe tersebut dilirik oleh beberapa perusahaan kopi agar cafe tersebut mau menjajahkan brand mereka. Sasya yang tahu akan hal itu langsung saja menyetujui hal itu. Seiring berjalannya waktu cafe tersebut tak mampu menampung para pelanggan sehingga Sasya berpikir untuk membuat lantai dua agar mampu menampung mereka serta menambahkan karyawan.



Dan benar saja cafe tersebut dapat meraih puncak nomor 1 dalam beberapa bulan. Peningkatan pun masih saja terus dilakukan oleh Sasya.



Berkat usaha tersebut Sasya berhasil membelikan rumah baru untuk Mamanya dan tinggal bersamanya disana. Ia juga dapat membeli sebuah mobil untuk membantunya agar lebih mudah saat berbelanja banyak, karena belakangan ini stock kopi dapat habis dalam dua hari.

__ADS_1



“ Sungguh luar biasa sekali kamu Sa.. “ Rita yang saat itu telah menjadi tangan kanan Sasya.



“ Makasih Rit... ini semua berkat bantuanmu juga, jika kamu perlu sesuatu bilang saja “ Tawar Sasya.



“ Gak mau ah Sa... biarkan aku bekerja dan menikmati hasil dari jeri payahku sendiri “.



“ Baiklah ~ “.



Seorang pria datang menghampiri Sasya yang saat itu tengah membersihkan meja lalu berkata seraya tersenyum.



“ Kamu hebat ya... aku boleh tahu gak namamu siapa ? “ Tanya pria tersebut.




“ Kenalin namaku Roni, aku mau ngajak kamu kerja sama nih “.



“ Boleh! Boleh! Silahkan duduk “.



Roni duduk dan mengajukan berbagai macam keuntungan yang akan didapatkan jika kontrak kerja sama tersebut terjadi. Misalnya saja seperti cafe yang dapat memiliki cabang di banyak tempat serta pembuatan produk dalam kemasan di tawarkan oleh Roni sehingga membuat Sasya tergiur akan hal itu.



“ Jadi gimana ? Setuju ? “ Tanya Roni.



“ Nanti saya pikir dulu ya “.

__ADS_1



“ Ini nomor telepon saya, jika kamu setuju silahkan hubungi saya ok “ Roni menyerahkan secarik kartu nama kepada Sasya.



“ Baik, trimakasih atas tawarannya “.



“ Semoga sukses ya Sa... “ Roni berkata dengan sopan.



Rita dari kejauhan datang menghampiri Sasya dan bertanya siapa lelaki tampan tersebut dan Sasya hanya membalas.



“ Lelaki itu ingin bekerja sama dengan kita Rit “.



“ Oooo kukira pacar barumu “ Rayu Rita.



“ Apaan sih ! “.



Sasya mulai memikirkan tentang kerja sama tersebut dan berencana akan menyetujuinya untuk memajukan cafe ini lebih jauh lagi.



“ Wanita yang hebat, cantik lagi... sepertinya bisa aku gunakan... “ Roni tersenyum jahat.


Roni adalah pria yang tampan juga mapan ia memiliki perusahaan dalam bidang kopi.


^_^_^Met By Lightning^_^_^


Sasya udah berhasil nih... wow !


Zero to Hero ! sungguh wanita yang tangguh !


Author jadi suka !

__ADS_1


^_^_^Met By Lightning^_^_^


__ADS_2