
Sasya mulai berfikir bahwa ia harus mulai mandiri dan mendirikan sendiri cafe miliknya serta berhenti bekerja untuk membangun mimpi orang lain. Ia mulai menabung agar dapat membeli sebuah ruko dan juga alat alat seperti mesin kopi dan lainnya.
Cafe tempat ia bekerja semakin ramai semenjak menu terbaru tersebut itu hadir. Membawa sejuta keyakinan bahwa Sasya bisa membuka cafenya sendiri, lalu meraih kesuksesannya. Ia semakin bersemangat saat memikirkan hal yang akan ia raih ketika sudah melakukannya.
“ Aaahhh.... Sungguh enaknya... “ Ujar Sasya dalam lamunannnya.
“ Hey! Hey! Ada pesanan lagi tuh... buatin buru! “ Rita membangunkan lamunan Sasya.
“ Kamu ganggu aja ih! “.
“ Buruan! “ Rita mendorong Sasya ke tempat mesin kopi.
“ Iya iya ! “.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
*Keesokan hari
“ Mah pergi ! “ Ucap Sasya berangkat menuju cafe.
Sebelum pergi ke cafe Sasya mampir dulu ke penjual kopi dan menanyakan tentang harga beberapa kopi yang nantinya akan ia beli untuk cafenya sendiri. Harganya cukup mahal karena kualitas kopi tersebut cukup meyakinkan.
“ Kamu lama sekali Sa ? darimana ? “ Tanya Rita.
“ Ada deh “.
“ Main rahasia rahasiaan ya sekarang.. “ Rita cemberut.
__ADS_1
“ Biarin... “.
Mereka mulai merapikan toko agar dapat dibuka dan mendapatkan keuntungan yang lebih lagi. Sasya bersemangat karena setiap penjualan yang lebih dari 50 kopi, ia mendapatkan setidaknya 25% dari penjualan tersebut. Si bos begitu royal terhadap Sasya karena ia tahu bahwa Sasya adalah aset yang sangat berharga untuk membangun cafe miliknya.
Sasya tahu dengan jalan pikiran Si bos oleh karena itu ia takkan terhenti hanya karena royalti seperti itu.
“ Aku pasti bisa ! “ Sasya menyemangati dirinya.
“ Rajin sekali dirinya... sungguh perempuan yang hebat “ Puji Bos.
^_^_^Met By Ligthning^_^_^
Setelah toko tutup Sasya menyempatkan diri untuk mencari mesin kopi di mall yang tak jauh dari tempatnya bekerja. Ia meminta Rita untuk menemaninya agar tak merasa sendirian.
“ Kamu mau ngapain kesini Sa ? “.
“ Buat ? “.
“ Aku rencananya akan membuka Cafe sendiri karena uang yang kupunya sudah terkumpul “.
“ Seriusan kamu ? “.
“ Iyaaa “.
“ Kalau gitu aku kerja di tempatmu aja ya, jika sudah buka “.
__ADS_1
“ Boleh tuh “.
“ Udah yuk kita cari “.
Sasya akhirnya menemukan mesin kopi yang harganya cukup terjangkau namun kualitasnya cukup menjanjikan walaupun tak sebanding dengan mesin kopi yang ada di cafe.
Sekarang ia tinggal mencari ruko yang cocok untuk cafe miliknya. Sasya ingin memiliki cafe yang terkesan sederhana namun kualitas dari kopi dan juga pelayanannya tak jauh dengan cafe cafe kelas satu.
Sepertinya perjuangan Sasya sebentar lagi akan menemukan titik akhirnya. Ia terus berdoa dan memohon agar segala rencananya berjalan dengan baik.
Dirumahnya ia terus bereksperimen untuk menciptakan kopi dengan rasa baru dan juga penampilan baru agar menu yang tersaji di cafe miliknya sangat berbeda dari yang lainnya sehingga pelanggan tak dapat kelain hati.
“ Sudah nak tidur... udah malam masih aja buat kopi “ Saran Mama Sasya.
“ Ntar Ma.. “.
“ Jangan banyak banyak minum kopi nanti susah tidur “ Saran Mamanya kembali.
“ Iya Mah... “.
Dan benar saja .... Sasya tak dapat tidur malam itu karena terlalu banyak meminum kopi yang tengah dia racik.
" Tidurlah wahai mataku ! ".
" Tidurlah ! " Sasya memejamkan matanya.
" Ah! Tidak bisa ! sepertinya aku tidak akan tidur malam ini... " Gumam Sasya.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
__ADS_1